Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

10 Fakta Sampah Plastik, Dipakai Sebentar Dampaknya Panjang

10 Fakta Sampah Plastik, Dipakai Sebentar Dampaknya Panjang
Magnific/partystock
Intinya Sih
  • Hari Kantong Plastik Internasional jadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran bahaya sampah plastik, terutama bagi Indonesia yang termasuk penghasil sampah plastik terbesar ke laut.
  • Plastik hanya digunakan sebentar tapi butuh ratusan tahun terurai, berubah jadi mikroplastik yang mencemari laut, membahayakan hewan, dan bahkan masuk ke tubuh manusia.
  • Upaya mengurangi plastik bisa dimulai dari kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler, memakai tas kain, dan memilih kemasan ramah lingkungan agar generasi muda terbiasa menjaga bumi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Hari Kantong Plastik Internasional yang diperingati setiap 3 Juli jadi pengingat penting buat kita semua akan bahaya sampah plastik bagi lingkungan.

Bukan sekadar perayaan semata, momen ini jadi kesempatan emas buat kita semua agar lebih aware dan peduli bumi. Apalagi, Indonesia sebagai negara kepulauan punya tanggung jawab besar menjaga laut dari ancaman sampah plastik.

Untuk menyamut peringatan ini, Mama juga bisa mengajarkan pada anak bahwa setiap tahun lebih dari 8 juta ton sampah plastik mencemari lautan dunia, dan Indonesia masuk dalam 10 besar penghasil sampah plastik ke laut, lho.

Padahal, Indonesia dikenal dengan kekayaan laut yang luar biasa, jadi sangat disayangkan jika sampah plastik mengancam ekosistem di dalamnya. Mulai dari hewan yang terluka hingga mikroplastik yang masuk rantai makanan, semuanya berdampak pada kehidupan kita.

Nah, daripada hanya sekadar tahu, yuk ajak anak belajar tentang sampah plastik dengan cara yang seru dan dekat dengan keseharian mereka.

Kali ini Popmama.com 10 fakta tentang sampah plastik biar anak makin paham kenapa mengurangi plastik itu penting sejak dini.

1. Kantong plastik dipakai rata-rata hanya 10 menit

sampah kantong plastik
Magnific/freepik

Kantong plastik yang kita terima saat belanja biasanya dipakai kurang dari 10–15 menit saja, Ma, dari toko sampai ke rumah. Setelah itu, sebagian besar langsung dibuang.

Meski masa pakainya singkat, ternyata sampah plastik inilah yang punya dampak panjang. Ajak anak sadar, dengan membandingkan waktu dia bermain atau nonton film, biar lebih kebayang.

Dari sini, anak akan punya bayangan bagaimana dampaknya meskipun hanya sebentar dipakai.

2. Plastik butuh 100–500 tahun untuk terurai sempurna

plastik susah terurai
Magnific/freepik

Terus, dampaknya apa ya? Nah, dampak kantong plastik konvensional butuh waktu 100 hingga 500 tahun untuk hancur di alam, Ma. Sementara botol plastik PET bisa bertahan lebih dari 450 tahun.

Artinya, plastik yang dibuang kakek-nenek kita zaman dulu mungkin masih ada di tanah atau laut sampai sekarang. Jadi, beri tahu anak bahwa plastik yang dia pakai hari ini masih akan ada saat dia sudah tua nanti.

3. Plastik nggak sepenuhnya hancur, tapi jadi mikroplastik

mikroplastik
Magnific/freepik

Kata terurai pada sampah plastik ini sering bikin keliru, Ma. Plastik nggak benar-benar hilang, tapi pecah jadi potongan kecil bernama mikroplastik, ukurannya kurang dari 5 mm.

Mikroplastik ini makin sulit dibersihkan dan makin gampang masuk ke mana-mana, bisa ke tanah, ke air, bahkan ke udara. Nah, plastik ini yang bisa jadi serpihan kecil dan tetap berbahaya meski nggak kelihatan.

4. Plastik di laut bisa dikira makanan oleh hewan

sampah plastik di laut
Magnific/freepik

Kantong plastik transparan yang melayang di air sering dikira ubur-ubur oleh penyu, ikan, burung laut, dan mamalia laut juga banyak yang salah mengira plastik sebagai makanan mereka.

Akibatnya, perut mereka penuh sampah sampai nggak bisa makan makanan bergizi lagi.

Ini fakta menyedihkan yang bisa mengajarkan empati anak, coba bayangkan saja kalau kita makan plasti pasti bakal sakit perut banget, kan?

5. Banyak hewan laut mati karena perut penuh plastik

sampah plastik
Magnific/freepik

Bukan cuma terluka, banyak hewan laut yang mati karena plastik. Kasus paus sperma di Wakatobi yang ditemukan mati dengan 5,9 kg sampah plastik di perutnya sempat menggemparkan beberapa tahun lalu, Ma.

Ada juga penyu yang mati karena sedotan menyumbat lubang hidungnya. Tentunya dari sejumlah kisah hewan laut ini bisa jadi pengingat kuat buat anak bahwa sampah kita bisa membunuh makhluk hidup lain.

6. Tidak semua jenis plastik bisa didaur ulang

sampah plastik
Magnific/freepik

Banyak orang mengira semua plastik bisa didaur ulang. Faktanya, hanya beberapa jenis seperti PET yang biasanya bahan untuk botol air mineral dan HDPE yang biasanya dibuat untuk botol susu.

Nah, beberapa jenis inilah yang punya nilai daur ulang tinggi. Sementara kemasan saset, plastik multilayer, dan styrofoam sangat sulit diolah.

7. Sampah plastik dari daratan pasti beralih ke laut

sampah di laut
Magnific/freepik

Plastik yang dibuang sembarangan di jalan, selokan, atau sungai nggak akan hilang begitu saja. Air hujan akan membawanya ke saluran air, lalu ke sungai, dan akhirnya ke laut.

Di Indonesia, sekitar 350.000 ton sampah plastik masuk ke laut setiap tahun. Jadi, coba deh Ma kita bayangkan bagaimana sampah yang dia lihat di pinggir jalan bisa jadi berenang sampai ke rumah ikan-ikan di laut.

Sangat menyedihkan, bukan?

8. Mikroplastik sudah ditemukan di tubuh manusia

iritasi dan gatal
Magnific/pvproductions

Belum lama ini, ada penelitian yang menemukan mikroplastik dalam darah, paru-paru, bahkan plasenta ibu hamil.

Ini terjadi karena kita makan ikan laut, minum air kemasan, menggunakan alat makan berbahan plastik, atau bahkan menghirup debu yang mengandung partikel plastik.

Zat kimia berbahaya dalam plastik bisa mengganggu hormon dan kesehatan. Jadi, kalau anak terus pakai plastik, plastik itu bisa masuk ke dalam tubuh kita sendiri.

9. Produksi plastik terus meningkat, bukan berkurang

sampah plastik
Magnific/wayhomestudio

Dunia memproduksi lebih dari ratusan juta ton plastik setiap tahun, dan jumlahnya terus naik, Ma. Lebih dari setengahnya adalah plastik sekali pakai seperti kantong, sedotan, dan kemasan makanan.

Ini berarti kalau nggak ada perubahan kebiasaan, masalah sampah plastik akan makin parah. Jadi, anak-anak perlu sejak dini diajarkan sebagai pelopor yang memutus rantai kebiasaan buruk penggunaan plastik.

10. Mengurangi plastik bisa dimulai dari hal sederhana

membersihkan sampah .jpg
Magnific/freepik

Mengurangi plastik nggak perlu langsung ekstrem kok, Ma. Karena pada dasarnya, mengurangi sesuatu itu harus dimulai dari cara sederhana dan konsisten terlebih dahulu.

Mulai dari membawa tumbler ke sekolah, pakai tas belanja kain, pilih es krim cone, atau membeli camilan dalam kemasan kertas.

Buat ini jadi kebiasaan tersebut menjadi lebih seru, misalnya dengan menghitung berapa banyak plastik yang berhasil dia kurangi dalam seminggu. Dengan merasa dilibatkan, anak akan bangga jadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.

Itu dia 10 fakta sampah plastik yang menunjukkan bahwa sampah ini hanya dipakai sebentar tapi dampaknya luar biasa panjang.

Yuk, mulai ajak anak bergerak dari kebaisaan kecil, karena perubahan besar dimulai dari kebiasaan yang diajarkan sejak dini.

Selamat memeringati Hari Kantong Plastik Internasional!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More