Sebagian orangtua di Indonesia masih menganggap tukang urut sebagai tujuan pertama ketika anak terjatuh, mengalami bengkak, atau sulit menggerakkan tangan maupun kaki. Padahal, kebiasaan ini justru bisa memperparah kondisi anak. Mengurut tulang yang patah bukan hanya tidak memperbaiki cedera, tetapi juga berisiko menyebabkan kerusakan permanen yang memengaruhi tumbuh kembang anak.
Menurut dr. Gabriel Klemens Wienanda, M.Ked(Surg), Sp.OT, AIFO-K, Spesialis Ortopedi Divisi Anak Eka Hospital Cibubur, penanganan yang salah pada anak dapat berdampak hingga masa depan mereka.
“Anak berbeda dengan orang dewasa karena mereka masih bertumbuh. Kalau penanganannya salah, kondisinya bisa menyebabkan cacat. Tulang bisa menyambung dalam posisi yang salah, kaki atau tangan bisa bengkok, bahkan pertumbuhannya bisa berhenti.”
Lalu, mengapa patah tulang pada anak tidak boleh diurut? Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya.
