Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Sedekah di Bulan Ramadan yang Bisa Dilakukan Anak

7 Sedekah di Bulan Ramadan yang Bisa Dilakukan Anak
Freepik/nensuria
Intinya Sih
  • Bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mengajarkan anak kebiasaan berbagi melalui sedekah sejak dini.

  • Anak dapat bersedekah dengan cara sederhana seperti menyisihkan uang jajan, berbagi makanan, memberikan mainan, membantu orangtua, hingga mengajarkan mengaji.

  • Kebiasaan bersedekah yang diajarkan sejak kecil dapat membentuk karakter anak agar peduli, dermawan, dan terbiasa berbagi dengan orang lain.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan anak tentang pentingnya berbagi dengan sesama, misalnya lewat sedekah.

Sedekah bukan hanya kewajiban orang dewasa, tetapi juga bisa menjadi kebiasaan baik yang ditanamkan pada anak sejak dini.

Anak bisa belajar berbagi sejak usia dini melalui berbagai cara sederhana yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Berikut Popmama.com rangkum 7 sedekah di bulan Ramadan yang bisa dilakukan anak!

Table of Content

1. Menyisihkan uang jajan untuk sedekah

1. Menyisihkan uang jajan untuk sedekah

Menabung uang di celengan
Freepik

Cara pertama mengajarkan anak bersedekah adalah dengan membiasakan mereka menyisihkan sebagian uang jajan mereka. Ajarkan anak untuk menyisihkan sebagian uang jajan yang mereka terima setiap hari.

Mama tidak perlu meminta jumlah yang besar, cukup sesuai dengan kemampuan anak. Misalnya, jika anak mendapat uang jajan Rp10.000 per hari, ajak mereka untuk menyisihkan Rp1.000 atau Rp2.000 untuk sedekah.

Buatkan kotak sedekah khusus di rumah yang bisa dihias bersama anak. Kotak ini akan menjadi tempat anak memasukkan uang sedekah mereka setiap hari. Mama bisa menggunakan kaleng bekas, kotak sepatu, atau membeli celengan khusus yang menarik untuk anak.

Ajak anak menghitung total sedekah mereka di akhir bulan Ramadan dan biarkan anak yang menyerahkan sedekah ke masjid atau lembaga zakat.

Menyerahkan sendiri uang sedekah yang telah mereka kumpulkan akan membuat anak merasa bangga dan bertanggung jawab atas amalan baik yang telah mereka lakukan.

2. Berbagi makanan sahur dengan tetangga

Sahur bersama Kakek
Freepik

Berbagi makanan sahur dengan tetangga adalah cara yang sangat efektif untuk mengajarkan anak tentang kepedulian terhadap orang lain, terutama yang tinggal di sekitar mereka.

Ajak anak membantu menyiapkan makanan untuk tetangga. Libatkan anak dalam proses memasak atau mengemas makanan. Mereka bisa membantu memasukkan makanan ke dalam wadah, mengikat plastik, atau menghias kemasan agar terlihat lebih menarik.

Biarkan anak yang mengantarkan makanan ke rumah tetangga. Dengan mengantarkan sendir, mereka akan belajar tentang interaksi sosial dan keberanian. Mama bisa dampingi anak saat pertama kali mengantarkan, kemudian biarkan mereka melakukannya sendiri setelah terbiasa.

3. Memberikan mainan atau buku yang sudah tidak terpakai

Mendonasikan mainan yang sudah tidak dimainkan
Freepik

Ajak anak memilih mainan atau buku yang masih dalam kondisi baik tetapi sudah jarang mereka pakai. Jangan memaksa anak untuk memberikan mainan favorit mereka, tetapi bimbing mereka untuk memilih barang yang memang sudah tidak terpakai.

Jelaskan kepada anak bahwa ada anak-anak lain yang tidak memiliki mainan atau buku seperti yang mereka miliki. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Mama juga bisa mengajak anak ke panti asuhan untuk memberikan mainan atau buku secara langsung. Anak akan melihat kebahagiaan di wajah anak-anak lain dan memahami bahwa berbagi membuat orang lain bahagia.

Beri pengertian bahwa berbagi mainan juga termasuk sedekah. Sedekah tidak selalu tentang uang, tetapi juga tentang berbagi barang yang kita miliki dengan orang yang membutuhkan.

4. Membantu orangtua menyiapkan takjil untuk dibagikan

Anak membagikan apel
Freepik

Biarkan anak membantu dalam proses menyiapkan takjil seperti es buah, kolak, atau minuman segar. Sesuaikan tugas dengan usia anak.

Si Kecil bisa membantu menyiapkan makanan dan keperluan takjil lainnya, sementara anak remaja Mama bisa membantu memotong atau memasak takjilnya.

Setelah itu, ajak anak ke masjid untuk membagikan takjil kepada jamaah yang akan berbuka puasa. Biarkan anak yang memberikan takjil langsung kepada orang-orang.

Meskipun awalnya mungkin malu-malu, dengan dukungan Mama, anak akan belajar untuk berani berinteraksi dan berbagi dengan orang lain.

Ajarkan adab saat memberi seperti senyum dan ucapkan kata-kata baik seperti "Silakan berbuka". Adab dalam berbagi ini sangat penting agar sedekah yang diberikan tidak menyakiti perasaan penerima dan bernilai di sisi Allah.

5. Mengajari adik atau teman mengaji

Kakak mengajari Adik
Freepik/jcomp

Sedekah ilmu adalah salah satu bentuk sedekah yang pahalanya sangat besar dan terus mengalir selama ilmu tersebut bermanfaat bagi orang lain. Sedekah ilmu sangat berharga karena tidak hanya bermanfaat untuk dunia, tetapi juga untuk akhirat.

Anak yang sudah bisa mengaji bisa mengajari teman atau adik yang belum bisa atau masih belajar. Tidak perlu menunggu sampai sempurna membaca Al-Qur'an, yang penting anak sudah bisa membaca huruf hijaiyah dan mau berbagi ilmu yang mereka miliki.

Tidak perlu sempurna, yang penting adalah keikhlasan dalam berbagi ilmu. Ajari anak untuk sabar ketika mengajari teman atau adiknya. Jika ada yang salah, beritahu dengan cara yang baik, jangan dengan cara yang membuat teman atau adiknya malu atau sedih.

Pahala dari sedekah ilmu akan terus mengalir selama ilmu itu bermanfaat. Setiap kali teman atau adik yang diajarkan membaca Al-Qur'an, anak yang mengajari akan mendapat pahala juga.

6. Membantu pekerjaan rumah

Anak membantu Mama mencuci piring
Freepik/bearfotos

Sedekah tidak selalu harus keluar rumah atau untuk orang lain. Membantu pekerjaan rumah adalah bentuk sedekah tenaga kepada orangtua yang sangat mulia.

Berbakti kepada orangtua adalah salah satu amalan yang paling dicintai Allah, dan membantu pekerjaan rumah adalah salah satu bentuk bakti tersebut.

Bantu pekerjaan rumah sesuai dengan usia anak. Mereka bisa membantu menyapu, membereskan mainan, meletakkan pakaian kotor di tempatnya, membantu mencuci piring, menyapu halaman, atau mengepel lantai.

Bantu juga adik ketika mengerjakan PR dan tugas sekolah. Ingatkan untuk mengajari dengan sabar dan tidak langsung memberikan jawaban, tetapi bantu mereka memahami cara mengerjakannya.

7. Bersedekah dengan senyuman dan kata baik

2 cucu bermain bersama Kakek
Freepik/artursafronovvvv

Bentuk sedekah yang paling mudah dilakukan namun sering terlupakan adalah sedekah senyuman dan kata-kata baik. Ini adalah sedekah yang bisa dilakukan setiap saat tanpa biaya apapun.

Rasulullah SAW bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ

Tabasumuka fii wajhi akhiika shadaqah.

Artinya: "Senyumanmu di hadapan saudaramu adalah sedekah." (HR. Tirmidzi)

Hadits ini mengajarkan bahwa hal sesederhana senyuman pun bernilai sebagai sedekah di sisi Allah.

Ucapkan kata-kata baik kepada keluarga dan teman. Ajari anak untuk selalu mengucapkan "terima kasih", "maaf", "tolong", dan kata-kata baik lainnya. Kata-kata baik dapat menghibur hati orang lain dan menciptakan suasana yang menyenangkan.

Intinya, Ma, kebiasaan bersedekah yang ditanamkan sejak kecil akan terbawa hingga mereka dewasa dan menjadi bagian dari karakter mereka.

Anak akan lebih mudah belajar dari apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Jadi, pastikan Mama dan Papa juga rutin bersedekah agar anak mencontoh kebiasaan baik ini.

Sudahkah Mama mengajarkan anak untuk rutin bersedekah di bulan Ramadan ini?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More