Yoan Bagikan Cerita Awal Mula Karier hingga Main Film 'Tanah Runtu'

Yoan, nama yang kini mulai akrab di telinga pecinta musik dan film tanah air. Di usianya yang masih remaja, ia telah menorehkan prestasi gemilang sebagai penyanyi di bawah naungan Musica Studios.
Selain bernyanyi, namanya juga makin dikenal masyarakat berkat debut aktingnya dalam film 'Tanah Runtu' yang beradu akting dengan salahs atu aktor senior, Vino G Bastian.
Siapa sangka, di balik ketenarannya, Yoan adalah remaja biasa yang juga berjuang menghadapi masa pubertas dan berbagai tantangan, Ma.
Dalam wawancara eksklusif bersama Popmama, Yoan berbagi cerita lengkap tentang awal mula kariernya, suka duka di industri hiburan, hingga pesan berharga untuk anak-anak Indonesia lainnya.
Yuk, simak perjalanan karier Yoan dalam ulasan Popmama.com berikut ini.
1. Awal terjun dunia tarik suara sejak usia 3 tahun

Perjalanan Yoan di dunia tarik suara ternyata sudah dimulai sejak usia tiga tahun, lho. Meski masih balita, kala itu Yoan memiliki ketertarikan pada dunia musik, khususnya lagu-lagu Betawi seperti 'Nyok Kite Nonton Ondel-Ondel'.
"Guruku suruh aku naik ke panggung, umur tiga tahun itu aku ingat banget, pertama kali aku tertarik di dunia tarik suara," kenangnya.
Meski demikian, perjalanan menuju ketenaran tidaklah instan. Yoan mengaku sempat membuat banyak video TikTok (VT) lagu nostalgia, namun penontonnya belum banyak. Dari sekitar 150 VT yang dibuat, jumlah penontonnya rata-rata hanya sekitar 100 orang.
Namun, Yoa bercerita bahwa ini bukan penghalang baginya untuk terus merintis karier musik. Bakatnya pun mulai dikenal netizen luas saat ia bermain di sebuah kafe di Bandung.
Empat videonya mulai naik dengan jumlah penonton mencapai 5 hingga 10 ribu. Puncaknya adalah ketika ia melakukan cover lagu 'Hati Yang Luka' milik Betharia Sonata yang tembus 2,6 juta penonton!
"Langsung 2,6 juta, langsung ada dari pihak Musica, itu namanya Om Arief, ngehubungin, 'ayo kita visit yuk ke studio Perdata Muscka' gitu," kenang Yoan di awal perjalanannya gabung bersama Musica Studios.
2. Perjalanan karier di Musica Studios

Ketertarikannya datang dari Musica Studios membawanya ke pengalaman tak terlupakan. Dalam penjelasannya, Yoan mengenang bagaimana saat itu ia diajak melihat banyak hal vintage, mulai dari tape reel-to-reel hingga pita 2 inci di studio rekaman.
Tidak berhenti di situ, Yoan kemudian dihubungi oleh Om Teddy Riady, pencipta lagu-lagu Nike Ardilla. "Aku dikasih kesempatan untuk kontrak di label Musica Studios," cerita Yoan.
Dari situlah ia mulai merencanakan rekaman, dimulai dengan dua lagu 'Berita Pada Kawan' dan 'Merilah Kemari', sebelum akhirnya merilis 'Matahariku'.
"Dan 'Matahariku' itu menurutku adalah karya yang cukup terhormat juga ya, " tambahnya. Bahkan, Yoan menyebutkan dengan penuh bangga bahwa video klip lagu tersebut disutradarai oleh sutradara kondang, Rizal Mantovani.
Pengalamannya membawakan lagu-lagu legendaris ini yang kemudian membuat Yoan merasa terhormat dan ikut memperkenalkan kembali karya-karya klasik Indonesia kepada generasi sekarang.
3. Berpetualang ke dunia akting dan main film 'Tanah Runtu'

Meski awalnya dikenal sebagai seorang penyanyi cilik dengan suara khasnya, Yoan juga mulai merambah dunia akting. Ketertarikannya berawal dari rasa penasaran saat ditawari casting iklan oleh manager-nya.
Dalam ceritanya, Yoan menyebutkan bahwa kala itu manager-nya menawarkan casting iklan yang dirangkum dalam cerita pendek, sehingga membuatnya tertantang belajar dunia akting.
"Akting ya belum ada experience, cuman penasaran gitu rasanya gimana di dunia akting," katanya.
Awal mula ikut casting iklan ini tentu menjadi hal yang tak bisa dilupakannya. Yoan juga menambahkan bahwa pertama kali terjun dunia akting tentu dirinya nggak langsung berhasil, hingga akhirnya terus mencoba dan kesempatan emas datang saat ia bisa bermain film layar lebar.
"Pertama kali ya nggak langsung berhasil lah gitu kan, sekali dua kali nggak berhasil, begitu yang berikutnya film 'Tanah Runtu' ini aku langsung beradu akting dengan pemain senior senior ya kan, im Vino G Bastian," sambungnya.
Dari pengalaman ini, ia semakin tertarik dengan dunia akting dan mempelajari cara berakting natural. Selama di lokasi syuting dengan para senior terdahulunya, ia belajar bagaimana memulai akting, dari sinilah ketertarikan dunia akting semakin terbentuk.
Saat ini, Yoan terbuka untuk semua tawaran, baik bernyanyi maupun berakting. "Ada acting ayo, ada nyanyi ayo gitu," ujarnya dengan semangat.
4. Cara Yoan hadapi masa pubertas

Yoan mengakui bahwa saat ini ia berada di masa pubertas yang menantang.
"Suara aku tuh lagi gak stabil gitu, lagi labil-labilnya suara aku," curhatnya.
Tak hanya suara, suasana hati dan mood-nya pun sering berubah-ubah, Ma, selayaknya remaja pada umumnya, kok.
Meski begitu, Yoan mengaku bahwa di masa sulit ini, peran keluarga dan orang-orang terdekat sangat berarti. Karena hadirnya mereka, Yoan bisa kembali bangkit untuk terus berjuang.
"Nah itu peran orangtua tuh penting di situ, peran keluarga, teman, dan orang-orang yang selalu support," jelas Yoan.
Mereka selalu memberikan motivasi bahwa masa pubertas ini hanya sementara dan semuanya akan stabil kembali. "Mereka tuh lebih ngasih advice ke aku bahwa semua kan baik-baik aja, semua pasti ada jalannya, kita cari jalannya pelan-pelan, jangan dibawa stres dulu, gitu," kenangnya.
Di usia remaja yang masih dalam proses membentu karakter hidup, Yoan juga membagikanc aranya bagaimana ketika ia menghadapi perasaan lelah dan stres.
Ia memilih mengatur waktu dengan baik antara sekolah dan job. "Pinter-pinter manage harinya aja," ujarnya, mencontohkan bahwa Senin sampai Jumat ia fokus sekolah dan mengambil job hanya di akhir pekan.
5. Tiga tantangan yang dihadapi dan pesannya untuk anak Indonesia

Yoan mengungkapkan ada tiga tantangan utama yang ia hadapi sebagai seorang musisi dan aktor di usia dini. Pertama adalah suaranya yang tipikal nanggung, tidak terlalu rendah maupun tinggi. Kedua adalah mood yang harus dijaga agar tidak mudah marah.
"Kalo bisa mungkin kalo marah ya udah mendingan diem, daripada teriak-teriak, daripada banting barang gitu, selain merugikan orang lain, merugikan diri sendiri juga ya," jelasnya.
Yang ketiga, menurutnya simple namun tidak mudah, adalah mencari ukuran baju yang pas untuk remaja dengan postur nanggung seperti dirinya. Siapa nih, anak mama yang juga merasakan hal ini? Pasti relate, ya!
Nah, di akhir wawancara, Yoan juga memberikan pesan inspiratif untuk anak-anak Indonesia bahwa setiap orang punya cahayanya masing-masing untuk bersinar.
"Jangan takut di fase gelap, karena dari sanalah kita belajar untuk bersinar," tuturnya.
Yoan juga berbagi tips bagi anak-anak yang ingin berkarier di dunia tarik suara seperti dirinya untuk terus semangat pantang menyerah, dan terus merawat identitas suara yang dimiliki.
Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi tubuh, terutama dengan tidak tidur larut malam, serta tetap semangat dalam berlatih. Baginya, mencari passion dan menekuninya dengan sungguh-sungguh adalah kunci kesuksesan.
Itulah cerita awal mula Yoan terjun di dunia tarik suara dan akting di usia dini. Nah, untuk yang ingin lebih dekat dengan Yoan, yuk, hadir dalam 'Pesta Anak Bahagia 2026' yang akan berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026 di Piazza, Gandaria City.
Di sana, nggak hanya bisa menyaksikan penampilan seru dari Yoan aja, Ma, tapi juga ada berbagai aktivitas seru yang mendukung tumbuh kembang anak, dan dapatkan pengalaman belajar serta bermain yang tak terlupakan.





















