Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, seperti nira atau sari kurma mentah, buah yang sudah digigit kelelawar, atau daging hewan terinfeksi yang tidak dimasak matang
Kontak langsung dengan hewan terinfeksi (termasuk babi) atau cairan tubuhnya
Penularan dari orang ke orang dalam lingkup keluarga, terutama jika ada anggota keluarga yang terinfeksi
Anak Bisa Kena Virus Nipah, Kenali Gejala dan Cara Cegahnya

Virus Nipah bisa menyerang siapa saja termasuk anak, jadi penting bagi Mama untuk memahami risikonya
Anak yang terinfeksi virus Nipah bisa menunjukkan gejala ringan hingga berat, jadi Mama perlu waspada sejak dini
Belum ada vaksin untuk virus Nipah, jadi pencegahan adalah satu-satunya cara terbaik melindungi anak
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan imbauan penting terkait ancaman virus Nipah yang perlu diwaspadai.
Meski belum ada laporan kasus pada manusia di Indonesia, virus ini telah terdeteksi pada kelelawar buah di wilayah Indonesia, sehingga potensi penularan tetap ada dan perlu diantisipasi secara serius.
Virus Nipah (NiV) adalah virus zoonosis yang ditularkan terutama melalui kelelawar buah. Virus ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan penyakit berat mulai dari gangguan pernapasan akut hingga ensefalitis (radang otak) yang mematikan
Tingkat kematian akibat virus Nipah mencapai 40-75 persen. Hingga saat ini, belum ada vaksin maupun antivirus untuk mencegah atau mengatasi virus ini, sehingga pencegahan melalui perilaku dan lingkungan yang sehat menjadi strategi utama.
Simak penjelasan Popmama.com mengenai virus Nipah dan ketahui gejala serta cara mencegahnya.
Table of Content
1. Virus Nipah bisa menyerang anak di segala usia

Berdasarkan data yang dipaparkan IDAI, semua kelompok usia dapat terinfeksi virus ini, mulai dari bayi usia 0,5 tahun hingga lansia di atas 75 tahun. Meskipun secara statistik kasus lebih sering terjadi pada dewasa muda dengan median usia 17-27 tahun, bukan berarti anak-anak kebal dari ancaman ini.
Bukti nyata bahwa anak bisa tertular virus Nipah terlihat dari kasus yang tercatat pada wabah di Kerala, India tahun 2023, di mana seorang anak berusia 12 tahun menjadi salah satu korban. Penularan virus dapat terjadi melalui beberapa cara:
Karena itu, peran Mama sangat penting dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan menghindari sumber penularan potensial sebagai kunci perlindungan anak.
2. Gejala virus Nipah yang harus Mama ketahui

Virus Nipah memiliki spektrum gejala yang luas, mulai dari tanpa gejala sama sekali (asimtomatik) hingga kondisi yang sangat berbahaya seperti radang otak (ensefalitis) yang dapat mematikan. Berikut gejala virus Nipah yang perlu Mama waspadai pada anak:
Demam
Sakit kepala
Batuk
Sakit tenggorokan
Nyeri otot
Sesak napas
Muntah
Kesulitan menelan
Peradangan otak
Radang otak akibat Virus Nipah dapat memicu gejala berat seperti rasa mengantuk yang tidak wajar, kesulitan fokus, kebingungan terhadap waktu dan tempat, serta perubahan perilaku atau emosi yang drastis. Dalam kondisi paling parah, infeksi virus ini dapat berujung pada kematian.
Karena itu, deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting, terutama jika anak mengalami demam yang disertai gangguan pernapasan atau gejala neurologis (gangguan saraf), terlebih bila terdapat riwayat kontak berisiko.
3. Enam cara untuk meindungi anak dari virus Nipah

Karena belum ada vaksin atau obat khusus untuk virus Nipah, pencegahan adalah cara terbaik melindungi anak. Berikut enam langkah sederhana yang bisa Mama terapkan untuk menjaga anak tetap aman dari ancaman virus ini:
Hindari konsumsi nira atau aren mentah
Pastikan nira atau aren dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi oleh anak. Minuman mentah berisiko terkontaminasi air liur kelelawar yang membawa virus.
Cuci dan kupas kulit buah secara menyeluruh
Selalu cuci buah dengan air mengalir dan kupas kulitnya sebelum diberikan kepada anak. Buang buah yang menunjukkan tanda gigitan atau kontaminasi dari hewan.
Masak daging hingga benar-benar matang
Terutama daging babi, kuda, dan hewan ternak lainnya harus dimasak dengan sempurna. Jangan berikan daging setengah matang kepada anak.
Jauhkan anak dari hewan ternak yang berisiko
Hindari membawa anak ke area peternakan babi, kuda, atau hewan ternak lainnya yang berpotensi terinfeksi, terutama di daerah dengan populasi kelelawar buah yang tinggi.
Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Biasakan anak mencuci tangan secara teratur dengan sabun, ajarkan etika batuk dan bersin yang benar, serta gunakan masker jika ada anggota keluarga yang sedang sakit.
Segera konsultasi ke dokter jika anak sakit
Jika anak mengalami gejala demam disertai sakit kepala, muntah, leher kaku, kejang, atau penurunan kesadaran, segera bawa ke dokter. Terutama jika ada riwayat kontak dengan hewan atau konsumsi bahan makanan berisiko.
Dengan menerapkan enam langkah pencegahan ini, Mama dapat melindungi anak dari ancaman virus Nipah. Setelah mengetahui gejala dan cara cegahnya, apakah Mama sudah siap menerapkan langkah-langkah ini untuk menjaga kesehatan anak?


















