Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Santri di Lombok Diduga Dibakar Senior, Konon Kerap Dibully

Santri di Lombok Diduga Dibakar Senior, Konon Kerap Dibully
Instagram.com/senjajaya
Intinya Sih
  • Kasus dugaan pembakaran santri di Ponpes Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW Lombok Tengah bermula dari aksi perundungan oleh santri senior yang berujung pada insiden tragis pada akhir 2025.
  • Keluarga korban awalnya diberi penjelasan bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan, bahkan sempat diminta menandatangani surat perdamaian dan diancam denda jika membawa kasus ke ranah hukum.
  • Setelah video kondisi korban viral pada Mei 2026, polisi memeriksa belasan saksi dan menaikkan status perkara ke tahap penyidikan untuk menentukan tersangka serta mengusut dugaan upaya penutupan kasus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kasus dugaan pembakaran santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyita perhatian publik dalam beberapa pekan terakhir. Peristiwa itu sebenarnya terjadi pada akhir 2025, tetapi baru menjadi sorotan luas setelah video kondisi para korban saat menjalani perawatan viral di media sosial pada Mei 2026.

Kasus tersebut diduga bermula dari aksi perundungan (bullying) yang dilakukan seorang santri senior terhadap juniornya. Setelah sempat disebut sebagai kecelakaan, keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi karena menilai ada kejanggalan. Kini, kasus itu telah naik ke tahap penyidikan dan polisi tengah mempersiapkan penetapan tersangka.

Berikut Popmama.com rangkum kronologi lengkap kasus dugaan pembakaran santri di Ponpes Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW.

1. Korban melaporkan dugaan perundungan kepada pengasuh pondok

ilustrasi bullying
mentalhealthcenterkids.com

Kronologi bermula pada November 2025 ketika salah satu korban berinisial SAH (13) bersama dua rekannya melaporkan dugaan perundungan yang dilakukan seorang santri senior berinisial R kepada pimpinan pondok pesantren.

Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan teguran kepada pelaku. Namun, berdasarkan kronologi yang dihimpun Kementerian Agama Lombok Tengah, teguran itu justru membuat pelaku marah. Sekitar tiga hari sebelum kejadian, pelaku diduga mengancam para korban dengan mengatakan, "Kalau lain kali kalian kasih tahu Abah, saya akan bakar kalian."

2. Dugaan pembakaran terjadi pada November 2025

api membakar
Pexels/Marek Piwnicki (api membakar)

Pada Desember 2025, pelaku diduga memanggil sejumlah santri ke sebuah ruangan kosong di lingkungan pondok pesantren.

Di dalam ruangan tersebut, pelaku diduga menyiramkan bahan bakar ke arah para korban sebelum menyulut api. Akibatnya, beberapa santri mengalami luka bakar serius. Data Kementerian Agama Lombok Tengah menyebut insiden ini melibatkan lima santri, meski pemberitaan selama ini lebih banyak menyoroti tiga korban yang mengalami luka paling berat.

3. Keluarga mengaku sempat diberi penjelasan bahwa insiden merupakan kecelakaan

api membakar
Pexels/Nuh Isa Nada El Carillo (api membakar)

Setelah kejadian, keluarga korban mengaku mendapat penjelasan dari pihak pondok bahwa luka bakar yang dialami para santri terjadi akibat kecelakaan saat membakar sampah.

Tak hanya itu, keluarga juga mengaku sempat diminta menandatangani surat yang belakangan diketahui merupakan surat perdamaian. Mereka juga mengaku mendapat ancaman denda sebesar Rp7 juta apabila membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Hingga kini, klaim tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan dan pembuktian.

4. Salah satu korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan

santri di lombok dibakar
Instagram.com/senjajaya

Akibat luka bakar yang sangat parah, salah satu korban berinisial SS meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama beberapa bulan.

Sementara itu, korban lainnya masih menjalani pengobatan karena mengalami luka bakar cukup luas di beberapa bagian tubuh. Keluarga juga sempat mengeluhkan tingginya biaya perawatan yang harus ditanggung.

5. Kasus mencuat setelah video korban viral di media sosial

santri di lombok dibakar
Instagram.com/senjajaya

Kasus ini baru mendapat perhatian publik pada Mei 2026 setelah video kondisi korban saat dirawat beredar luas di media sosial.

Merasa tidak mendapatkan pertanggungjawaban dari pihak pondok, keluarga kemudian membuat laporan resmi ke Polres Lombok Tengah pada 3 Juni 2026. Polisi selanjutnya memeriksa korban, keluarga, pengurus pondok, hingga sejumlah saksi lainnya untuk mengusut dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut.


6. Polisi menaikkan status perkara ke tahap penyidikan

police line
Pexels/cottonbro studio

Setelah memeriksa sekitar 18 saksi serta mengumpulkan alat bukti dan keterangan ahli, Polres Lombok Tengah resmi menaikkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan pada awal Juli 2026.

Penyidik menyatakan gelar perkara akan segera dilakukan sebagai langkah menuju penetapan tersangka. Polisi juga memastikan seluruh fakta, termasuk dugaan adanya upaya menutupi kejadian, akan didalami dalam proses penyidikan.

Itulah tadi informasi mengenai kronologi santri di Lombok diduga dibakar senior. Semoga kasus ini segera menemui titik terang dan keadilan.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More
6 Nama Negara dari Huruf C

6 Nama Negara dari Huruf C

08 Jul 2026, 00:05 WIBBig Kid