Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
8 Film Keluarga Terbaik untuk Ditonton Ulang, Bikin Haru
Freepik
  • Menonton film bersama anak bisa jadi hiburan sekaligus media belajar nilai penting seperti empati dan persahabatan.

  • Berbagai film keluarga menghadirkan cerita menyentuh yang mengajarkan kerja sama, keberanian, dan arti keluarga.

  • Film-film ini layak direwatch karena selalu memberi pelajaran baru seiring bertambahnya usia anak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menonton film bersama anak bukan hanya soal hiburan semata. Film yang tepat bisa menjadi media pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai penting seperti keberanian, persahabatan, dan empati.

Banyak film bagus yang layak untuk ditonton berulang kali karena pesannya yang dalam dan cara penyampaian yang menyenangkan. Setiap kali menonton, anak bisa menemukan perspektif baru dan pelajaran yang berbeda sesuai dengan usia mereka.

Berikut Popmama.com rangkum 8 film penuh makna untuk direwatch bersama anak!

1. Jumanji: Welcome to the Jungle (2017)

YouTube.com/sonypictures

Film ini menceritakan tentang empat anak sekolah dengan kepribadian sangat berbeda yang tersedot ke dalam video game tua. Yang menarik, mereka terjebak dalam tubuh avatar yang sangat bertolak belakang dengan kepribadian asli mereka di dunia nyata.

Anak yang pemalu dan pendiam tiba-tiba menjadi petualang berotot Smolder Bravestone yang diperankan Dwayne Johnson. Atau atlet populer yang harus berada dalam tubuh Mouse Finbar yang kecil dan lemah yang diperankan Kevin Hart.

Konflik menjadi semakin seru karena mereka hanya punya tiga nyawa dalam game. Jika nyawa habis, mereka mati sungguhan. Tekanan ini membuat mereka harus benar-benar serius menjalankan misi mengembalikan permata ajaib.

Proses menyelesaikan misi memaksa mereka untuk belajar bekerja sama meski awalnya saling tidak suka. Setiap avatar punya keahlian unik yang harus dimanfaatkan secara strategis. Mereka menyadari bahwa kekuatan sejati datang saat mereka bersatu.

Film ini mengajarkan bahwa seseorang tidak bisa menilai orang hanya dari penampilan luar. Karakter yang terlihat paling lemah di dunia nyata bisa jadi pahlawan sejati saat menghadapi tantangan. Keberanian muncul saat kita berani menghadapi ketakutan terbesar.

Yang paling penting, film ini menunjukkan bahwa menghargai perbedaan teman adalah kunci kesuksesan tim. Tidak ada yang bisa menang sendirian, semua butuh orang lain dengan kelebihan yang berbeda-beda.

2. Lilo & Stitch Live Action (2025)

YouTube.com/Disney

Kisah Lilo, gadis kecil yang kesepian di Hawaii, dan Stitch, alien yang kabur dan disangka anjing, adalah cerita tentang keluarga yang tidak biasa. Film live action yang baru rilis tahun 2025 ini membawa cerita klasik dengan visual yang lebih modern.

Lilo tinggal bersama kakaknya, Nani, yang berjuang keras untuk merawatnya setelah orangtua mereka meninggal. Hubungan mereka tidak sempurna, sering bertengkar, dan Nani kewalahan dengan tanggung jawab yang terlalu berat untuk usianya.

Situasi semakin rumit saat agen pemerintah menganggap Nani tidak mampu merawat Lilo dengan baik. Ancaman untuk dipisahkan dari satu-satunya keluarga yang dimiliki membuat Lilo semakin sedih dan kesepian.

Di tengah kekacauan ini, Stitch yang awalnya diciptakan untuk menghancurkan malah belajar arti "Ohana". Kata ini berarti keluarga dalam bahasa Hawaii, dan konsepnya sangat indah, keluarga berarti tidak ada yang ditinggalkan atau dilupakan.

Stitch yang tadinya hanya tahu cara merusak mulai merasakan cinta dan kepedulian dari Lilo. Dia belajar bahwa ada hal yang lebih penting daripada tujuan awalnya diciptakan. Dia memilih untuk melindungi keluarga kecilnya.

Film ini sangat menyentuh karena menunjukkan bahwa keluarga tidak harus sempurna. Yang penting adalah komitmen untuk saling menjaga dan tidak pernah meninggalkan satu sama lain, tidak peduli seberapa sulit situasinya atau seberapa aneh anggota keluarga kita.

3. Wonka (2023)

YouTube.com/WarnerBros

Kisah awal Willy Wonka yang diperankan Timothée Chalamet menunjukkan sisi lain dari tokoh eksentrik yang terkenal. Di film ini, Wonka masih muda, penuh mimpi, dan sangat optimis meski menghadapi banyak rintangan.

Wonka datang ke kota dengan hanya sebatang cokelat dan mimpi besar untuk membuka toko. Tapi dia segera menemukan bahwa dunia tidak selalu adil. Ada "Kartel Cokelat" yang jahat yang tidak mau ada kompetisi.

Yang lebih buruk, Wonka dijebak untuk bekerja selamanya di binatu dengan kontrak yang curang. Dia tidak bisa membaca kontrak dengan baik dan akhirnya terjebak bersama orang-orang lain yang juga tertipu dengan cara yang sama.

Di tengah situasi yang sulit ini, Wonka bertemu Noodle dan teman-teman lain yang juga terjebak. Persahabatan mereka tumbuh di tengah penderitaan bersama. Mereka saling mendukung dan memberi harapan satu sama lain.

Dengan kecerdikan, kreativitas, dan tentu saja keajaiban cokelatnya, Wonka bersama teman-temannya membongkar kejahatan kartel tersebut. Mereka membuktikan bahwa kebaikan dan kejujuran pada akhirnya akan menang.

Film ini mengajarkan bahwa hal terbaik dalam hidup adalah berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang kita sayangi. Cokelat Wonka bukan hanya tentang rasa yang enak, tapi tentang kebahagiaan yang dia bawa untuk orang lain.

4. The Greatest Showman (2017)

YouTube.com/20thCenturyUK

P.T. Barnum yang diperankan Hugh Jackman adalah sosok yang kompleks dengan ambisi besar dan kelemahan yang sangat manusiawi. Film musikal ini penuh dengan lagu-lagu yang powerful dan pesan yang dalam.

Barnum tumbuh dari keluarga miskin dan sejak kecil bermimpi untuk sukses dan diterima oleh kalangan atas. Dia bekerja sangat keras dan akhirnya berhasil membuat sirkus yang unik dengan orang-orang yang dianggap "berbeda" oleh masyarakat.

Tapi kesuksesan membuat Barnum lupa diri. Dia terlalu terobsesi mengejar pengakuan dari orang-orang kaya dan terkenal. Dia mulai malu dengan sirkusnya sendiri dan orang-orang yang sudah membantunya sukses.

Puncaknya adalah saat Barnum mengabaikan keluarganya demi mengejar kesuksesan yang lebih tinggi. Istrinya yang setia dan anak-anaknya yang mencintainya merasa ditinggalkan. Barnum kehilangan hal-hal yang paling penting dalam hidupnya.

Kebakaran yang menghancurkan sirkusnya menjadi titik balik. Barnum kehilangan segalanya. Uang, reputasi, dan hampir kehilangan keluarganya. Di titik terendah ini, dia menyadari bahwa kebahagiaan sesungguhnya bukan soal kekayaan atau pengakuan orang lain.

Film ini mengajarkan bahwa kekayaan terbesar adalah dicintai oleh orang-orang terdekat. Lagu "From Now On" yang dinyanyikan Barnum setelah dia menyadari kesalahannya adalah momen yang sangat emosional dan penuh makna.

5. Sing (2016)

YouTube.com/UniversalPictureslc

Buster Moon adalah koala optimis yang memiliki gedung teater warisan ayahnya. Sayangnya, teater itu hampir bangkrut karena pertunjukan-pertunjukannya tidak laku. Buster sangat putus asa mencari cara untuk menyelamatkan teaternya.

Ide mengadakan kompetisi menyanyi dengan hadiah uang besar terdengar brilian, sampai penonton tahu bahwa Buster sebenarnya tidak punya uang sebanyak itu. Dia berharap bisa mengumpulkan uang dari penjualan tiket pertunjukan nanti.

Peserta kompetisi datang dari berbagai latar belakang dengan masalah masing-masing. Ada ibu babi dengan 25 anak yang tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Ada babi remaja yang terjebak dalam geng ayahnya. Ada gajah remaja yang sangat pemalu.

Ketika kebohongan Buster terbongkar dan tidak ada hadiah uang yang dijanjikan, para peserta kecewa. Tapi sesuatu yang luar biasa terjadi. Mereka menyadari bahwa mereka menyanyi bukan karena uang, tetapi karena cinta mereka pada musik.

Pertunjukan terakhir mereka di reruntuhan teater yang rusak justru menjadi momen paling magis. Tanpa panggung megah, tanpa kostum mahal, hanya suara mereka yang penuh emosi. Penonton jalanan terhanyut dan pertunjukan itu menjadi viral.

Film ini mengajarkan untuk tidak biarkan rasa takut menghentikan kita melakukan hal yang kita cintai. Passion yang tulus akan menemukan jalannya sendiri, bahkan saat semua rencana kita gagal.

6. Wonder (2017)

YouTube.com/LionsgateMovies

Auggie Pullman lahir dengan perbedaan wajah yang mencolok akibat kelainan genetik. Dia sudah menjalani puluhan operasi sejak bayi. Sepanjang hidupnya, dia berada di homeschool oleh ibunya dan hanya bergaul dengan keluarganya saja.

Keputusan orangtuanya untuk memasukkan Auggie ke sekolah umum di kelas 5 SD adalah keputusan yang sangat sulit dan menakutkan. Auggie sudah terbiasa dengan tatapan aneh orang di jalan, tapi sekolah adalah level yang berbeda.

Hari-hari pertama Auggie di sekolah sangat berat. Teman-temannya menghindarinya, ada yang menatap dengan tatapan tidak nyaman, bahkan ada yang sengaja menjauhinya. Auggie merasa sangat kesepian meski dikelilingi banyak orang.

Perundungan yang dialami Auggie tidak selalu dalam bentuk kekerasan fisik. Kadang lebih menyakitkan adalah dikucilkan, tidak ada yang mau duduk sebelahnya saat makan siang, atau mendengar bisikan tentang dirinya.

Dengan dukungan luar biasa dari keluarganya, terutama ibunya yang diperankan Julia Roberts, Auggie tetap menjadi anak yang baik hati. Dia tidak membiarkan perlakuan buruk orang lain membuat dia jadi orang yang jahat.

Perlahan, teman-temannya mulai melihat siapa Auggie sebenarnya di balik perbedaan wajahnya. Mereka sadar bahwa dia lucu, pintar, dan baik hati. Film ini mengajarkan "Choose Kind" - pilihlah untuk berbuat baik, karena itu pilihan yang kita bisa kontrol setiap hari.

7. Mufasa: The Lion King (2025)

YouTube.com/Disney

Film live action dengan teknologi photorealistic ini menceritakan kisah Mufasa sebelum dia menjadi raja yang kita kenal. Ternyata Mufasa bukanlah pewaris tahta dari lahir, tetapi singa yatim piatu yang "diangkat" oleh keluarga kerajaan.

Taka, yang nantinya dikenal sebagai Scar, adalah anak kandung keluarga kerajaan yang seharusnya menjadi raja. Kedatangan Mufasa yang tersesat dan diselamatkan mengubah dinamika keluarga ini secara drastis.

Konflik antara Mufasa dan Taka sangat kompleks. Mufasa tidak meminta untuk diangkat atau untuk menggantikan posisi Taka. Tapi keberanian, ketulusan, dan jiwa kepemimpinan alami Mufasa membuat dia lebih cocok menjadi raja.

Taka merasa tersisih dan cemburu melihat Mufasa yang datang kemudian malah lebih dicintai. Perasaan ini berkembang menjadi kebencian yang mendalam yang pada akhirnya membentuk karakter Scar yang jahat yang kita kenal.

Mufasa harus membuktikan dirinya berkali-kali. Lewat keberanian saat menghadapi bahaya dan ketulusan dalam melindungi yang lemah, Mufasa menunjukkan bahwa menjadi raja bukan soal darah atau keturunan.

Film ini mengajarkan bahwa keluarga tidak selalu soal hubungan darah. Keluarga adalah tentang siapa yang ada di samping kita saat kita sulit, siapa yang peduli dan melindungi kita. Mufasa mungkin bukan anak kandung, tapi dia adalah keluarga sejati.

8. Minecraft: The Movie (2025)

YouTube.com/WarnerBros

Film yang diadaptasi dari game fenomenal ini menceritakan Garrett "The Garbage Man" Garrison yang diperankan Jason Momoa dan empat orang asing lainnya yang tiba-tiba terjebak di dunia "Overworld" yang aneh dan penuh kotak-kotak.

Dunia Minecraft sangat berbeda dari dunia nyata. Segalanya berbentuk kotak, ada monster yang muncul di malam hari, dan hukum fisika bekerja dengan cara yang aneh. Mereka harus cepat beradaptasi atau tidak akan bertahan.

Piglins dan Zombies yang menyerang membuat mereka sadar bahwa ini bukan sekadar game atau mimpi. Nyawa mereka benar-benar terancam dan mereka harus mencari cara untuk bertahan sambil mencari jalan pulang ke dunia nyata.

Awalnya mereka saling tidak kenal dan tidak peduli satu sama lain. Tapi situasi yang mengancam nyawa membuat mereka menyadari bahwa mereka tidak bisa bertahan sendirian. Mereka harus bekerja sama layaknya sebuah keluarga.

Dengan kreativitas khas Minecraft, mereka membangun pertahanan, membuat senjata, dan menciptakan strategi untuk melindungi satu sama lain. Setiap orang punya keterampilan berbeda yang sangat berguna untuk kelangsungan hidup grup.

Film ini mengajarkan bahwa kreativitas dan kerja sama tim adalah kunci untuk menyelesaikan masalah sesulit apapun. Tidak peduli seberapa berbeda latar belakang kita, saat kita bersatu dengan tujuan yang sama, tidak ada yang tidak mungkin.

Delapan film ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pembelajaran yang efektif untuk anak. Setiap film punya pesan yang kuat tentang nilai-nilai penting seperti persahabatan, keluarga, keberanian, dan penerimaan.

Yang membuat film-film ini layak ditonton berulang kali adalah karena setiap kali menonton, anak bisa menemukan perspektif baru. Pesan yang mungkin tidak mereka pahami saat pertama kali menonton akan menjadi lebih jelas saat mereka lebih dewasa.

Pilih film yang sesuai dengan usia dan kematangan emosional anak. Beberapa film mungkin punya adegan yang terlalu intens untuk anak yang lebih muda, jadi pastikan untuk melihat rating dan review terlebih dahulu.

Film mana yang paling sering ditonton ulang di rumah Mama?

Editorial Team