Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Siswa dan Guru di Jawa Tengah Keracunan MBG, Gejala Mual-Diare
Pinterest.com/fauzanahmad40072 & Instagram.com/dinkespati
  • Ratusan siswa dan guru di SMPN 1 Gembong serta MTsN 3 Pati mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi MBG dari SPPG Gembong 01 Ngembes.
  • Korban mengalami pusing, mual, muntah, dan diare; sekitar 241 orang ditangani di sejumlah fasilitas kesehatan, sementara aula rumah sakit digunakan sebagai ruang perawatan darurat.
  • Dinas Kesehatan Pati mengambil sampel makanan untuk uji laboratorium dan mengevaluasi katering, sedangkan Plt Bupati memastikan seluruh biaya perawatan korban digratiskan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kasus siswa sekolah yang keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia sudah terjadi ribuan kali, kabar terbaru datang dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 

Pada hari Rabu, 9 September 2026 terjadi kasus keracunan pada ratusan siswa dan guru SMP dan MTs setelah memakan MBG.

Siswa SMP dan MTs yang keracunan berasal dari wilayah yang sama, yaitu Jawa Tengah. Tidak hanya siswa 2 sekolah tersebut yang keracunan MBG, melainkan juga sejumlah guru ikut mengalami keracunan MBG. Diketahui juga bahwa MBG dikirimkan melalui SPPG yang sama, yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 01 Ngembes. 

Berikut Popmama.com rangkum peristiwa siswa dan guru di Jawa Tengah keracunan MBG, gejala mual-diare.

1. Dugaan keracunan MBG

Instagram.com/dinkespati

Diketahui keracunan pada siswa setelah mengkonsumsi MBG terjadi di beberapa sekolah, yaitu SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.  

Diduga siswa yang mengalami keracunan MBG dikarenakan mengkonsumsi MBG satu hari sebelumnya, gejala-gejala yang dialami terdapat pusing, mual, muntah, hingga diare.

Sebanyak 101 siswa SMP Negeri 1 Gembong, 127 siswa MTs Negeri 3 Pati, serta sejumlah guru terdampak atas keracunan MBG tersebut. Siswa dan guru diketahui dilarikan ke beberapa fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas Gembong, RSUD RAA Soewondo Pati, RS Keluarga Sehat Hospital (KSH), dan RS Mitra Bangsa Pati.

2. Guru ikut menjadi korban

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Insiden keracunan MBG ini tidak hanya menimpa para siswa di sekolah tersebut saja. Diketahui terdapat 13 guru yang turut mengkonsumsi MBG dan juga mengalami gejala keracunan yang sama.

Kondisi para tenaga pendidik ini menambah daftar panjang pasien yang harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. 

3. Suasana saat di IGD

Instagram.com/dinkespati

Banyaknya siswa dan guru yang terdampak keracunan MBG, dengan total sekitar 241 membuat kondisi fasilitas kesehatan turut padat karena kedatangan di waktu yang bersamaan.

Suasana di dalam ruangan tersebut dipenuhi rasa cemas dari keluarga pasien yang menunggu penanganan medis. Tim kesehatan juga turut bergegas memberikan pertolongan pertama kepada para siswa yang terus berdatangan. Terutama terhadap siswa yang mengalami gejala muntah diberikan infus secara berkala.

Peristiwa ini menyebabkan ruang perawatan penuh, sehingga pihak rumah sakit menjadikan aula sebagai ruang perawatan darurat sementara dan menambahkan tempat tidur.

4. Respons siswa untuk memberhentikan MBG

Instagram.com/dinkespati

Sejumlah pelajar yang menjadi korban dilaporkan mengalami trauma psikis mendalam akibat insiden keracunan yang parah. Mereka secara terbuka meminta agar pembagian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut sebaiknya dihentikan saja.

Rasa takut menyantap makanan dari program sekolah membuat para anak trauma berat pasca insiden. 

5. Respons Plt. Bupati Pati dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati

Instagram.com/dinkespati & Instagram.com/maschandraofficial

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo menyatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim untuk menyelidiki kasus ini. Berbagai sampel makanan telah diambil guna diuji laboratorium demi mengetahui pemicu utama keracunan.

Pemerintah daerah berjanji akan menindaklanjuti insiden ini secara transparan kepada masyarakat luas. Evaluasi ketat terhadap pihak penyedia katering makanan kini menjadi fokus utama penanganan. 

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra juga memastikan bahwa seluruh biaya perawatan rumah sakit bagi para korban keracunan ini digratiskan sepenuhnya. 

Kejadian yang sudah terjadi berulang kali ini tentu menjadi tamparan keras bagi sistem pengawasan distribusi makanan sekolah di daerah. Perhatian ekstra dari para orangtua kini sangat dibutuhkan untuk terus memantau kondisi kesehatan anak

Itu dia rangkuman peristiwa siswa dan guru di Jawa Tengah keracunan MBG, gejala mual-diare. Semoga insiden membahayakan ini dapat segera diusut tuntas demi keamanan seluruh siswa. 

Mama dapat mengajarkan kepada si Anak untuk selalu memeriksa makanan yang didapatkan, seperti bau tak sedap atau bentuk makanan yang tidak wajar.

Antisipasi tersebut dilakukan demi keselamatan dan kesehatan si Anak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article