Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Gunung Anak Krakatau dan Sejarah Letusan Dahsyatnya
Popmama.com/Violin Heldina/AI
  • Letusan besar terjadi pada 26–27 Agustus 1883, suara ledakan yang terdengar hingga Australia, korban jiwa, dan dampaknya terhadap bumi.

  • Anak Krakatau muncul pada 1927 setelah letusan Krakatau dan terus tumbuh karena material vulkanik dari dalam bumi.

  • Proses magma dan gas di dalam bumi yang bergerak naik, tekanan yang berubah, hingga akhirnya mendorong terjadinya erupsi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah membayangkan seperti apa suara letusan gunung api yang terdengar hingga ribuan kilometer jauhnya?

Peristiwa tersebut pernah terjadi saat Krakatau meletus dahsyat pada 1883. Letusan ini menjadi salah satu letusan gunung api paling besar dan mematikan dalam sejarah modern.

Setelah letusan itu, muncul sebuah gunung baru yang dikenal sebagai Anak Krakatau. Menariknya, gunung ini masih terus tumbuh dan dapat mengalami erupsi hingga sekarang.

Lalu, bagaimana Gunung Anak Krakatau bisa terbentuk? Lalu mengapa gunung ini masih aktif? Berikut Popmama.com telah merangkum fakta menariknya. Yuk, simak!

1. Krakatau berada di antara Pulau Jawa dan Sumatra

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Krakatau merupakan kawasan gunung api yang berada di Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra. Kawasan ini termasuk wilayah yang memiliki aktivitas gunung api karena berada di daerah pertemuan lempeng bumi.

Nama Krakatau menjadi terkenal setelah terjadi rangkaian letusan besar pada 26–27 Agustus 1883. Letusan tersebut begitu kuat hingga suara ledakannya terdengar dari tempat yang sangat jauh.

Bahkan, suara Krakatau dilaporkan terdengar hingga Alice Springs, Australia, yang berjarak ribuan kilometer dari lokasi letusan.

Letusan besar tersebut juga menyebabkan tsunami yang menghantam wilayah pesisir di sekitar Selat Sunda. Lebih dari 36.000 orang meninggal dunia akibat rangkaian bencana yang terjadi setelah letusan.

Peristiwa Krakatau 1883 kemudian menjadi salah satu letusan gunung api paling dahsyat dalam sejarah modern. Kekuatan letusannya bahkan dapat memengaruhi kondisi atmosfer bumi.

2. Anak Krakatau muncul setelah letusan besar

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Lalu, dari mana asal nama Anak Krakatau?

Setelah Krakatau meletus pada 1883, aktivitas gunung api di kawasan tersebut ternyata masih berlanjut. Material vulkanik dari dalam bumi terus keluar melalui aktivitas gunung api dan perlahan membentuk daratan baru.

Pada 1927, daratan baru tersebut mulai muncul ke permukaan laut. Gunung api inilah yang kemudian dikenal sebagai Anak Krakatau, yang berarti “anak dari Krakatau”.

Sejak kemunculannya, Anak Krakatau terus mengalami pertumbuhan karena material vulkanik kembali keluar dari dalam bumi. Material tersebut dapat menumpuk dan membuat bentuk serta ukuran gunung berubah dari waktu ke waktu.

Hal ini menunjukkan bahwa gunung api dapat terbentuk melalui proses alam yang berlangsung sangat lama. Anak Krakatau bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan menjadi bagian dari aktivitas vulkanik yang terus terjadi setelah letusan besar Krakatau.

3. Letusan Krakatau bisa memengaruhi suhu bumi

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Dahsyatnya letusan Krakatau ternyata tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar gunung. Letusan tersebut juga memberikan pengaruh terhadap atmosfer dan kondisi cuaca di berbagai tempat.

Saat meletus, Krakatau mengeluarkan abu dan sulfur dalam jumlah sangat besar ke atmosfer. Material tersebut dapat memengaruhi cara cahaya matahari melewati atmosfer bumi.

Akibatnya, langit di berbagai tempat terlihat berbeda dari biasanya. Setelah letusan Krakatau, orang-orang di sejumlah wilayah melihat matahari terbenam dengan warna merah yang sangat terang dan tidak biasa.

Ada pula laporan tentang bulan yang terlihat berwarna kebiruan di beberapa tempat.

Letusan tersebut juga diperkirakan membuat suhu rata-rata Bumi turun sekitar 0,6 °C untuk sementara waktu.

Fakta ini menunjukkan bahwa letusan gunung api yang sangat besar tidak hanya berdampak di sekitar gunung. Material yang mencapai atmosfer dapat menyebar jauh dan memengaruhi kondisi lingkungan di berbagai wilayah.

4. Mengapa Anak Krakatau bisa mengalami erupsi?

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Anak Krakatau bisa mengalami erupsi karena di bawah permukaan bumi terdapat magma yang sangat panas.

Magma adalah batuan cair bersuhu sangat tinggi yang berada di dalam bumi. Magma juga membawa gas. Ketika magma bergerak naik menuju permukaan, tekanan di sekitarnya semakin berkurang. Kondisi tersebut membuat gas yang berada di dalam magma mengembang.

Jika tekanan dan gas semakin kuat, magma dapat terdorong keluar melalui saluran gunung api. Proses keluarnya material dari gunung api inilah yang disebut erupsi.

Saat magma berhasil mencapai permukaan bumi, magma tersebut disebut lava. Selain lava, erupsi juga dapat mengeluarkan gas, abu, batu, dan berbagai material vulkanik lainnya.

Selama masih terdapat pasokan magma dari dalam bumi, aktivitas gunung api dapat terus berubah. Jadi, Anak Krakatau bukan tiba-tiba “marah”. Ada proses alami yang berlangsung di dalam bumi sehingga gunung tersebut tetap aktif dan dapat mengalami erupsi.

5. Anak Krakatau menunjukkan bahwa bumi terus berubah

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Kisah Krakatau dan Anak Krakatau memperlihatkan bahwa bumi bukanlah tempat yang selalu diam. Di bawah permukaannya, terdapat berbagai proses yang terus berlangsung dan dapat mengubah bentuk permukaan bumi.

Gunung api bisa terbentuk, tumbuh, berubah bentuk, hingga mengalami erupsi. Anak Krakatau menjadi salah satu contoh bagaimana aktivitas magma di dalam bumi dapat membentuk sesuatu yang baru di permukaan.

Sejarah letusan Krakatau pada 1883 juga mengajarkan bahwa erupsi gunung api merupakan fenomena alam yang sangat kuat. Dampaknya bahkan dapat dirasakan hingga jauh dari lokasi gunung.

Karena itu, aktivitas gunung api perlu terus dipantau oleh para ahli. Masyarakat yang tinggal di sekitar gunung juga perlu mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang.

Itulah sejarah dan fakta menarik tentang Anak Krakatau. Semoga informasi ini membuat anak semakin penasaran untuk mengenal berbagai fenomena alam di sekitar kita ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article