Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Hewan Bisa Tahu Bencana Alam Sebelum Terjadi?
Instagram.com/akurat.digi
  • Hewan kerap menunjukkan perilaku tak biasa sebelum bencana karena lebih peka terhadap perubahan lingkungan, sehingga dianggap sebagai sistem peringatan dini alami.
  • Gajah, burung, anjing, dan mamalia kecil dapat menangkap infrasonik serta getaran gelombang P sebelum gempa atau letusan, lalu mencari tempat aman.
  • Burung, serangga, amfibi, reptil, ikan, dan hiu merespons perubahan tekanan udara, cuaca, medan elektromagnetik, kimia air, atau suhu demi bertahan hidup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Akhir-akhir ini bumi Indonesia sedang tidak baik-baik saja, mulai dari bencana alam hingga bencana yang disebabkan oleh manusia. Tentunya sebagai manusia, kita seringkali mengetahui bencana dari berita atau ketika kita mengalaminya. Namun, tahu gak sih, Ma? Makhluk hidup di sekitar kita, seperti hewan ternyata dapat mengetahui dan lebih peka pada perubahan dan bencana yang akan datang, lho. 

Di balik kecanggihan teknologi modern, alam sebenarnya telah menyediakan sistem peringatan dini alami melalui perilaku para hewan.

Hewan seringkali menunjukkan tingkah laku yang tidak biasa atau muncul secara mendadak di tempat yang tak terduga sebelum terjadi bencana alam. Seperti pada video di instagram akun @akurat.digi yang merekam fenomena kemunculan hidu di tepi pantai lampung sebelum erupsi gunung anak krakatao.

Fenomena ini bukan sekadar mitos atau kebetulan semata, melainkan memiliki penjelasan ilmiah yang sangat menarik untuk dipelajari bersama si Anak.

Mau tahu gak Ma? Yuk disimak 5 alasan kenapa hewan bisa tahu bencana alam sebelum terjadi di Popmama.com. Mama bisa banget nih jadikan bacaan yang menarik untuk anak.

1. Pendengaran infrasonik yang tajam

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Mama tahu gak sih, beberapa hewan ternyata memiliki kemampuan pendengaran infrasonik yang tajam, lho. Misalnya gajah, burung, dan anjing yang dapat mendengar suara dengan frekuensi rendah, sekitar 20 Hz. 

Biasanya ketika akan ada bencana alam, hewan-hewan tersebut lebih peka. Sebelum gempa bumi atau letusan gunung berapi terjadi, pergeseran batuan di dalam tanah menghasilkan getaran infrasonik. Hewan yang menangkap suara tersebut akan merasa cemas, panik, dan berusaha melarikan diri ke tempat yang lebih aman. 

2. Sensitivitas terhadap gelombang

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Ketika bencana alam akan terjadi, biasanya akan terdapat gelombang-gelombang yang terjadi. Misalnya ketika akan gempa bumi, terdapat dua gelombang utama yang dilepaskan, yaitu gelombang P (primary wave) dan gelombang S (secondary wave), hewan sudah bisa merasakan getaran halus dari gelombang P, sementara manusia baru merasakan di gelombang S. 

Kemampuan ini memungkinkan berbagai jenis hewan, seperti anjing, burung, dan mamalia kecil, untuk menunjukkan perubahan perilaku yang drastis sebelum manusia menyadarinya.

Mereka biasanya akan mendadak menggonggong tanpa alasan, terbang acak keluar dari sarangnya, atau panik mencari tempat berlindung guna menyelamatkan diri dari ancaman guncangan yang lebih besar. 

3. Perubahan tekanan udara dan cuaca

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Burung dan serangga sangat sensitif terhadap perubahan tekanan barometrik atau tekanan udara di atmosfer. Ketika badai besar atau badai tropis mendekat, tekanan udara akan menurun secara drastis.

Perubahan ini menjadi petunjuk bagi hewan seperti burung untuk segera berhenti terbang, mencari perlindungan di pepohonan, atau mengubah rute migrasi mereka agar terhindar dari bahaya angin kencang.

Tapi berbeda dengan burung, serangga akan cenderung merespons penurunan tekanan barometrik dengan mengubah pola perilaku, seperti bertelur, kawin, dan bergerak.

Tujuannya adalah memaksimalkan peluang bertahan hidup dan menjaga kelangsungan keturunan dari ancaman bahaya. 

4. Deteksi gelombang elektromagnetik

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Beberapa jenis hewan, seperti katak dan reptil, sangat peka terhadap perubahan medan listrik serta komposisi kimia di lingkungan sekitar mereka. Sebelum bencana seperti gempa atau tanah longsor, tekanan pada batuan kerak bumi dapat melepaskan ion-ion listrik ke udara dan air.

Perubahan kimiawi pada air tanah ini membuat hewan air dan amfibi merasa tidak nyaman, sehingga mereka sering bergerak keluar dari sarang atau kolam secara bersamaan. 

“Beberapa hewan diyakini dapat mendengar suara dan merasakan getaran yang terkait dengan pergeseran lapisan di dalam bumi. Hewan juga dinilai memiliki kemampuan mendeteksi perubahan elektromagnetik alam semesta yang lebih baik dari pada manusia. Oleh karenanya, banyak orang percaya dengan gagasan bahwa perubahan perilaku hewan memiliki hubungan kuat terhadap akan datangnya bencana alam.”  ujar Dr. Drh. Heru Setijanto, dosen sekaligus peneliti dari FKH IPB dalam Focus Discussion Group Perilaku Tak biasa Satwa Menjelang Gempa Bumi dan Bencana Alam.

Misalnya hiu, ketika letusan gunung berapi bawah laut terjadi, akan ada perubahan tekanan air di sekitarnya.

Hiu memiliki kantung khusus membuat jaringan tubuhnya peka terhadap tekanan dan membuat mereka sangat sensitif terhadap perubahan tekanan air yang mendadak. 

5. Naluri dan insting menyelamatkan diri

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Naluri dan insting bertahan hidup yang dimiliki hewan terjadi secara alami. Ketika muncul fenomena laut yang tidak wajar atau perubahan suhu air yang drastis, ikan dan mamalia laut akan bergerak mendekati perairan dangkal atau menjauh dari pusat gangguan. Meskipun kadang terlihat misterius, seperti kemunculan kawanan ikan di tepi pantai, hal ini seringkali merupakan bentuk alami mereka untuk merespons perubahan lingkungannya. 

Memahami kepekaan hewan terhadap fenomena alam dapat menjadi edukasi yang seru untuk si Anak, ya, Ma. Itu dia alasan kenapa hewan bisa tahu bencana alam sebelum terjadi.

Meski sains terus meneliti keakuratan fenomena ini, mengamati perilaku hewan dapat menjadi sarana edukasi yang menyenangkan sekaligus melatih kewaspadaan keluarga terhadap lingkungan sekitar.

Yuk, ajak si Kecil untuk terus mengeksplorasi keajaiban dunia hewan dan sains bersama Popmama!

Curated For You

Editorial Team

Related Article