Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Jemari Kecil, Teater Musikal Tuli Hadir di Galeri Indonesia Kaya

jemari kecil teater
Dok. Galeri Indonesia Kaya
Intinya sih...
  • Jemari Kecil menjadi teater musikal Tuli pertama di Indonesia, menghadirkan kolaborasi setara antara seniman Tuli dan dengar, baik di atas panggung maupun dalam proses kreatifnya.
  • Kisah Mentari, penari Tuli yang bangkit dari duka, disampaikan lewat bahasa isyarat, musik, dan gerak, menghadirkan pengalaman emosional yang inklusif dan menyentuh.
  • Pementasan bagian dari rangkaian musikal Galeri Indonesia Kaya hingga Maret 2026, dapat ditonton gratis, sekaligus mendorong akses seni yang lebih inklusif untuk publik.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengawali tahun 2026, ruang seni ini menghadirkan sebuah pementasan yang berbeda dan penuh makna, yakni Jemari Kecil, sebuah teater musikal Tuli pertama di Indonesia yang hadir di Galeri Indonesia Kaya.

Pertunjukan yang dipersembahkan oleh komunitas Fantasi Tuli ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga membawa pesan kuat tentang inklusivitas, kolaborasi, dan cara baru merasakan seni di luar batas bahasa lisan.

Berikut Popmama.com rangkum fakta menariknya!

1. Musikal Tuli pertama di Indonesia, kolaborasi seniman Tuli dan dengar

jemari kecil teater
Popmama.com/Putri Syifa N

Jemari Kecil menjadi tonggak penting karena disebut sebagai teater musikal Tuli pertama di Indonesia. Pertunjukan ini menghadirkan kolaborasi antara seniman Tuli dan seniman dengar dalam satu panggung yang setara.

Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, menyampaikan bahwa pementasan ini menjadi wujud panggung yang terbuka untuk keberagaman cara berekspresi.

“Kami percaya bahwa seni memiliki peran penting sebagai ruang temu, di mana perbedaan bukan menjadi batas, melainkan kekayaan yang saling melengkapi. Kehadiran pementasan Jemari Kecil oleh Fantasi Tuli di Galeri Indonesia Kaya diharapkan dapat membuka perspektif baru bagi penonton, sekaligus memperluas ruang apresiasi terhadap karya-karya yang lahir dari pengalaman dan cara pandang yang beragam,” tuturnya.

Tak hanya di atas panggung, semangat inklusivitas juga terasa di balik layar. Proses kreatifnya melibatkan kolaborasi sutradara dari dua dunia, yakni Hasna Mufidah sebagai seniman Tuli dan Dhea Seto dari kalangan dengar, sehingga pendekatan artistiknya benar-benar dibangun secara bersama sejak awal.

2. Kisah emosional tentang kehilangan, harapan, dan menemukan kembali semangat

jemari kecil teater
Popmama.com/Putri Syifa N

Musikal berdurasi sekitar 90 menit ini mengangkat cerita tentang Mentari, seorang penari Tuli yang kehilangan semangat menari setelah papanya seorang musisi dan sudah meninggal dunia. Dalam perjalanannya, Mentari bertemu Awan, produser musik yang membantunya menemukan kembali makna gerak, ritme, dan ekspresi.

Cerita disampaikan lewat perpaduan bahasa isyarat, musik, gerak tubuh, dan teater visual, sehingga emosi tetap tersampaikan meski tanpa bergantung sepenuhnya pada bahasa lisan.

Pascal Meliala, pimpinan produksi sekaligus penulis naskah, menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan mengajarkan teman Tuli menari atau memahami musik, melainkan menciptakan cerita yang kuat dan menghibur. Ia juga menyoroti semangat belajar para pemain Tuli yang sangat tinggi selama proses produksi.

“Kata kata ‘musikal’ dan ‘tuli’ seharusnya tidak berada di kalimat yang sama. Hal yang paling sulit dari proses produksi ini bukanlah mengajarkan teman tuli menari atau menjelaskan tentang musik. melainkan membuat sebuah cerita yang baik dan menghibur,”pungkasnya.

Menariknya lagi, musikal ini juga inklusif secara usia, dengan pemain dari rentang 12 hingga 43 tahun.

jemari kecil teater
Popmama.com/Putri Syifa N

Kehadiran Jemari Kecil menjadi pembuka rangkaian musikal Indonesia di Galeri Indonesia Kaya yang berlangsung sampai Maret 2026. Seluruh pertunjukan bisa disaksikan secara gratis, jadi bisa jadi pilihan aktivitas seni untuk keluarga dan anak-anak yang sudah lebih besar.

Berikut jadwal pementasannya:

  • Sabtu, 31 Januari 2026

Pukul 15.00 & 19.00 WIB

Jemari Kecil – Fantasi Tuli

  • Sabtu, 7 Februari 2026

Pukul 15.00 & 19.00 WIB

Rumah Pikiran & Hati – Jakarta Art House

  • Sabtu, 14 Februari 2026

Pukul 15.00 & 19.00 WIB

Sie Jin Kwie Ceng Tang – Sanggar Wayang Potehi Siauw Pek San

  • Sabtu, 28 Februari 2026

Pukul 15.00 WIB

Lika-Liku (Tur) Belakang Panggung – Pranalika Production

  • Sabtu, 7 Maret 2026

Pukul 15.00 WIB

Kisah Abadi – Unlimitale

  • Sabtu, 14 Maret 2026

Pukul 15.00 WIB

Pentas Musikal “Kakek dan Perahu Kuning” – Waktunya Main

Rangkaian ini menunjukkan komitmen Galeri Indonesia Kaya dalam menghadirkan seni pertunjukan yang inklusif, beragam, dan bisa dinikmati berbagai kalangan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More

3 Alasan Bermain LEGO Bisa Eratkan Bonding Orangtua dan Anak

01 Feb 2026, 18:21 WIBBig Kid