Tips dan Trik Menjaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi dari dr. Rouli

Pastikan anak tetap sehat selama di rumah saja ya, Ma

1 Oktober 2020

Tips Trik Menjaga Kesehatan Anak Masa Pandemi dari dr. Rouli
Freepik/pressfoto

Setelah berbulan-bulan berada di rumah saja karena pandemi Covid-19 yang masih mewabah, setiap orangtua yang sudah memiliki anak tentu merasa cemas dan khawatir akan kesehatan keluarga terlebih anak-anak.

Pasalnya, orang dengan usia lanjut dan anak-anak adalah usia rawan yang berisiko terpapar Covid-19. Para orangtua pun diharapkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan kepada anak-anak meski di rumah saja.

Seperti yang dijelaskan oleh dr. Rouli Nababan, SpA dalam event Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020 pada Kamis (1/10/20), "Nah kalau untuk Mama di rumah, saya sarankan agar lebih memahami penyakit ini (Covid-19) lebih dalam lagi."

Maksudnya, dengan memahami Covid-19 lebih dalam, para orangtua dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya dan apa yang harus dilakukan bila sampai terinfeksi.

Untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara menjaga kesehatan anak selama di rumah, berikut Popmama.com telah merangkum tips dan trik yang diberikan oleh dr. Rouli Nababan, SpA. Disimak yuk, Ma!

1. Tantangan kesehatan anak selama pandemi

1. Tantangan kesehatan anak selama pandemi
Popmama.com/Onic Metheany

Sebelum memahami bagaimana cara menjaga kesehatan anak selama di rumah, terlebih anak-anak usia sekolah yang saat ini sedang disibukkan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), penting juga bagi Mama mengetahui apa saja tantangan yang dihadapi selama pandemi.

Seperti yang dikatakan dr. Rouli, "Orangtua penting sekali harus tahu ya tantangan tuh nggak hanya melulu dari penyakitnya, tapi ada dampak lain dari pandemi yang akhirnya berdampak ke kesehatan anak di rumah."

Salah satu dampak besar yang menjadi tantangan adalah dampak ekonomi, mulai dari pengurangan pemasukan, serta banyaknya orangtua yang terpaksa kehilangan mata pencaharian. Dampak ekonomi ini dijelaskan dr. Rouli juga bisa berdampak pada kualitas nutrisi yang diberikan kepada anak-anak, Ma.

Tak hanya pengurangan pemasukan, tidak beroperasinya Posyandu untuk sementara waktu juga berdampak pada kebutuhan imunitas anak. Hal ini tentu saja membuat banyak anak berpotensi lebih rentan terhadap penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan vaksin. 

Selanjutnya adalah PJJ yang saat ini masih dijalanin anak usia sekolah. dr. Rouli menjelaskan bahwa ini menjadi tantangan karena akan menganggu kesehatan psikologis anak, "Ini membuat anak-anak terisolir dari teman-temannya, belum lagi beberapa orangtua sebagai pendamping menjadi lebih emosional saat menemani putra-putrinya belajar."

Tantangan lain adalah menjaga imunitas anak-anak yang tinggal di rumah agar lebih sehat dan kuat dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, apalagi banyak orang dewasa yang statusnya Orang Tanpa Gejala (OTG). 

Editors' Picks

2. Cara menjaga kesehatan anak selama pandemi

2. Cara menjaga kesehatan anak selama pandemi
Popmama.com/Onic Metheany

Perlu diketahui bahwa daya tahun tubuh anak berbeda dengan daya tahan tubuh orang dewasa, seperti yang dijelaskan dr. Rouli, "Sebenarnya kan daya tahan tubuh anak itu belum terbentuk dengan sempurna. Sistem kekebalan tubuh mereka harus terus beradaptasi supya menjadi lebih kuat."

Untuk itu, orangtua harus membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak agar tidak mudah terserang penyakit.

Berikut dr. Rouli membagikan beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk menjaga kesehatan anak selama pandemi:

  • Cukupi kebutuhan nutrisinya. Anak-anak memerlukan makronutrien yaitu karbohidrat, protein, lemak, air dan mikronutrien yaitu vitamin dan mineral. Zat gizi tersebut dapat diperoleh dari makanan pokok, lauk-pauk, buah-buahan, sayur-sayuran dan air mineral. Berikan kecukupan nutrisi sesuai usia ya, Ma.
  • Istirahat yang cukup. Saat tidur, dalam tubuh terjadi regenerasi sel-sel yang rusak, jadi jika anak kurang tidur maka tubuh tidak ada kesempatan untuk membentuk sel-sel yang baru. Waktu yang dibutuhkan untuk bayi tidur sekitar 18 jam, anak balita 12-13 jam, usia lima tahun keatas 10 jam sehari.
  • Ajarkan perilaku hidup sehat dan bersih. Ajarkan anak untuk terbiasa memakai masker saat ke luar rumah, rajin cuci tangan di air mengalir, tutup mulut dan hidung dengan bagian dalam siku saat batuk/bersin, beri tahu anak untuk tidak menyentuh mata atau wajah, terakhir adalah mandi secara teratur.
  • Ajak anak berolahraga. Meski di rumah saja, tubuh tetap harus bergerak agar tetap sehat dan bugar. Ajak anak-anak olahraga bersama setiap pagi sekitar 30 menit. Mama juga bisa membuat olahraga lebih menyenangkan di rumah dengan bermain bola, skipping, senam, dan lain sebagainya. Jangan lupa saat olahraga, tetap cukupi kebutuhan hidrasi anak ya, Ma.
  • Berikan suplemen tambahan. Terakhir yang dr. Rouli sebutkan adalah memberikan suplemen tambahan bila perlu. 

3. Cara menjaga kesehatan keluarga selama pandemi

3. Cara menjaga kesehatan keluarga selama pandemi
Popmama.com/Doc. Pribadi

Selain anak-anak, Mama tentunya juga perlu memerhatikan kesehatan keluarga selama pandemi ini. Mirip-mirip dengan menjaga kesehatan anak yang sudah disebutkan di atas, berikut cara menjaga kesehatan keluarga dari dr. Rouli:

  • Mencuci tangan. Membersihkan tangan sesering mungkin menggunakan sabun dan air mengalur sedikitnya selama 20 detik atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol. Jika kebiasaan ini dilakukan selama di rumah, tentu anak akan ikut mencontohkan apa yang orangtuanya lakukan.
  • Hindari orang yang sakit. Jelaskan pada anak untuk menghindari semua orang yang sakit, meski itu hanya terlihat seperti sakit ringan seperti batuk/bersin. Mama juga bisa mengajarkan anak etika batuk/bersin yang benar dengan menutup mulut menggunakan bagian dalam lipatan siku. 
  • Bersihkan setiap permukaan di rumah. Meski di rumah saja, barang-barang yang sering tersentuh seperti gagang pintu, remot TV, toilet, bak mandi, permukaan meja dan sebagainya harus rutin dibersihkan dan disinfeksi setiap hari.
  • Mencuci barang-barang anak. Cucilah barang-barang anak termasuk mainan anak, sesuai dengan instruksi dari pabriknya. Jika memungkinkan, cucilah barang-barang dengan menggunakan pengaturan air yang paling hangat dan keringkan sepenuhnya. Untuk saat ini ada baiknya menghindari mencuci barang di laundry, karena kemungkinan barang kita akan dicuci bersama dengan barang orang lain. 
  • Batasi waktu dengan orang dewasa yang berusia lanjut. Jika di rumah terdapat anggota keluarga berisiko sangat tinggi mengalami kondisi parah akibat Covid-19, seperti kakek dan nenek yang berusia lanjut dan sudah mengidap penyakit tertentu, pertimbangkan tindakan pencegahan ekstra untuk memisahkan anak dari orang-orang tersebut. Tunda kunjungan atau perjalanan untuk melihat anggota keluarga dan kakek-nenek yang lebih tua.
  • Jangan lupa untuk selalu aktif. Agar tubuh tetap aktif dan bugar, Mama bisa melakukan gerakan ringan selama di rumah. Mama dan Papa juga bisa melakukannya secara menyenangkan bersama anak, misalnya melakukan kegiatan memasak bersama atau menyiram tanaman di halaman rumah.
  • Nutrisi dan minum yang cukup. Nutrisi dipenuhi dengan makanan yang sehat dengan gizi seimbang. Minum cukup air juga penting karena mayoritas tubuh kita terdiri dari cairan dan cukup minum bermanfaat bagi tubuh. 

4. Ajarkan hal ini jika terpaksa mengajak anak ke luar rumah

4. Ajarkan hal ini jika terpaksa mengajak anak ke luar rumah
Pexels/Gustavo Fring

Saat Mama dan Papa terpaksa mengajak anak ke luar rumah, dr. Rouli menjelaskan bahwa para orangtua bisa melakukan cara berikut ini.

Ajarkan anak untuk menjaga jarak (physical distancing), menjaga jarak dengan mambatasi kontak sebanyak mungkin adalah kunci untuk memperlambat penyebaran virus corona. Seperti yang ditegaskan oleh dr. Rouli, "Kita bisa mengajarkan anak di rumah bagaimana cara physical distancing, ya sambil main lah."

Mama bisa mengajarkan pada anak untuk tetap menjaga jarak 1-2 meter dari siapa pun yang tidak sengaja mereka temui. Untuk membantu anak-anak menjaga koneksi sosial saat masa isolasi, Mama bisa membantu anak melakukan panggilan telepon atau obrolan video dengan teman-teman atau saudara yang jauh dari mereka. 

Selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan selalu menggunakan masker wajah. Saat anak usia 2 tahun ke atas, Mama harus mengenakannya amsker yang menutupi hidung dan mulut mereka saat pergi ke luar rumah. 

Meski anak hanya di rumah saja dengan kegiatan belajar online-nya, Mama tetap perlu membiasakan anak untuk mengenakan masker selama di rumah, jadi bila terpaksa anak harus dibawa ke luar rumah, anak sudah terbiasa memakai masker. 

5. Tips menjaga konsentrasi anak selama belajar online

5. Tips menjaga konsentrasi anak selama belajar online
Pexels/Julia M Cameron

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kegiatan belajar mengajar online selama pandemi juga menjadi tantangan baru bagi para orangtua. Anak sering kali menjadi sulit fokus karena banyak hal yang menganggu mereka di rumah.

dr. Rouli kemudian memberikan tips bagi para Mama di rumah untuk tetap menjaga konsentrasi anak selama melakukan belajar online. Berikut diantaranya:

  • Ciptakan suasana tenang. Agar konsentrasi anak tak terganggu, Mama dan Papa harus bisa menciptakan suasana dengan tenang. Kurangi bunyi-bunyian yang tidak perlu dan bisa mengganggu konsentrasi anak, seperti suara musik dari ponsel atau televisi. Hal ini juga berlaku saat Mama atau Papa ada meeting virtual dalam waktu bersamaan, maka sebaiknya menggunakan earphone atau headphone jika perlu.
  • Duduk bersama anak. Cobalah mendampingi anak saat mereka tengah belajar online. Hal ini juga bisa membuat Mama memberikan pengarahan apa yang harus ia lakukan selama menyelesaikan tugas sekolahnya. Mama juga bisa sesekali senyum pada anak tanpa mengajaknya mengobrol agar ia tetap semangat dan fokus.
  • Atur lingkungan tempat belajar. Tak hanya tenang, tempat belajar yang rapi dan teratur juga akan membuat anak nyaman serta konsentrasinya tetap terjaga. Jadi pastikan meja belajar anak tidak berantakan sebelum memulai pelajaran ya, Ma.
  • Buat jadwal teratur. Jika sudah menerima jadwal yang diberikan sekolah, bimbing anak untuk mematuhi jadwal tersebut. Hal ini agar anak bisa tetap fokus dan teratur dalam menyelesaikan pelajaran.
  • Kerjakan tugas satu persatu. Ketika mendampingi anak, bantu mereka untuk mengerjakan tugasnya satu persatu agar tidak membuat anak semakin stres ya, Ma.
  • Berikan waktu untuk beristirahat. Sama seperti di sekolah, di rumah pun anak harus mendapat waktu istirahat agar tidak stres atau kesal karena kelelahan. Jeda waktu ini bisa mengisi energinya untuk kembali berkonsentrasi saat memulai kembali.
  • Dorong anak untuk aktif. Kebanyakan orangtua merasa kesal jika anaknya terlalu lama dalam meyelesaikan tugas sekolah. Ingat ya, Ma, di sini orangtua hanya membantu anak. Pastikan anak yang sepenuhnya mengerjakan tugas-tugasnya. Saat orangtua banyak mengambil alih, maka yang berkonsentrasi justru orangtua, bukan anaknya. Minta mereka bertanggung jawab akan keputusan yang diambil secara bersama-sama
  • Berikan air putih yang cukup untuk anak. Perlu diketahui bahwa dengan memenuhi kebutuhan harian air anak, maka Mama sudah membantu anak untuk tetap fokus dalam menjalankan sesuatu termasuk kegiatan belajar online. Dalam jurnal American College of Nutrition tahun 2012 menyebutkan dehidrasi ringan 2% dapat mengurangi tingkat konsentrasi dan perhatian seseorang. Minum air putih secukupnya mampu mengembalikan konsentrasi yang telah buyar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan tambahan minum 200–400ml atau 1-2 gelas sebelum waktu belajar dapat meningkatkan performa siswa dalam memperkuat daya tangkap visual dan memori mereka, sehingga membantu proses belajar untuk meningkatkan prestasi.

Nah, Ma, itu tadi tips menjaga kesehatan anak selama pandemi Covid-19 dari dr. Rouli Nababan, SpA. Tetap semangat dalam menjaga kesehatan keluarga dan anak di rumah ya, Ma.

Jika Mama ingin mengetahui informasi lainnya mengenai Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020, Yuk segera cek di Instagram @popmama.parenting.academy atau dari Popac.popmama.com ya!

Semoga informasinya bermanfaat Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.