Naegleria fowleri tidak menular dari satu orang ke orang lain. Penularan terjadi ketika air yang mengandung amoeba masuk ke dalam hidung, bukan karena air tersebut tertelan. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko paparan antara lain:
1. Berenang di perairan tawar hangat
Sungai, danau, atau mata air panas menjadi habitat alami Naegleria fowleri. Saat seseorang berenang atau menyelam di perairan tersebut, amoeba dapat masuk melalui hidung lalu bergerak menuju otak, sehingga menyebabkan infeksi.
2. Menggunakan air keran yang terkontaminasi untuk membersihkan hidung
Naegleria fowleri juga dapat ditemukan pada air keran yang terkontaminasi. Risiko infeksi meningkat apabila air tersebut digunakan untuk membilas atau membersihkan rongga hidung.
Namun, perlu diketahui bahwa meminum air yang mengandung Naegleria fowleri tidak menyebabkan infeksi, karena amoeba hanya dapat menginfeksi tubuh melalui hidung.
3. Berenang di kolam renang dengan kadar klorin rendah
Risiko penularan di kolam renang sebenarnya cukup kecil, terutama jika pengelola menjaga kadar klorin sesuai standar. Hal ini karena Naegleria fowleri sensitif terhadap desinfektan seperti klorin.
Sebaliknya, kolam renang yang memiliki kadar klorin rendah atau tidak dirawat dengan baik berpotensi meningkatkan risiko paparan.