Seperti Chava Anak Rachel Vennya, Ini Manfaat Jiu Jitsu untuk Anak

Selama ini, jiu jitsu mungkin lebih dikenal sebagai olahraga bela diri yang identik dengan orang dewasa dan pertarungan profesional.
Namun, anggapan itu kini mulai bergeser. Banyak anak-anak, bahkan di usia dini, mulai menunjukkan minat dan bakat besar di olahraga yang satu ini. Salah satu contohnya adalah Chava, putri dari Rachel Vennya.
Beberapa waktu lalu, Mama dua orang anak ini bagikan pengalaman pertama putrinya mengikuti sparing jiu jitsu, di usianya yang baru saja menginjak 6 tahun.
Keberanian Chava ini membuka mata banyak orang bahwa jiu jitsu adalah olahraga yang sangat cocok untuk anak-anak. Lebih dari sekadar aktivitas fisik, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan anak ketika mereka mulai berlatih bela diri satu ini.
Yuk, simak apa saja sih manfaat olahraga bela diri jiu jitsu seperti yang dilakukan Chava dalam ulasan Popmama.com berikut ini.
Keberanian Chava saat Berlatih Jiu Jitsu

Chava, gadis kecil kelahiran 16 Desember 2019 yang sudah dikenal punya banyak bakat, kini menekuni olahraga jiu jitsu seperti kakaknya, Abang Xabiru.
Tanpa paksaan, Mama Rachel menyebut bahwa putrinya memilih bela diri ini atas kemauannya sendiri, meskipun sang mama awalnya sempat khawatir dan tidak mengizinkannya.
Setelah unggahan sebelumnya viral yang perlihatkan sparing pertama Chava, Mama Rachel kembali membagikan momen terbaru kedua anaknya saat berlatih di arena jiu jitsu.
Dalam video tersebut, gaya kedua anaknya terlihat kontras dan bikin gemas netizen nih, Ma. Biru terlihat waspada dan berusaha menjaga lawannya, sementara Chava justru bertarung penuh semangat, baik dengan teman maupun pelatihnya.
Rachel Vennya pun memberi caption lucu pada unggahan tersebut berupa, "POV princess disuruh berantem".
Sebagai orangtua, tentu Mama Rachel tak menyangka putrinya yang masih begitu kecil ini memiliki keberanian luar biasa. Meski awalnya melarang, Rachel akhirnya mendukung penuh pilihan Chava karena melihat tekad kuat sang anak.
Nah, melihat Chava dengan segala keberaniannya terjun di olahraga bela diri satu ini, banyak dari Mama mungkin bertanya-tanya apa saja sih manfaat yang didapat dari jiu jitsu.
Berikut manfaat jiu jitsu untuk anak secara fisik dan mental:
1. Membentuk karakter dan disiplin diri

Salah satu manfaat utama dari jiu jitsu untuk anak adalah pembentukan karakter positif.
Olahraga ini mengajarkan disiplin diri melalui rutinitas latihan yang terstruktur, seperti memakai pakaian khusus, mengikuti instruksi pelatih, serta menghormati sesama teman latih.
Dari sini, anak akan belajar untuk mendengarkan, fokus, dan menghargai orang lain secara alami. Nggak cuma itu, Ma, sistem kenaikan sabuk dalam jiu jitsu mengajarkan anak tentang proses mencapai tujuan dan ketekunan.
Mereka belajar bahwa untuk naik ke tingkatan berikutnya, dibutuhkan usaha dan dedikasi yang konsisten. Hal ini menjadi bekal berharga yang akan mereka bawa hingga dewasa kelak.
Yang tak kalah penting, jiu jitsu mengajarkan anak cara menghadapi kegagalan. Saat latihan, anak akan sering berhadapan dengan lawan yang lebih tangguh dan mungkin kalah.
Namun, justru dari situlah mereka belajar untuk tidak menyerah, bangkit kembali, dan melihat setiap kekalahan sebagai pelajaran untuk berkembang.
2. Meningkatkan kebugaran dan motorik

Dari sisi fisik, jiu jitsu menawarkan manfaat yang sangat baik untuk pertumbuhan anak, Ma.
Berbagai gerakan dalam olahraga bela diri ini, seperti mengunci dan bergulat di atas matras, secara efektif melatih kekuatan, fleksibilitas, serta koordinasi motorik anak secara menyeluruh. Tubuh anak pun menjadi lebih aktif dan terlatih.
Bahkan, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa jika dilakukan secara teratur, olahraga ini dapat meningkatkan kemampuan motorik halus dan kasar, keseimbangan tubuh, serta organisasi spasial anak.
Ini berarti anak tidak hanya menjadi lebih bugar dan sehat secara fisik, tapi juga memiliki kontrol tubuh yang lebih baik dalam setiap gerakannya.
Aktivitas fisik yang intens dalam jiu jitsu juga membantu mencegah gaya hidup sedentari yang sering dikaitkan dengan menonton televisi atau bermain gadget berjam-jam.
Nah, daripada anak terus fokus pada layar ponselnya saja, coba ajak anak aktif bergerak dalam olahraga satu ini aja yuk, Ma. Anak akan jadi lebih aktif, energik, dan menghargai pentingnya kebugaran jasmani sejak usia dini.
3. Mengajarkan pertahanan diri tanpa kekerasan

Kekhawatiran banyak orangtua bahwa bela diri akan membuat anak agresif bisa dijawab dengan prinsip dasar jiu jitsu itu sendiri.
Olahraga ini lebih menekankan pada teknik dan penguncian daripada kekuatan atau pukulan, sehingga sering disebut sebagai "seni lembut. Anak-anak diajarkan cara mengendalikan lawan tanpa harus melukai.
Meski awalnya terlihat menyeramkan untuk orangtua, nyatanya anak akan belajar teknik yang bisa menjadikannya bertahan diri paling efektif tanpa kekerasan, terutama dalam menghadapi bullying.
Saat berlatih, anak dibekali teknik untuk melindungi diri dari situasi berbahaya, namun tetap ditekankan bahwa ilmu ini bukan untuk menyerang atau berkelahi sembarangan.
Dengan rasa percaya diri yang didapat dari kemampuan ini, anak-anak cenderung tidak menjadi target bullying. Mereka juga lebih tenang dan tidak mudah terprovokasi, karena sudah memiliki bekal untuk melindungi diri saat diperlukan.
Dari pengalaman Chava berlatih jiu jitsu di usia muda, orangtua bisa memahami bahwa anak bisa mendapatkan banyak hal positif dari olahraga ini, bukan hanya sekadar keterampilan bertarung.
Jadi, tidak ada salahnya untuk mulai mempertimbangkan jiu jitsu sebagai pilihan kegiatan yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak, Ma.





















