Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mematikan! Naegleria Fowleri, Amoeba Pemakan Otak Anak yang Ada di Air Tawar
Unsplash/Yeremia Lawrence
  • Seorang anak 9 tahun di India meninggal pada 2025 setelah terinfeksi Naegleria fowleri dan mengalami PAM; lebih dari 200 kasus teridentifikasi di India.
  • Amoeba ini hidup di tanah serta air tawar hangat, masuk melalui hidung menuju otak, dan menyebabkan infeksi langka dengan tingkat kematian sangat tinggi.
  • Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, mual, dan muntah; risiko dapat dikurangi dengan menghindari air tawar hangat serta memakai air bersih untuk membersihkan hidung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di tahun 2025, seorang anak berusia 9 tahun di India meninggal dunia setelah terinfeksi amoeba pemakan orang bernama Naegleria fowleri. Mirisnya, korban meninggal di hari yang sama usai terkena infeksi. 

Meski jarang terjadi, infeksi ini selalu berakibat fatal dan bahkan berujung pada kematian. Naegleria fowleri banyak menyerang anak-anak, khususnya mereka yang suka bermain di air tawar. 

Untuk informasi selengkapnya, berikut Popmama.com siap membahas mengenai Naegleria fowleri yang perlu diwaspadai orangtua. 

Kasus Anak Meninggal Dunia usai Terinfeksi Naegleria fowleri

Pexels/cottonbro studio

Melansir dari laman Times of India, anak yang terkena Naegleria fowleri sempat dilarikan ke rumah sakit setempat karena mengalami demam. Kondisinya kian memburuk hingga berujung meninggal dunia di hari yang sama. 

Hasil pemeriksaan medis mengungkapkan bahwa anak tersebut mengidap Primary Amoebic Meningoencephalitis (PAM), penyakit langka yang disebabkan oleh Naegleria fowleri.

Di tahun 2025, lebih dari 200 kasus Naegleria fowleri diindentifikasi di India. Kasus serupa juga terus muncul di negara lain. Di dunia, hampir 500 kasus infeksi Naegleria fowleri telah ditemukan.

Wabah ini meningkatkan kekhawatiran di kalangan peneliti.

Mereka mengungkapkan Naegleria fowleri banyak terdeteksi di tempat-tempat yang dulunya jarang terlihat, seperti beberapa bagian di Eropa dan Asia Timur. 

Apa Itu Naegleria fowleri?

commons.wikimedia.org/Picturepest

Naegleria fowleri atau amoeba pemakan otak adalah organisme bersel satu yang hidup secara bebas di tanah dan perairan. Amoeba ini kerap ditemukan di sungai air tawar, danau, dan sumber mata air panas. 

Tidak berbeda jauh dengan jenis amoeba lainnya, organisme ini mempunyai ukuran sangat kecil, sehingga hanya bisa dilihat menggunakan mikroskop. 

Naegleria fowleri dikenal sebagai organisme termofilik, yaitu mampu bertahan dan berkembang biak di lingkungan dengan suhu hangat, termasuk pada suhu mencapai 46 derajat Celcius. 

Karena karakteristik tersebut, Naegleria fowleri dapat hidup dengan baik di perairan hangat maupun di dalam tubuh manusia. Jika masuk ke dalam tubuh melalui hidung, amoeba ini dapat bergerak menuju otak dan menyebabkan infeksi serius yang disebut Primary Amebic Meningoencephalitis (PAM). 

Infeksi ini tergolong sangat langka, tetapi memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, sehingga membutuhkan penanganan medis secepat mungkin. 

Gejala Infeksi Naegleria fowleri pada Anak

Pexels/Tima Miroshnichenko

Gejala awal infeksi Naegleria fowleri sering kali menyerupai meningitis bakteri. Keluhan umumnya mulai muncul sekitar 1 hingga 12 hari setelah seseorang terpapar amoeba tersebut.

Pada tahap awal, anak dapat mengalami beberapa gejala berikut:

  • Demam

  • Sakit kepala

  • Mual

  • Muntah

Seiring berkembangnya infeksi, kondisi dapat memburuk dengan cepat dan memunculkan gejala seperti:

  • Leher terasa kaku

  • Mengantuk terus-menerus

  • Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba

  • Penurunan kemampuan mengecap dan mencium bau

  • Sensitif terhadap cahaya

  • Sulit berkonsentrasi

  • Kehilangan keseimbangan

  • Penurunan kesadaran hingga koma

  • Kejang

  • Halusinasi

Infeksi akibat Naegleria fowleri berkembang sangat cepat. Pada banyak kasus, kondisi ini dapat berakibat fatal dalam waktu 1 hingga 18 hari sejak gejala pertama kali muncul.

Penyebaran Naegleria fowleri

Pexels/ Nicola Toscan

Naegleria fowleri tidak menular dari satu orang ke orang lain. Penularan terjadi ketika air yang mengandung amoeba masuk ke dalam hidung, bukan karena air tersebut tertelan. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko paparan antara lain:

1. Berenang di perairan tawar hangat

Sungai, danau, atau mata air panas menjadi habitat alami Naegleria fowleri. Saat seseorang berenang atau menyelam di perairan tersebut, amoeba dapat masuk melalui hidung lalu bergerak menuju otak, sehingga menyebabkan infeksi.

2. Menggunakan air keran yang terkontaminasi untuk membersihkan hidung

Naegleria fowleri juga dapat ditemukan pada air keran yang terkontaminasi. Risiko infeksi meningkat apabila air tersebut digunakan untuk membilas atau membersihkan rongga hidung.

Namun, perlu diketahui bahwa meminum air yang mengandung Naegleria fowleri tidak menyebabkan infeksi, karena amoeba hanya dapat menginfeksi tubuh melalui hidung.

3. Berenang di kolam renang dengan kadar klorin rendah

Risiko penularan di kolam renang sebenarnya cukup kecil, terutama jika pengelola menjaga kadar klorin sesuai standar. Hal ini karena Naegleria fowleri sensitif terhadap desinfektan seperti klorin.

Sebaliknya, kolam renang yang memiliki kadar klorin rendah atau tidak dirawat dengan baik berpotensi meningkatkan risiko paparan. 

Cara Mencegah Naegleria fowleri

Pexels/MART PRODUCTION

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi, di antaranya:

  • Hindari berenang di danau atau sungai air tawar yang hangat.

  • Menutup hidung saat menyelam maupun melompat ke perairan tawar yang hangat.

  • Hindari mengaduk atau menyentuh dasar perairan dangkal karena amoeba dapat berada di sedimen.

  • Selalu gunakan air yang bersih dan aman saat membilas atau membersihkan rongga hidung.

Amoeba pemakan otak ini sangat membahayakan. Tidak banyak anak atau penderita yang mampu bertahan dari infeksi mikroorganisme ini. Itu sebabnya, usahakan untuk selalu menggunakan air yang sudah terjadi kebersihannya kepada anak ya, Ma. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article