“Kalau ingin melaporkan ke polisi saya sangat bisa sekali, tapi saya mempertimbangkan dia punya empat anak dan cucunya pada kecil, saya gak mau kelak cucunya di kemudian hari menjadi korban Bullying hanya karena neneknya dipidana. Oleh karena itu, menurut saya sanksi sosial sudah cukup berlaku bagi orang bersangkutan, ucap ayah korban, (17/02/2026).
Viral Rekaman CCTV Ungkap Dugaan Kekerasan pada Anak di Bandung

Kronologi kejadian: ART memukul kepala anak hingga luka di hidung, menyebabkan tangisan keras dan diperhatikan oleh sang nenek.
Pelaku mengakui perbuatannya: Pelaku mengelak awalnya, namun akhirnya mengakui tindakan kasar setelah bukti rekaman CCTV diperlihatkan.
Orangtua korban tidak melanjutkan ke ranah hukum: Meski mendapat tawaran bantuan hukum, orangtua korban memilih tidak membawa kasus ini ke jalur hukum demi pertimbangan kondisi keluarga pelaku.
Rumah dikenal sebagai ruang aman bagi anak saat bermain dan belajar. Tempat inilah anak seharusnya mendapatkan perlindungan, kenyamanan, serta kasih sayang dari orang-orang terdekatnya.
Namun rasa aman itu berubah, ketika fungsi rumah tak lagi sama dan membuat situasi kian mencekam. Seperti yang baru ini terjadi pada seorang anak bernama Fikri yang menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh Asisten Rumah Tangga atau ART saat di rumah.
Peristiwa tersebut terekam jelas oleh kamera CCTV, menampilkan korban yang berusia empat tahun tersebut terlihat mengalami perlakuan tak pantas saat sedang menyuapi antara korban dan pelaku. Kejadian ini sontak menjadi viral dan mendapat berbagai reaksi dari warganet.
Untuk memahami informasi ini lebih dalam, berikut ini Popmama.com telah merangkum kasus kekerasan pada anak di Bandung secara lebih lengkap. Disimak, ya!
Table of Content
1. Kronologi kejadian

Kejadian naas ini bermula ketika ART berinisial R, terlihat sedang menyuapi korban. Namun, ketika si Anak menolak untuk makan, pelaku tampak mulai kehilangan kesabaran dan dengan penuh amarah, ia lantas memukul kepala anak hingga menyebabkan luka di bagian hidung.
Tangisan keras korban pun pecah dan menarik perhatian sang nenek yang berada di dalam rumah. Menyadari ada orang lain di sekitarnya, pelaku segera berpura-pura menenangkan korban, seolah tidak tak terjadi apa-apa. Mendengar cucunya dalam bahaya, sang nenek dengan cepat melaporkan kepada orangtua Fikri untuk segera mendapatkan pertolongan medis.
2. Pelaku mengakui perbuatannya

Setelah kejadian tersebut diketahui keluarga, orangtua korban segera mengonfirmasi langsung kepada ART yang bersangkutan. Pada awalnya, pelaku sempat mengelak dan berdalih bahwa luka di bagian hidung korban disebabkan oleh kebiasaan mengupil si Anak.
Namun, alasan tersebut terbantahkan setelah orangtua memperlihatkan bukti rekaman CCTV yang merekam seluruh rangkaian peristiwa. Ia akhirnya mengakui perbuatan, setelah terbukti melakukan tindakan kasar terhadap korban saat proses menyuapi makan.
Pengakuan tersebut tentunya membuat keluarga korban terpukul. Pasalnya, selama ini mereka telah memberikan kepercayaan penuh kepada pelaku, termasuk menyediakan tempat tinggal gratis di rumah majikan serta gaji yang dinilai cukup.
3. Orangtua korban memilih tidak membawa kasus ke ranah hukum

Meski mendapat tawaran pendampingan dan bantuan hukum dari kepolisian, aparat, hingga Komisi Perlindungan Anak. Orangtua korban memutuskan untuk tidak melanjutkan perkara ini ke jalur hukum.
Keputusan tersebut diambil, dengan mempertimbangkan kondisi keluarga pelaku yang memiliki empat anak serta beberapa cucu yang masih kecil. Orangtua korban juga mengaku tidak ingin anak-anak tersebut mengalami dampak sosial di kemudian hari, seperti perundungan akibat kasus hukum yang menimpa orangtuanya.
Saat ini, fokus utama keluarga adalah pemulihan trauma psikologis korban, pendampingan emosional Fikri tetap berjalan optimal. Mereka menilai, bahwa upaya penyembuhan dan perlindungan jangka panjang bagi anak jauh lebih penting untuk diprioritaskan.
Itulah ma, informasi penting mengenai kasus kekerasan anak di Bandung. Mari untuk selalu senantiasa memastikan anak berada di lingkungan yang aman, penuh kasih dan aman baik di rumah maupun di luar rumah.


















