Sebagai orangtua, Generasi Z biasanya bercita-cita untuk menjadi “sempurna,” kata Dr. Schiff, tetapi karena itu sering merasa kurang percaya diri dalam mengasuh anak dibandingkan dengan orangtua Milenial.
Orangtua yang lebih muda, yaitu Generasi Z, tumbuh di era media sosial, di mana setiap tindakan seseorang dikritik dan semuanya direkam dan dibagikan. Mereka memberi tekanan pada diri mereka sendiri karena lingkungan tempat mereka tumbuh, dan sebagian darinya adalah perbandingan sosial dengan kehidupan 'sempurna' orangtua lain yang digambarkan di media sosial.
Karena Generasi Z hanya mengenal pengasuhan anak dalam konteks teknologi, media sosial, dan keterhubungan yang ekstrem, tidak ada kekurangan informasi untuk generasi ini, dan karena alasan itu, orangtua Gen Z lebih menghargai eksplorasi identitas daripada etos kerja dibandingkan dengan orangtua Milenial.
Hal ini menyebabkan banyak orangtua Generasi Z mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah Montessori dan lingkungan belajar non-tradisional, alih-alih mendaftarkan mereka di sekolah bergaya kurva lonceng tradisional yang biasanya disukai oleh generasi sebelumnya.
Beberapa orangtua Generasi Z bahkan memiliki keluarga lebih awal daripada Milenial karena mereka cenderung kembali ke nilai-nilai tradisional historis karena mereka tidak harus memberontak terhadap orangtua helikopter yang ditentang oleh beberapa generasi sebelumnya.
Namun, penting untuk dicatat bahwa ini bukan tren universal di kalangan Generasi Z, yang sebagian besar masih memilih untuk menjadi orangtua lebih lambat dibandingkan generasi sebelumnya.
Sejauh ini, orangtua Generasi Z lebih cenderung berfokus pada pengasuhan yang lembut sebagai pendekatan. Generas Z menghargai ekspresi diri dan cenderung menolak norma-norma tradisional, dan hal ini mendorong mereka untuk mengeksplorasi gaya pengasuhan baru. Secara psikologis, anak-anak dari orangtua Generasi Z mungkin lebih sehat karena orangtua ini cenderung memprioritaskan kesehatan mental dan kesejahteraan anak mereka.
Namun, beberapa Generasi Z masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, jadi masih banyak yang harus dipelajari tentang bagaimana generasi ini akan mengasuh anak.
Itu penjelasan tentang bagaimana pergeseran generasi ini memengaruhi dinamika pengasuhan anak. Semoga bisa membantu Mama dalam mengasuh si Kecil, ya.