Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Sembunyikan Kamera di Rambut, Sang Mama Ungkap Dugaan Anak Dianiaya di Sekolah

Sembunyikan Kamera di Rambut, Sang Mama Ungkap Dugaan Anak Dianiaya di Sekolah
Pexels/Ivonne Vallejos
  • Tiphanee Lee mencurigai putranya yang berusia 7 tahun, autisme non-verbal, mengalami penganiayaan setelah melihat perubahan emosi dan perilaku sepulang dari Field Elementary School, Louisville.

  • Untuk mencari bukti, Lee menyembunyikan kamera kecil di rambut anaknya. Rekaman yang diperoleh disebut menunjukkan anak berada dalam situasi ketakutan, tertekan, dan tidak berdaya.

  • Setelah sekolah belum merespons bukti pada 13 Mei 2026, keluarga menuntut investigasi dan pemecatan pelaku

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Naluri seorang ibu memang tak pernah salah. Apalagi ketika merasakan ada sesuatu yang tidak beres pada anaknya. 

Demi membela anak laki-lakinya yang berusia 7 tahun dan mengidap autisme non-verbal, seorang Mama bernama Tiphanee Lee nekat menyembunyikan kamera kecil di dalam rambut sang anak. 

Langkah berani ini ia ambil usai mencurigai adanya dugaan penganiayaan di sekolah berkebutuhan khusus Field Elementary School, Louisville, Kentucky. 

Setelah membagikan rekaman bukti kekerasan tersebut pada 13 Mei 2026 ke sekolah dan tidak adanya tanggapan, Tiphanee yang didukung oleh anggota dewan Tammy Hawkins, mengadakan konferensi pers pada tanggal 15 Mei 2026 untuk menuntut pemecatan instan bagi pelaku.

Bagaimana perjuangan Mama Tiphanee dalam menuntut keadilan anaknya? Berikut sudah Popmama.com rangkum informasinya

  1. Perubahan Sikap Anak Jadi Awal Kecurigaan Mama

    Ilustrasi
    Pexels/Kindel Media

    Kecurigaan sang Mama bermula saat melihat perubahan emosi dan perilaku yang tidak biasa pada putra kecilnya. 

    Berdasarkan penuturan Tiphanee Lee saat press conference, yang dilansir dari video pendek The Informant USA, sang anak memperlihatkan gelagat anak yang sangat tertekan dan tidak berdaya usai mengikuti kegiatan belajar di sekolah berkebutuhan khusus, Field Elementary School, Louisville.

    Mengutip dari rekaman konferensi pers dari kanal YouTube, The Informant USA, Tiphanee menegaskan betapa kuatnya insting seorang ibu ketika melihat trauma yang dirasakan anaknya.

    “Sebagai ibunya, hati kecil saya tahu ada yang tidak beres,” tegas Tiphanee Lee.

    Karena anak laki-lakinya tidak bisa menceritakan trauma yang dialami secara verbal, Mama Tiphanee tergerak untuk mencari tahu sendiri penyebab di balik perubahan sikap sang anak. 

  2. Sembunyikan Kamera Kecil di Rambut sang Anak

    Mama Tiphanee sembunyikan kamera ke dalam rambut anaknya ungkap dugaan aniaya oleh oknum guru di sekolah
    Youtube.com/theinformantusa

    Untuk memastikan keamanan anaknya, Mama Tiphanee tidak tinggal diam. Ia memanfaatkan tatanan rambut kepang anak laki-lakinya sebagai tempat persembunyian kamera untuk merekam secara diam-diam, sebagai suara, mata, dan telinga anaknya. 

    Sambil memegang dan memperagakan kamera tersebut saat konferensi pers pada 15 Mei 2026, Mama Tiphanee tak sanggup menyembunyikan rasa hancur saat menyaksikan sendiri isi rekaman tersembunyi itu.

    “Apa yang saya temukan dalam rekaman kamera adalah sesuatu yang tidak boleh dilihat atau didengar oleh orangtua mana pun. Anak kami ditempatkan dalam situasi di mana dia merasa ketakutan, tertekan, dan tidak berdaya,” ungkapnya.

    Bukti rekaman rahasia dari balik rambut korban inilah yang kemudian menjadi senjata utama keluarga untuk menuntut keadilan serta menjadi bukti untuk penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

  3. Tuntutan Investigasi Sekolah

    Mama Tiphanee ungkap dugaan anaknya dianiaya di sekolah beri tuntutan untuk investigasi
    Youtube.com/theinformantusa

    Melansir dari laporan WDRB News dan People, pihak keluarga secara tegas menuntut adanya investigasi menyeluruh terhadap seluruh guru dan staf yang bertugas di sekolah berkebutuhan khusus Field Elementary School.

    Dalam kesempatan tersebut, keluarga mendesak distrik Jefferson County Public Schools (JCPS) untuk mengambil tindakan tegas berupa pemecatan segera bagi oknum tenaga pendidik yang terlibat. 

    Serta mengecam bahwa tindakan kekerasan terhadap anak berkebutuhan khusus adalah bentuk pelanggaran berat yang tidak dapat ditoleransi.

    Merespons laporan dan bukti rekaman tersebut, kasus ini kini resmi ditangani oleh pihak kepolisian setempat serta Child Protective Services (CPS). 

    Mengutip dari WDRB, Pihak JCPS mengonfirmasi bahwa proses penyelidikan sedang berjalan dan oknum guru yang bersangkutan telah dipindah tugaskan. 

    Keberanian Mama Tiphanee Lee menjadi pengingat penting untuk selalu peka terhadap perubahan emosi anak, terkhususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang belum bisa menyuarakan isi hatinya. 

    Semoga proses hukum berjalan adil dan korban mendapatkan pendampingan terbaik ya, Ma.

    Bagaimana pendapat Mama mengenai langkah berani Mama Tiphanee Lee? 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More