Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Panduan Lengkap Bikin Akun untuk Anak yang Aman dan Mudah

6 min read
Panduan Lengkap Bikin Akun untuk Anak yang Aman dan Mudah
Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI
  • Orangtua disarankan mendampingi anak saat membuat akun digital, memilih platform dengan kontrol orang tua untuk menjaga data dan membatasi paparan konten negatif.

  • Google Family Link memungkinkan akun Gmail anak di bawah 13 tahun terhubung ke pengawasan orangtua, sementara iCloud dan WhatsApp menyediakan pengaturan akun serta verifikasi yang melibatkan orangtua.

  • Untuk kebutuhan belajar dan hiburan, anak dapat memakai Yahoo Mail, Outlook, Google Classroom, serta YouTube Kids dengan batas usia tontonan dan fitur pencarian yang dapat diatur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di era digital seperti sekarang ini, anak-anak memang sudah akrab banget ya dengan teknologi, mulai dari keperluan sekolah online sampai sekedar menonton video edukasi.

Gak jarang juga si Anak mulai merengek untuk dibuatkan akun sendiri supaya gak perlu bermain di ponsel Mama dan Papa terus. 

Tapi sebagai orangtua, wajar banget kalau Mama dan Papa merasa cemas soal keamanan data dan konten apa saja yang mereka tonton di internet.

Tenang saja, Mama nggak perlu panik! Kuncinya ada pada pendampingan dan pemilihan platform yang tepat dengan fitur kontrol orang tua (parental control). 

Dengan begitu, Mama tetap bisa memberikan ruang bagi si Anak untuk belajar mandiri secara digital tanpa harus khawatir mereka terpapar hal-hal negatif. 

Yuk, intip pandungan lengkap bikin akun untuk anak yang aman dan mudah di Popmama.com!

  1. 1. Membuat akun Gmail anak dengan Family Link

    Logo Gmail
    Mailgoogle.com

    Akun Gmail saat ini menjadi salah satu syarat utama buat daftar berbagai aplikasi belajar di sekolah. 

    Supaya aman, jangan buat akun biasa ya, Ma. Gunakan aplikasi Google Family Link agar Mama maupun Papa dapat memantau aktivitasnya langsung dari ponsel Mama dan Papa.

    Cara membuatnya seperti ini, Ma.

    • Buka aplikasi Google Family Link di perangkat Mama atau Papa dengan  mengunjungi situs resminya.
    • Masukkan nama lengkap si Anak, lalu buat alamat email serta kata sandi yang mudah diingat oleh anak tapi tetap aman.
    • Masukkan tanggal lahir asli anak dan sistem Google akan otomatis mendeteksi jika usianya di bawah 13 tahun dan meminta persetujuan akun Mama dan Papa sebagai pengelola.
    • Ikuti instruksi verifikasi, setujui syarat ketentuannya, dan akun Gmail si Anak sudah terhubung dan aman dalam pengawasan Mama atau Papa.

  2. 2. Membuat akun Yahoo Mail untuk belajar

    Logo Yahoo
    Yahoo.com

    Kalau Mama dan Papa mencari alternatif email dengan tampilan yang klasik, bersih, dan mudah dipahami anak-anak yang baru belajar berkirim pesan. 

    Yahoo Mail bisa jadi pilihan yang seru untuk si Anak.

    Ini cara membuatnya, Ma.

    • Akses situs resmi Yahoo Mail di browser laptop atau gadget, lalu klik opsi untuk membuat akun baru atau daftar
    • Isi kolom formulir pendaftaran dengan nama lengkap anak, alamat email mereka, kata sandi, serta nomor HP aktif Mama untuk verifikasi.
    • Masukkan tanggal lahir anak dengan akurat dan klik lanjut ke tahap verifikasi nomor seluler.
    • Masukkan kode unik 6 digit yang masuk via SMS ke ponsel Mama atau Papa, dan akun Yahoo Mail si Anak resmi aktif.

  3. 3. Membuat akun Outlook Microsoft

    Logo Microsoft
    Microsoft.com

    Outlook sering kali jadi andalan kalau sekolah anak menggunakan ekosistem Windows atau aplikasi Office seperti Word dan PowerPoint. 

    Tampilannya yang rapi dan sangat ramah dipakai si Anak untuk belajar jangka panjang.

    Ini cara membuatnya, Ma.

    • Kunjungi situs resmi Outlook.com dan pilih tombol untuk membuat akun gratis baru.
    • Ketik nama email yang diinginkan anak dan pilih akhiran domain seperti @outlook.com atau @hotmail.com.
    • Buat kata sandi yang kuat, lalu masukkan nama depan serta nama belakang si Anak di kolom yang tersedia.
    • Lengkapi informasi negara dan tanggal lahir, selesaikan teka-teki verifikasi gambar untuk membuktikan keamanan, dan akun selesai dibuat!

  4. 4. Membuat akun Icloud Mail untuk perangkat Apple

    Logo Icloud
    Apple.com

    Untuk Mama dan Papa  yang meminjamkan iPad atau iPhone untuk sarana belajar si Anak, pasti memerlukan akun iCloud Mail. 

    Memiliki akun Icloud Mail sendiri adalah langkah paling praktis agar data si Anak tidak tercampur dengan data Mama maupun Papa.

    Cara membuatnya seperti ini, Ma.

    • Masuk ke menu pengaturan (settings) di perangkat Apple atau buka situs iCloud.
    • Pilih opsi untuk membuat ID Apple baru, lalu masukkan nama lengkap dan tanggal lahir si Anak.
    • Gunakan email aktif Mama atau Papa sebagai pemulihan atau buat alamat email iCloud baru yang mudah diingat anak.
    • Atur kata sandi yang aman, verifikasi nomor telepon Mama atau Papa, dan ID Apple anak siap digunakan di perangkat mereka.

  5. 5. Membuat akun WhatsApp Parent-Managed

    Logo WhatsApp
    Googleplay.com

    WhatsApp memang sangat membantu si Anak untuk koordinasi grup tugas sekolah. Walaupun belum ada fitur khusus anak, Mama atau Papa bisa menggunakan WhatsApp Parent-Managed.

    Ini cara membuatnya.

    • Buka Google Play Store atau Apple App Store di perangkat anak, lalu unduh dan instal aplikasi WhatsApp.
    • Buka aplikasi, pilih bahasa, lalu ketuk setuju dan lanjutkan (agree and continue).
    • Ketuk opsi lain (more options), lalu pilih buat akun yang dikelola orangtua (create a parent-managed account).
    • Masukkan nomor telepon yang akan digunakan oleh si Anak, lalu ikuti proses verifikasi nomor tersebut.
    • Masukkan tanggal dan tahun lahir anak untuk mengonfirmasi rentang usianya.
    • Ketuk lanjutkan untuk menghubungkannya dengan akun Mama atau Papa.
    • Di perangkat Mama atau Papa, pastikan WhatsApp sudah aktif. 
    • Pindai kode QR yang muncul di layar perangkat anak menggunakan kamera ponsel Mama atau Papa untuk menautkannya. 
    • Buat 6 digit PIN Orangtua. PIN ini sangat penting dan bersifat rahasia untuk mengubah pengaturan privasi serta mengontrol aktivitas anak.
    • Setelah memasukkan PIN, ketuk selesai.
    • si Anak kini bisa mengetik nama profil mereka, dan akun terkelola sudah resmi aktif.

  6. 6. Membuat akun Youtube Kids untuk Anak

    Logo YouTube Kids
    Googleplay.com

    Supaya waktu menonton si Anak lebih terarah dan bebas dari video dewasa yang tidak pantas, aplikasi YouTube Kids adalah penyelamat wajib bagi para Mama dan Papa di rumah, nih!

    Ini cara membuatnya.

    • Unduh aplikasi YouTube Kids lewat Google Play Store atau Apple App Store di ponsel si Anak atau ponsel Mama dan Papa.
    • Buka aplikasinya, pilih peran sebagai orangtua, dan masukkan tahun lahir Mama atau Papa untuk verifikasi usia.
    • Masuk menggunakan akun Google utama milik Mama atau Papa, lalu baca serta setujui ketentuan privasinya.
    • Pilih batasan usia tontonan yang sesuai dengan tumbuh kembang anak (misalnya kategori Balita atau Anak Usia Lebih Besar) dan atur fitur pencarian sesuai keinginan Mama dan Papa.

  7. 7. Membuat akun Google Classroom

    Logo Google Classroom
    Googleplay.com

    Google Classroom merupakan platform pembelajaran daring gratis yang dikembangkan untuk mempermudah kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa. 

    Ini dia cara membuat akunnya, Ma.

    • Unduh aplikasi Google Classrom di ponsel anak.
    • Siapkan akun Google (Email) anak.
    • Masuk ke Google Classroom dengan Email anak melalui ponselnya.
    • Bergabung ke kelas menggunakan kode yang diberikan oleh guru si Anak
    • Ketuk “gabung/join”
    • si Anak kini sudah resmi terdaftar di dalam kelas virtual tersebut dan bisa melihat tugas atau materi dari guru.

    Menyiapkan akun digital pertama bagi anak usia 10-12 tahun memang memerlukan perhatian khusus dari Mama dan Papa, mulai dari pemilihan platform yang aman hingga pemanfaatan fitur kontrol orangtua yang tersedia. 

    Itu dia pandungan lengkap bikin akun untuk anak yang aman dan mudah.

    Dengan panduan yang tepat, langkah awal si Anak di dunia digital tidak hanya menjadi sarana belajar dan bersosialisasi yang menyenangkan, tetapi juga tetap berada dalam pengawasan yang bijak demi keamanan mereka.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More