Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Ikut Arahan Mama, Ini Cara Member Sparkle Seimbangkan Bakat dan Akademik Sekolah!

Ikut Arahan Mama, Ini Cara Member Sparkle Seimbangkan Bakat dan Akademik Sekolah!
Popmama.com/Andrew
Intinya Sih
  • Para mama dari anggota Sparkle menyeimbangkan pendidikan dan hobi anak dengan aturan tegas, jadwal terstruktur, serta komitmen penuh agar prestasi akademik tetap berjalan seiring pengembangan bakat.

  • Mama Nila menekankan komunikasi terbuka dan keseimbangan emosi bagi Fayra, memastikan anak tetap bahagia menjalani aktivitas sambil belajar tanggung jawab melalui manajemen waktu yang disiplin.

  • Mama Salma menunjukkan totalitas dukungan untuk Safaa dengan menghormati pilihan pribadi anak, mengatur ulang jadwal kerja, dan menanamkan nilai konsistensi serta kesungguhan dalam setiap kegiatan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Melihat bakat, rasa percaya diri, dan kreativitas anak mulai tumbuh tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap orangtua. 

Hal ini pula yang dirasakan oleh para mama dari girlband anak-anak, Sparkle. Grup yang beranggotakan tiga talenta muda berbakat—Schalea Fasyannira, Fayra Sukma Anjani, dan Safaa Nafieq Ansafa—ini awalnya terbentuk dari kedekatan mereka sejak masa TK serta keterlibatan dalam proyek vokal bersama.

Namun, di balik kekompakan dan keceriaan mereka di atas panggung, ada peran luar biasa dari para Mama yang harus pintar membagi waktu, menyusun strategi parenting, hingga menerapkan aturan tegas di rumah agar urusan sekolah tetap berjalan beriringan dengan hobi. 

Dalam wawancara eksklusif bersama Popmama.com, ketiga Mama hebat ini membagikan sudut pandang mereka dalam mendukung penuh passion anak mereka.

Berikut Popmama.com sajikan rangkuman cerita dan prinsip parenting dari masing-masing Mama anggota Sparkle!

Table of Content

1. Komitmen dan aturan tegas ala Mama Syanin

1. Komitmen dan aturan tegas ala Mama Syanin

Schalea Fasyannira Sparkle dan Mama Syanindita Trasysty
Popmama.com/Andrew

Bagi Syanindita Trasysty atau yang akrab disapa Mama Syanin, memberikan dukungan untuk passion Schalea harus dibarengi dengan batasan dan aturan yang jelas di rumah agar anak tetap disiplin. 

Mama Syanin memiliki prinsip bahwa mengejar hobi sama sekali tidak boleh mengorbankan kewajiban utamanya sebagai seorang pelajar.

“Kalau aku tipenya ngga nyuruh anak belajar lagi di rumah, jadi urusan sekolah adalah plus. Perhatiin guru ngomong apa sampai paham, supaya di rumah ngga aku suruh-suruh belajar lagi,” ujar Mama Syanin.

Berikut adalah aturan yang diterapkan oleh Mama Syanin dalam mendukung bakat Schalea:

  • Pendidikan tetap nomor satu, memastikan sekolah tetap menjadi prioritas utama di mana nilai-nilai akademis dan tugas-tugas sekolah harus diselesaikan dengan baik tanpa tawar-menawar.

  • Memperdalam ilmu mandiri, begitu minat dan bakat spesifik anak sudah terlihat jelas, orangtua langsung memberikan fasilitas terbaik dengan mendaftarkannya ke kelas atau les formal guna mengasah kemampuannya secara terarah.

  • Menghargai proses latihan, mengajak anak berdiskusi mengenai arah dan target dari hobi tersebut, sehingga anak paham bahwa sesi latihan harus menjalani proses dengan serius dan tidak boleh main-main.

  • Komitmen total orangtua, sadar bahwa dukungan bukan cuma lewat kata-kata, orangtua juga harus meluangkan waktu untuk selalu siap mengantar dan menemani anak di setiap proses kegiatannya.

  • Jadwal rutin di rumah, menetapkan waktu latihan mandiri yang terstruktur. Untuk Schalea sendiri, ia terbiasa menggunakan waktu sore atau malam hari untuk mengulang materi lagu serta mematangkan gerakan stage act yang sedang dipelajari.

2. Cara Mama Nila mendengarkan keinginan anak

Fayra Sukma Anjani Sparkle dan Mama Nila Asmita
Popmama.com/Andrew

Pembentukan Sparkle sendiri tidak lepas dari kepekaan Mama Nila Asmita dalam membaca keinginan dan kenyamanan putrinya, Fayra. 

Duduk di bangku kelas 3 SD, Fayra awalnya mengikuti les vokal bersama sahabat dekatnya. Dari keseruan membuat proyek bersama pada momen Ramadan, Fayra kemudian mengutarakan impiannya untuk memiliki sebuah grup tetap.

Mendengar permintaan sang anak, Mama Nila tidak serta-merta mengabaikannya. Ia langsung berkoordinasi dengan para orangtua lainnya untuk mewujudkan terbentuknya Sparkle. 

Para member Sparkle berada di sekolah yang sama, memiliki usia yang setara, serta menjalani aktivitas yang serupa membuat manajemen waktu mereka menjadi jauh lebih aman dan mudah dikoordinasikan. 

Dalam hal pembagian waktu harian, Mama Nila menetapkan aturan bahwa pekerjaan rumah (PR) sekolah harus diselesaikan terlebih dahulu di rumah masing-masing, baru setelah itu anak-anak bisa berkumpul dan janjian untuk latihan bersama.

3. Strategi mengatasi mood dan menanamkan tanggung jawab ala Mama Nila

Fayra Sukma Anjani Sparkle dan Mama Nila Asmita
Popmama.com/Andrew

Memulai aktivitas baru di dunia hiburan anak tentu menguras banyak tenaga, dan Mama Nila sangat memahami bahwa kestabilan emosi serta mood Fayra bisa naik-turun kapan saja. 

Kuncinya ada pada komunikasi yang terbuka dan tidak memaksakan kehendak orangtua secara sepihak. 

Ketika Fayra pulang ke rumah dan bercerita tentang kelelahan atau masalah dengan teman di sekolahnya, Mama Nila akan mengajak anak mengobrol dari hati ke hati terlebih dahulu.

“Sebenernya memang simpel, semuanya aku dengarkan dan tanyakan kepada anaknya. Selama dia merasa enjoy, happy, untuk ngejalaninnya, yaudah berarti itu masih dalam tahap aman,” ujar Mama Fayra.

Jika Fayra sedang berada dalam kondisi bad mood atau sangat lelah, Mama Nila akan menerapkan strategi relaksasi dengan memberikan jeda waktu istirahat. 

Fayra dibiarkan bebas untuk bermain atau melakukan hal-hal yang ia sukai terlebih dahulu. 

Setelah suasana hatinya kembali ceria dan energinya pulih, barulah Mama Nila mengarahkannya kembali untuk menyelesaikan tugas-tugas serta komitmen aktivitas yang menjadi tanggung jawabnya.

4. Totalitas pendampingan dari Mama Salma

Safaa Nafisa Anfasa Sparkle dan Mama Salma Oktaria
Popmama.com/Andrew

Cerita penuh totalitas juga datang dari Salma Oktaria, Mama dari Safaa. 

Sejak awal melihat kedekatan anak-anak sejak TK hingga kecocokan chemistry yang terbangun kuat saat proyek vokal grup bergulir, Mama Salma sudah membulatkan tekad untuk memberikan dukungan penuh tanpa batas bagi perkembangan potensi Safaa. 

Ia ingin memastikan dirinya selalu ada untuk mendampingi setiap langkah dan mimpi sang anak.

Berprofesi sebagai seorang Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Sp.DVE), Mama Salma rela mengorbankan dan mengatur ulang jadwal praktiknya demi menyesuaikan diri dengan jam les dan latihan Safaa. 

“Yang penting sih, Sava-nya happy, terus kalau memang ini passion-nya dia, ya kita arahkan juga gitu. Dimaksimalkan potensinya,” jelas Mama Safaa.

Keterlibatan langsung ini lahir dari pengalaman masa kecilnya sendiri yang kurang mendapatkan dukungan di bidang seni dari orangtuanya terdahulu. Karena itu, kini ia selalu ikut terlibat dalam memberikan masukan serta ide-ide kreatif untuk penampilan Safaa.

Aktivitas Safaa saat ini terbilang sangat padat, mulai dari les drum di Yamaha, vokal, bahasa Inggris, hingga bidang olahraga seperti berenang dan taekwondo. 

Bahkan, Safaa juga mulai melebarkan sayap ke dunia seni peran dengan mengikuti casting dan terlibat sebagai pemeran pendukung (supporting act) dalam proyek film layar lebar.

5. Hak dan komitmen ala Mama Salma

Safaa Nafisa Anfasa Sparkle dan Mama Salma Oktaria
Popmama.com/Andrew

Meski memfasilitasi banyak kegiatan untuk Safaa, Mama Salma menegaskan bahwa dirinya bukanlah tipe orangtua yang diktator. 

Di rumah, ia membagi kegiatan Safaa menjadi dua kategori yaitu kegiatan wajib pilihan orangtua yang bersifat mendasar seperti bela diri, akademis, bahasa Inggris, dan berenang untuk kemampuan bertahan hidup serta kegiatan seni yang murni berdasarkan keinginan anak seperti vokal dan drum.

Mama Salma sangat menghormati hak suara dan pilihan pribadi anaknya. Ia tidak pernah memaksakan kehendak pribadinya jika anak memang tidak menunjukkan ketertarikan pada suatu bidang.

“Jadi saya pikir, yaudah ke apa, saya cuma ngarahin, tapi keputusan tetap ke dia juga. Kalau dia nggak mau, nggak ada kepengen belajar piano ya, saya nggak akan paksa gitu,” lanjut Mama Safaa.

Dengan jadwal harian yang luar biasa padat, Safaa sendiri membuktikan dirinya sebagai anak yang tangguh dan mau menjalani seluruh prosesnya dengan senang hati. 

Intinya Ma, jika anak merasa sudah tidak sanggup atau tidak menyukai kegiatan tersebut, mereka diperbolehkan berhenti, namun jika memilih lanjut, mereka harus menjalaninya dengan serius, bersungguh-sungguh, dan konsisten.

Melalui komitmen dari Mama Syanin, Mama Nila, dan Mama Salma, saat ini Sparkle tidak hanya tumbuh sebagai grup yang menghibur, tetapi juga menjadi wadah bagi Schalea, Fayra, dan Safaa untuk belajar tentang arti kerja keras dan tanggung jawab sejak dini.

Melihat padatnya rutinitis positif dari para member Sparkle di atas, pola asuh atau cara pembagian waktu harian seperti apa yang paling ingin Mama simulasikan bersama anak di rumah saat ini?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More