Di balik perasaan diabaikan, anak tengah ternyata menyimpan banyak kelebihan yang patut diapresiasi, lho.
Terlepas dari urutan kelahirannya, anak tengah selalu punya caranya sendiri untuk bersinar. Lewat proses tumbuh yang mungkin terasa kurang diperhatikan, mereka justru belajar banyak hal berharga.
Para anak tengah ini sudah terbiasa belajar untuk mandiri karena tidak selalu mendapat bantuan instan. Selain itu, posisinya di tengah membuat mereka belajar menjadi pribadi yang peka dan mudah beradaptasi.
Anak tengah juga terbiasa menjadi penengah atau penjaga keseimbangan dalam interaksi keluarga. Kemampuan ini seringkali menjadi bekal berharga saat mereka dewasa dalam membangun hubungan sosial.
Secara garis besar, middle child syndrome sendiri bisa dikatakan nyata maupun tidak, Ma. Namun yang terpenting, perasaan anak tengah tetaplah valid dan perlu didengar.
Setiap anak, apa pun urutan kelahirannya, butuh kasih sayang dan perhatian yang sama dari orangtuanya. Dengan memahami perasaan mereka, Mama bisa membantu anak tengah tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan bahagia.