Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bolehkah Cek HP Anak? Ini Aturan dan Cara yang Tepat Menurut Psikolog
Magnific/freepik
  • Orangtua perlu membuat kesepakatan jelas sebelum memberi HP, agar anak memahami bahwa perangkat dapat diperiksa bila diperlukan tanpa merasa privasinya tiba-tiba diterobos.
  • Pemeriksaan HP sebaiknya tidak dilakukan diam-diam, terlalu sering, atau dengan membaca seluruh percakapan; tujuannya menjaga keamanan dan mengajarkan anak bertanggung jawab, bukan mencari kesalahan.
  • Pendampingan paling penting pada remaja awal usia sekitar 10–14 tahun, lalu disesuaikan dengan kematangan, tanggung jawab, dan risiko; anak yang lebih dewasa perlu lebih banyak dialog serta ruang privasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memberikan HP pada anak bukan sekadar memberi perangkat, tapi juga tanggung jawab. Sebagai orangtua, kita perlu memastikan anak menggunakannya dengan aman dan bijak.

Namun, masih banyak dari kita mungkin bingung dan bertanya-tanya, kapan dan bagaimana cara mengecek HP anak?

Jangan sampai niat menjaga malah membuat anak merasa tidak dipercaya, Ma. Itulah yang ditekankan oleh Irma Gustiana A, Psikolog Klinis Anak, Remaja, Keluarga, dalam salah satu unggahannya di Instagram.

Melalui unggahan yang dibagikan, Irma menjelaskan bagaimana pentingnya kesepakatan sejak awal sebelum memberikan HP. Aturan yang jelas akan membuat anak memahami batasan tanpa merasa privasinya diterobos.

Nah, untuk lebih lanjut bagaimana cara cek HP anak yang tepat, berikut Popmama.com rangkumkan penjelasan dari Psikolog yang bisa jadi pertimbangan.

1. Buat kesepakatan sejak awal sebelum memberikan HP

Magnific/freepik

Hal pertama yang harus dilakukan orangtua adalah membuat kesepakatan yang jelas sejak awal. HP boleh digunakan, tapi orangtua tetap punya ruang untuk mengecek bila diperlukan.

Kesepakatan ini penting agar anak tahu aturannya sejak awal. Dengan begitu, anak tidak akan merasa privasinya tiba-tiba diterobos oleh kita, Ma.

Seperti yang dijelaskan oleh Irma Gustiana A, kesepakatan di awal ini dilakukan untuk Mama mengawasi anak bila memang diperlukan, bukan dilakukan diam-diam, bukan setiap saat, dan bukan untuk mencari-cari kesalahan.

2. Batasan yang harus dihindari saat cek HP anak

Magnific/freepik

Meski mengecek HP anak itu boleh-boleh saja, Irma menekankan bahwa ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan orangtua saat mengecek HP anak.

Pastikan Mama tidak mengecek diam-diam, tanpa izin anak. Lalu, menegcek HP juga tidak perlu dilakukan setiap saat dan pastikan tidak membaca semua percakapan di ruang obrolannya.

Tujuan mengecek HP anak itu adalah untuk memastikan keamanan dan mereka menggunakannya dengan bertanggung jawab, bukan untuk mencari kesalahan mereka, Ma.

Seperti penjelasan Irma, "Tujuannya menjaga, bukan mengontrol. Memastikan anak aman sambil pelan-pelan mengajarkannya menjaga diri sendiri."

3. Usia berapa anak masih perlu didampingi?

Magnific/freepik

Lebih lanjut, Irma menekankan bahwa tidak ada angka yang berlaku sama untuk semua anak terkait batasan usia pendampingan.

Pada remaja awal sekitar 10–14 tahun, monitoring orangtua masih sangat penting dilakukan.

Namun setelah usia tersebut, pendampingan perlu disesuaikan dengan usia, kematangan, tanggung jawab, dan risiko yang dihadapi anak. Semakin bertambah usia, cara mendampingi pun perlu berubah.

Sebagai orangtua, kita perlu memahami bahwa tujuan mengecek HP bukan untuk mengetahui semua kehidupan anak. Tujuannya adalah menjaga, bukan mengontrol perilaku mereka.

Semakin dewasa, anak perlu lebih banyak diajak berdialog dan diberi ruang privasi. Jangan sampai tujuan mengecek HP anak ini justru membuat mereka mereasa terindimidasi, alih-alih diberi dampingan.

Dengan kesepakatan awal dan pendampingan yang tepat, ini akan membuat anak merasa aman, bukan terkekang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article