"Semua peserta yang hadir di ruangan ini berasal dari negara, sekolah, bahasa, dan latar belakang yang berbeda, dengan cara pandang yang beragam terhadap berbagai isu dunia. Namun hari ini, tujuh ratus orang berada di ruangan yang sama, siap berbicara atas nama negara yang mereka wakili dan memperjuangkan isu yang mungkin sebelumnya belum pernah dipelajari. Bagi saya, itu adalah sesuatu yang luar biasa."
486 Suara Anak Indonesia Bersatu di Panggung Diplomasi Internasional di Bangkok

- Sebanyak 486 anak muda Indonesia ikut AYIMUN ke-21 di Bangkok bersama 700 peserta dari 19 negara, membahas isu global seperti lingkungan, kesehatan, dan perdamaian melalui simulasi dewan PBB.
- Ajang ini menekankan kolaborasi lintas budaya dan kemampuan diplomasi generasi muda untuk memahami perbedaan serta mencari solusi bersama, mendapat apresiasi dari para diplomat internasional.
- Kehadiran duta besar dan pemberian beasiswa IGN bagi peserta berprestasi menunjukkan pentingnya peran generasi muda Indonesia dalam diplomasi global dan membuka peluang menuju panggung internasional.
Ratusan anak muda Indonesia berdiri dengan percaya diri di tengah delegasi dari 18 negara lain, yang tergabung dalam Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN).
Anak muda bangsa ini dengan semangat berjuang siap menyuarakan ide, gagasan, dan solusi untuk permasalahan dunia.
Lewat konferensi pers dunia ini, anak-anak belajar berdebat, bernegosiasi, dan berdialog lintas budaya. Inilah momen ketika mimpi besar anak Indonesia bertemu dengan realitas global yang penuh tantangan sekaligus peluang.
Apa yang dilakukan 486 anak muda Indonesia ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa generasi muda tidak perlu menunggu dewasa untuk mulai berkontribusi, Ma.
Justru, pengalaman sejak muda dengan bekal pengetahuan, rasa percaya diri, dan kemauan untuk terus belajar, anak-anak Indonesia mampu bersaing dan bahkan menjadi kebanggaan di tengah forum internasional.
Nah, agar anak mama di rumah turut termotivasi, berikut Popmama.com rangkumkan ulasan selengkapnya.
1. Sebanyak 486 delegasi Indonesia di tengah 700 peserta dari 19 negara

AYIMUN ke-21 yang berlangsung pada 26–29 Juni 2026 di Bangkok, Thailand, menjadi saksi kebersamaan 700 delegasi dari 19 negara.
Dengan total 486 di antaranya berasal dari Indonesia, ini menunjukkan bahwa generasi muda tanah air memiliki antusiasme luar biasa untuk belajar dan terlibat dalam isu-isu global.
Pada konferensi kali ini, tema yang diusung adalah "The Uncertain World: Rethinking Diplomacy in the Face of Crisis", yang menghadirkan sembilan dewan simulasi PBB.
Mulai dari isu lingkungan melalui UNEP, kesehatan global di WHO, hingga perdamaian dan keamanan di DISEC. Setiap delegasi mendapatkan kesempatan untuk mendalami isu yang sebelumnya mungkin asing, lalu memperjuangkannya dengan argumen dan data yang matang.
Di balik penyelenggaraan ke-21 ini, berdiri International Global Network (IGN), organisasi pendidikan internasional yang sejak 2016 telah melibatkan lebih dari 30.000 pemuda dari 160 lebih negara dalam berbagai forum kepemudaan bertaraf internasional.
2. Bukan sekadar kompetisi, tapi kolaborasi lintas budaya

Dalam sambutannya pada Opening Ceremony, Muhammad Fahrizal, Presiden International Global Network, menegaskan makna mendalam di balik ajang ini.
Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa kemampuan diplomasi itu bukan soal pandai berbicara saja, Ma, tapi tentang keberanian untuk keluar dari zona nyaman, belajar memahami perspektif orang lain, dan menemukan titik temu di tengah perbedaan.
Anak-anak muda Indonesia yang hadir di AYIMUN membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk berkontribusi bagi dunia.
Apresiasi ini juga datang dari H.E. Datuk Wan Zaidi Wan Abdullah, Duta Besar Malaysia untuk Thailand, yang menyampaikan kebanggaannya bisa berdiri di hadapan ratusan anak muda dari berbagai belahan dunia yang memiliki semangat belajar dan membangun persahabatan lintas negara.
3. Inspirasi anak untuk maju ke kancah internasional

Kehadiran para duta besar di acara pembukaan semakin menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam diplomasi. H.E. Francisco Tilman Cepeda, Duta Besar Timor-Leste untuk Thailand, menekankan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan saling terhubung.
"Kalian, sebagai generasi muda, memiliki peran penting dalam membawa ide-ide segar dan membangun keterlibatan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang," ujarnya.
Sementara itu, Jack Crawford dari UNESCAP menyoroti relevansi tema besar AYIMUN 21st, bahwa di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, para peserta memilih untuk mempelajari diplomasi dan menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu global.
Kisah 486 anak muda Indonesia di AYIMUN ke-21 ini menjadi bukti nyata bahwa mimpi untuk bersaing di kancah internasional bukanlah hal yang mustahil.
International Global Network (IGN) bahkan memberikan beasiswa penuh kepada empat alumni luar biasa yang telah mengikuti program AYIMUN dan AWMUN lebih dari empat kali, salah satunya Bratasena Ratmowardojo dari Indonesia.
Ini menunjukkan bahwa konsistensi dan dedikasi dalam belajar akan membuka pintu-pintu kesempatan yang lebih besar bagi siapa pun, termasuk anak-anak Indonesia.
Semoga kisah ini bisa jadi inspirasi dan motivasi agar anak semakin semangat untuk bisa bersaing di kancah internasional ya, Ma.


















