Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Dampak Kurang Aktivitas pada Anak
Pexels/rdnestockproject
  • Kurangnya aktivitas fisik pada anak dapat menurunkan kebugaran tubuh, melemahkan otot dan tulang, serta meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kronis di masa depan.
  • Anak yang jarang bergerak lebih rentan mengalami gangguan imun, postur tubuh buruk, serta masalah metabolisme yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.
  • Aktivitas fisik berperan penting menjaga kesehatan mental dan kualitas tidur anak, membantu mereka merasa lebih bahagia, rileks, serta mendukung tumbuh kembang optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di era digital seperti sekarang, tidak sedikit anak yang lebih senang menghabiskan waktu di depan layar gadget dibandingkan bermain di luar rumah. Padahal, aktivitas fisik merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak yang tidak boleh diabaikan.

Anak usia sekolah maupun balita dianjurkan tetap aktif bergerak setiap hari. Selain membantu menjaga kebugaran tubuh, aktivitas fisik juga berperan dalam mendukung perkembangan otak, kesehatan mental, hingga kualitas tidur anak.

Lantas, apa saja dampak jika anak kurang bergerak? Berikut Popmama.com rangkum 7 dampak kurang aktivitas fisik pada anak. 

1. Kesehatan fisik anak dapat menurun

Pexels/vitlygariev

Kurangnya aktivitas fisik dapat membuat tubuh anak menjadi kurang bugar. Otot dan tulang tidak berkembang secara optimal sehingga anak lebih mudah merasa lelah saat beraktivitas.

Selain itu, kebiasaan bergerak juga membantu menjaga kesehatan jantung, paru-paru, serta meningkatkan daya tahan tubuh anak.

2. Anak lebih rentan sakit

Pexels/AleksandarAndreev

Aktivitas fisik ternyata juga berhubungan dengan sistem imun.

Dilansir dari halodoc.com, gerakan tubuh secara teratur dapat membantu meningkatkan sel-sel kekebalan tubuh yang berfungsi melawan infeksi dan penyakit. Sebaliknya, jika anak jarang bergerak, sistem imun tidak bekerja secara optimal sehingga risiko terserang penyakit menjadi lebih tinggi.

3. Risiko obesitas meningkat

Pexels/kseniachernaya

Kurang bergerak membuat kalori yang masuk ke tubuh tidak terbakar dengan baik. Apalagi jika disertai pola makan tinggi gula, garam, dan lemak.

Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, anak lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas. Obesitas pada anak juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis saat dewasa.

4. Kesehatan mental menjadi kurang optimal

Pexels/marytaylor

Aktivitas fisik tidak hanya baik untuk tubuh, tetapi juga untuk kesehatan mental anak.

Dilansir dari halodoc.com, olahraga dapat merangsang pelepasan hormon endorfin di otak yang membantu meningkatkan suasana hati sekaligus mengurangi stres. Karena itu, anak yang aktif bergerak cenderung merasa lebih bahagia, percaya diri, dan mampu mengelola emosinya dengan lebih baik.

5. Postur tubuh menjadi kurang baik

Pexels/NormaMortenson

Anak yang terlalu lama duduk atau bermain gadget tanpa diimbangi aktivitas fisik berisiko mengalami gangguan postur tubuh.

Kurangnya aktivitas untuk memperkuat otot punggung, bahu, dan inti tubuh dapat membuat anak lebih mudah membungkuk, mengalami nyeri punggung, hingga gangguan postur saat masa pertumbuhan.

6. Metabolisme tubuh dapat terganggu

Pexels/kampusproduction

Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga metabolisme tubuh anak.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan metabolik, termasuk mengatur penggunaan energi, kadar gula darah, dan fungsi tubuh secara keseluruhan. Anak yang kurang aktif berisiko mengalami gangguan metabolisme yang dapat memengaruhi kesehatannya dalam jangka panjang.

7. Kualitas tidur menurun

Pexels/marytaylor

Anak yang kurang bergerak sering kali mengalami kesulitan tidur atau kualitas tidurnya menjadi kurang baik.

Hal ini semakin sering terjadi di era digital karena banyak anak menghabiskan waktu bermain gadget di rumah dibandingkan beraktivitas di luar. Padahal, aktivitas fisik membantu tubuh merasa lebih rileks sehingga anak lebih mudah tidur nyenyak pada malam hari.

Dengan tidur yang cukup dan berkualitas, proses pertumbuhan serta pemulihan tubuh anak pun dapat berlangsung lebih optimal.

Pentingnya membiasakan anak aktif bergerak

Membiasakan anak aktif bergerak tidak selalu harus melalui olahraga berat. Mama bisa mengajak si Kecil bermain di taman, bersepeda, berjalan kaki, bermain bola, atau melakukan aktivitas fisik lain yang menyenangkan.

Semakin dini kebiasaan aktif dibangun, semakin besar manfaatnya bagi kesehatan fisik, mental, dan tumbuh kembang anak hingga dewasa nanti.

Editorial Team

Related Article