Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Panduan Screen Time Anak Menurut WHO, di Rumah Sudah Berlaku Belum Nih?

Panduan Screen Time Anak Menurut WHO, di Rumah Sudah Berlaku Belum Nih?
Pexels/www.kaboompics.com
Intinya Sih
  • Anak usia 0 hingga 18 bulan sama sekali tidak boleh terpapar gadget, kecuali untuk aktivitas panggilan video interaktif bersama keluarga besar.

  • Screen timemulai diperbolehkan secara sangat terbatas dan didampingi penuh pada usia 18 hingga 24 bulan untuk mengenali konten edukasi berkualitas.

  • Manajemen durasi menatap layar harus ditegakkan secara konsisten hingga usia remaja demi menjaga kualitas tidur dan interaksi sosial anak di dunia nyata.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik, waktu tidur, dan penggunaan gadget pada anak menjadi salah satu tantangan terbesar bagi para orangtua di era digital ini ya, Ma. 

Mama mungkin tanpa sadar memanfaatkan ponsel atau televisi sebagai "pengasuh elektronik" agar anak bisa duduk tenang. 

Padahal, kebiasaan malas bergerak (sedentary behaviour) yang terbentuk sejak usia dini dapat membawa dampak buruk yang berkepanjangan bagi kesehatan fisik dan perkembangan mental anak hingga mereka dewasa. 

Berikut Popmama.com rangkum 7 poin penting panduan screen time dan aktivitas fisik anak berdasarkan kelompok usia!

Table of Content

1. Usia 0-18 bulan: larangan total screen time

1. Usia 0-18 bulan: larangan total screen time

Larangan total paparan screen time untuk bayi di bawah 1 tahun
Pexels/Vitaly Gariev

Bagi Mama yang memiliki buah hati di dalam rentang usia emas awal, yakni sejak lahir hingga menginjak usia 18 bulan, aturan pemakaian gadget wajib diterapkan secara sangat ketat yaitu nol screen time.

Pada fase ini, bayi sama sekali tidak boleh terpapar oleh tayangan visual dari layar tablet maupun televisi.

Pengecualian yang masih diperbolehkan oleh para pakar kesehatan hanyalah aktivitas panggilan video (video chatting) singkat bersama kakek, nenek, atau anggota keluarga lainnya untuk melatih pengenalan wajah dan suara.

Di luar aktivitas interaktif dua arah tersebut, paparan video satu arah harus dihindari total karena dapat mengganggu perkembangan fokus alami mata bayi serta menghambat stimulus jaringan otak yang sedang tumbuh pesat.

2. Usia 18-24 bulan: pengenalan screen time secara terbatas

Mengganti waktu diam bayi di bawah 1 tahun dengan aktivitas non-layar
Pexels/PNW Production

Memasuki fase usia batita, yaitu pada rentang umur 18 hingga 24 bulan, aturan penggunaan gadget untuk anak mulai sedikit melonggar namun tetap dalam pengawasan yang super ketat.

Pada tahap ini, Mama sudah diperbolehkan mengenalkan perangkat digital kepada anak dengan catatan durasinya harus sangat terbatas dan tidak boleh dibiarkan menjadi rutinitas harian yang panjang.

Konten yang dipilihkan pun tidak boleh sembarangan, melainkan harus berupa program edukasi berkualitas tinggi yang dirancang khusus untuk anak usia dini, seperti pengenalan warna, bentuk, atau suara binatang.

Pengenalan ini bertujuan untuk memberikan stimulus kognitif tambahan yang positif tanpa membuat anak menjadi ketergantungan pada layar ponsel.

3. Usia 2-5 tahun: batasan maksimal kurang lebih 1 jam sehari

Aturan ketat larangan gadget untuk anak usia 1 tahun
Pexels/Krishna Kids Photography

Ketika anak sudah berada di kelompok usia prasekolah, yaitu rentang umur 2 hingga 5 tahun, batas toleransi durasi menatap layar yang direkomendasikan adalah kurang lebih 1 jam saja dalam satu hari.

Durasi waktu selama satu jam ini sebaiknya tidak diberikan secara sekaligus dalam satu sesi, melainkan dibagi menjadi beberapa sesi pendek berdurasi 15 sampai 20 menit agar mata anak tidak kelelahan.

Jenis tayangan yang ditonton pun harus dipastikan bebas dari unsur kekerasan, memiliki alur cerita yang lambat, serta mendidik.

Menegakkan batasan waktu satu jam ini secara disiplin sangat penting untuk memastikan anak tetap memiliki waktu yang cukup untuk bermain aktif, bersosialisasi, dan beristirahat.

4. Usia 2-5 tahun: pentingnya pendampingan penuh dari Mama

Batas maksimal screen time 1 jam untuk anak usia 2 tahun
Pexels/www.kaboompics.com

Masih untuk kelompok usia prasekolah 2 sampai 5 tahun, aturan yang tidak kalah krusial adalah kewajiban orangtua untuk memberikan pendampingan secara aktif atau co-viewing saat anak melakukan screen time.

Mama atau Papa tidak boleh membiarkan anak memegang dan menatap layar gadget seorang diri tanpa interaksi.

Selama anak menonton, orangtua harus ikut mendampingi di sampingnya, mengajak berkomunikasi, serta menjelaskan makna dari gambar atau cerita yang sedang ditayangkan di layar.

Proses interaksi dua arah ini sangat efektif untuk membantu anak memahami apa yang mereka lihat, sekaligus mencegah risiko terjadinya hambatan bicara (speech delay) akibat anak terlalu sering menonton tayangan satu arah.

5. Usia 6-12 tahun: batasan konsisten kurang lebih 2 jam sehari

Batas maksimal screen time 1 jam untuk anak usia 2 tahun
Pexels/PNW Production

Bagi anak-anak yang sudah memasuki usia sekolah dasar, yaitu rentang umur 6 hingga 12 tahun, kebutuhan mereka akan gadget biasanya akan meningkat untuk keperluan belajar dan hiburan.

Batasan aturan menatap layar untuk kelompok usia ini adalah kurang lebih 2 jam dalam satu hari di luar kebutuhan mendesak untuk mengerjakan tugas sekolah digital.

Orangtua dituntut untuk lebih bijak dalam membagi waktu dua jam tersebut, misalnya dengan memberikan waktu santai menonton atau bermain gim setelah anak selesai menyelesaikan kewajiban belajar dan membantu tugas rumah tangga sederhana.

6. Usia 13-17 tahun: penegakan aturan yang konsisten untuk remaja

Aturan screen time maksimal 1 jam untuk anak usia 3-4 tahun
Pexels/Helena Lopes

Memasuki fase usia remaja, yaitu rentang umur 13 hingga 17 tahun, anak-anak umumnya sudah memiliki perangkat gadget pribadi dan akun media sosial sendiri, sehingga pengawasan fisik secara langsung menjadi lebih menantang.

Pada tahap ini, fokus utama orangtua adalah menerapkan batasan penggunaan gadget yang konsisten dan berbasis kesepakatan bersama remaja.

Batasan konsisten yang dimaksud adalah dengan membuat aturan tegas yang melarang penggunaan gadget pada waktu-waktu krusial, seperti saat sedang makan bersama keluarga dan satu jam sebelum waktu tidur malam.

Kedisiplinan ini sangat penting untuk memastikan bahwa aktivitas digital tidak sampai memotong waktu tidur mereka yang berharga dan tidak merusak kemampuan komunikasi interpersonal mereka.

7. Dampak bermain gadget tanpa screen tim pada anak

Batasan duduk dan pengalihan aktivitas screen time anak usia 1-4 tahun
Pexels/George Pak

Anak-anak yang dibiarkan menatap layar secara berlebihan di semua tingkatan usia berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan fisik, seperti obesitas dini akibat kurang bergerak, kerusakan pada saraf mata, hingga gangguan pola tidur.

Secara mental dan sosial, pengabaian aturan ini dapat memicu anak menjadi pribadi yang impulsif, memiliki rentang perhatian yang sangat pendek, sulit mengendalikan emosi, serta mengalami kecemasan sosial karena terbiasa berinteraksi dengan benda mati dibandingkan manusia nyata.

Membatasi waktu screen time secara ketat dan menggantinya dengan aktivitas komunikasi interaktif dua arah yang nyata bersama keluarga adalah kunci utama untuk melindungi fokus kognitif, kesehatan mata, dan tumbuh kembang emosional anak.

Apakah Mama sudah mulai menerapkan aturan screen time yang tepat pada anak mama di rumah sesuai dengan panduan usianya?

Share Article
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More