Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Urine Anak Berwarna Gelap? Ini Dia Jawabannya!
babyology.com.au

Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, tidak heran jika kamu dapat menemukan air pada sebagian besar tubuhmu, mulai dari darah, cairan tubuh, keringat dan tentunya urin. 

Urin merupakan hasil kelebihan air dari dalam tubuh dan hasil saringan limbah dari darah oleh ginjal. Umumnya urin yang baik akan berwarna kuning atau bening. Namun pada beberapa kasus ada kemungkinan urin anak-anak dapat berwarna lebih gelap, seperti berwarna cokelat, kuning tua, atau bahkan merah marun.

Urin yang berwarna gelap ini seringkali menjadi alarm pertanda ada seuatu yang tidak baik di tubuh si Kecil. Mungkin terjadi karena mereka mengalami dehidrasi atau bahkan tanda penyakit lain yang berbahaya. Mama perlu waspada dan berhati-hati sebelum ini terjadi. 

Faktanya ada banyak faktor penyebab mengapa urin si Anak dapat berubah menjadi lebih gelap. Berikut Popmama.com telah merangkum 6 penyebab urin anak berwana lebih gelap, yuk simak selengkapnya!

1. Mengapa urin bisa berwarna lebih gelap?

Freepik/Mrsiraphol

Perlu kamu ketahui, warna kuning dalam urin sebenarnya disebabkan oleh zat kimiawi yang disebut urobilin. Warna pada urin tergantung pada berapa banyak urobilin yang terdapay di dalamnya. 

Ketika urin anak mama berwarna kuning muda, itu tandanya ia minum banyak air dan ada banyak kandungan air di dalam urinnya. Atau bisa disebut kebutuhan airnya terpenuhi (terhidrasi dengan baik). 

Sedangkan ketika urin berwarna kuning tua, itu tandanya ada sedikit air dan banyak kandungan urobilin di dalamnya. Ini berarti anak mama kurang minum dan tubuhnya tidak terhidrasi dengan baik. 

Semakin banyak tubuh kita terisi cairan, maka semakin bening dan jernih juga urin yang dihasilkan, namun berlakuk sebaliknya ketika tubuh kurang mendapatkan cairan maka warna urinnya menjadi lebih gelap, bisa saja kuning gelap atau bahkan cokelat. 

Bahkan pada beberapa kasus, air urin dapat berubah warna menjadi merah, biru, hijau, dan putih. 

2. Dehidrasi

Freepik/Kwanchaichaiudom

Salah satu penyebab umum mengapa urin berwarna gelap ialah dehidrasi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kurang mendapatkan asupan air yang cukup. 

Dehidrasi yang terjadi dapat menyebabkan urin berwarna gelap serta mulut, bibir menjadi kering, dan mulut kesulitan menelan makanan. Mereka yang mengalami penyakit berat seperti kanker lebih mudah mengalami dehidrasi. 

Maka dari itu, pastikan selalu kebutuhan air si Kecil selalu terpenuhi. Ingatkan mereka untuk memperbanyak cairan dalam tubuh ketika menemukan urinnya berwarna lebih gelap. 

3. Makanan, minuman, atau obat-obatan

Pexels/Karolina Grabwoska

Bukan hanya akibat kondisi tubuh yang kurang baik, urin anak yang berwarna gelap juga diakibatkan oleh makanan, minuman atau obat-obatan yang mereka konsumsi. 

Beberapa makanan memang dikenal dapat mempengaruhi perubahan warna dan bau dari urin. Bit, kacang, dan blackberry dapat mengubah urin menjadi berwarna merah. 

Ada juga obat-obatan yang menyebabkan urin berwarna gelap. Beberapa di antaranya ialah antibiotik, obat pelemas otot, juga obat anti malaria. Kandungan obat seperti methocarbamolmetronidazolenitrofurantoin dan chloroquine dapat menyebabkan kencing berubah warna. 

4. Infeksi saluran kemih

Freepik/Odua

Penyebab air seni berwarna gelap berikutnya ialah infeksi saluran kemih atau UTI. Infeksi ini terjadi ketika bakteri masuk ke kandung kemih, biasanya melalui uretra. 

Umumnya UTI didiagnosa ketika anak-anak merasa demam atau sakit ketika kencing, merasa sering membuang urin, merasa sakit di bagian perut bawah, dan air urinnya berwarna lebih gelap. 

Infeksi ini umum terjadi pada perempuan disebabkan uretranya yang lebih pendek dan dekat ke anus. UTI memiliki risiko faktor seperti masalah pada saluran kemih, aliran balik abnormal (refluks) urin dari kandung kemih ke ureter dan menuju ginjal, kebiasaan kebersihan yang buruk, atau bahkan riwayat keluarga. 

Infeksi saluran kemih mudah disembuhkan namun sulit dikenali. Ketika dibiarkan begitu saja ini dapat mengganggu ginjal anak. 

4. Berhubungan dengan masalah hati

vectorified.com

Selain penyakit UTI sebelumnya, urin yang menggelap juga dapat disebabkan oleh masalah hati yang serius, seperti hepatitis atau penyakit kuning (jaundice).

Kondisi ini terjadi karena jumlah pigmen kuning (bilirubin) diproduksi tubuh secara berlebihan selama penguraian sel darah mati. Apabila tidak berfungsi dengan baik, maka bilirubin tidak dikeluarkan dari tubuh. 

Sedangkan penyakit hepatitis memperngaruhi kemampuan hati untuk melakukan penyaringan, memproduksi empedu, berkaitan dengan sistem metabolisme, dan menyimpan mineral. Hepatitis dapat membuat urin menjadi berwarna lebih pekat.

5. Cara mengatasinya

toxicfreefuture.org

Beberapa penyebab urin berubah warna dapat diatasi dengan cara yang berbeda-beda. Mereka yang mengalami dehidrasi membutuhkan terapi rehidrasi. Proses ini biasanya melibatkan pemberian garam rehidrasi oral atau cairan dan elektrolit di rumah sakit.

Anak-anak yang urinnya berubah warna karena makanan, minuman dan obat umumnya akan kembali normal setelah mereka berhenti mengonsumsi hal-hal yang menjadi pemicunya.

Sedangkan untuk beberapa penyakit lain, seperti UTI atau masalah pada hati sebaiknya mendiskusikan hal ini dengan dokter. Biarkan nanti tenaga medis yang memberikan pengobatan yang tepat. 

7. Penangan lebih lanjut dibutuhkan jika

Freepik/gpointstudio

Beberapa penyebab urin berubah warna memang tidak berbahaya, namun beberapa lainnya membutuhkan penanganan yang lebih lanjut. 

Mama perlu segera membawa si Anak menemui dokter ketika terdapat darah di urinnya dan rasa sakit ketika mereka kencing, atau urin berwarna jingga gelap (ini dapat terjadi akibat malfungsi liver). 

Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi jika tidak diatasi sesegera mungkin. Ada baiknya Mama tanyakan masalah urin ini ketika minum perbanyak minum air tidak membantu. 

Air penting sekali bagi tubuh, itulah mengapa kamu perlu selalu mengingatkan anak-anak untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya dengan banyak minum. Hindari penyakit berbahaya dengan pola hidup yang sehat.  

Editorial Team

Related Article