Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Pengaruh Pola Tidur terhadap Imun Anak dan Dampak Buruknya
Pexels/www.kaboompics.com
  • Tidur berkualitas membantu produksi sitokin, menguatkan sel T, dan membentuk memori imunologis agar tubuh si Kecil lebih siap melawan infeksi serta mempercepat pemulihan dari penyakit.

  • Pola tidur yang cukup menekan hormon kortisol berlebih, menjaga regenerasi jaringan, serta meningkatkan efektivitas vaksinasi dengan mendukung pembentukan antibodi secara optimal.

  • Ritme tidur teratur menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang berperan besar dalam sistem kekebalan tubuh si Kecil, mencegah peradangan, dan memastikan penyerapan nutrisi berjalan baik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sering kali sebagai orangtua, Mama lebih fokus pada apa yang masuk ke dalam piring si Kecil untuk menjaga daya tahan tubuh mereka. 

Padahal, ada satu pilar kesehatan dasar yang tidak kalah penting namun sering terabaikan, yaitu pola tidur harian si Kecil. 

Tidur berkualitas bukan sekadar rutinitas penutup hari agar si Kecil tidak rewel, melainkan momen di mana tubuh bekerja aktif melakukan regenerasi sel dan memperkuat benteng pertahanan dari berbagai penyakit.

Berikut Popmama.com rangkum 7 pengaruh pola tidur terhadap sistem imun si Kecil!

1. Membantu produksi sitokin untuk melawan infeksi dan peradangan

Pexels/Tima Miroshnichenko

Saat si Kecil tidur nyenyak di malam hari, sistem imun mereka melepaskan protein yang disebut sitokin. 

Beberapa jenis sitokin sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama ketika ada ancaman infeksi, peradangan, atau ketika si Kecil sedang berada di bawah tekanan stres. 

Jika pola tidur si Kecil berantakan dan mereka sering kekurangan waktu istirahat, produksi sitokin pelindung ini akan menurun drastis. 

Dampak kelebihannya adalah tubuh si Kecil kekurangan kekuatan untuk meredakan peradangan, sehingga si Kecil menjadi lebih mudah terserang penyakit menular dan membutuhkan waktu pemulihan yang jauh lebih lama saat jatuh sakit.

2. Mengoptimalkan kerja sel T dalam menghancurkan patogen

Pexels/More Amore

Pola tidur yang baik berpengaruh langsung terhadap kemampuan sel T, yaitu sejenis sel darah putih yang memiliki peran vital dalam merespons kekebalan tubuh terhadap serangan zat asing. 

Selama fase tidur dalam (deep sleep), tubuh melepaskan hormon yang meningkatkan kemampuan sel T untuk menempel dan menghancurkan sel-sel yang telah terinfeksi oleh virus atau bakteri. 

Sebaliknya, ketika si Kecil sering begadang atau jam tidurnya tidak teratur, efisiensi kerja sel T ini akan melemah akibat tingginya hormon stres di dalam darah. 

Akibat buruknya, sistem imun si Kecil menjadi kurang responsif dan lambat dalam mendeteksi ancaman penyakit berbahaya.

3. Meningkatkan memori imunologis tubuh terhadap penyakit

Pexels/Polina Tankilevitch

Sama seperti otak yang mengonsolidasikan ingatan dan pelajaran harian saat tidur, sistem kekebalan tubuh si Kecil juga menggunakan waktu istirahat malam untuk merekam memori imunologis. 

Saat tidur, interaksi antar-sel imun bekerja lebih fokus untuk mengenali dan mengingat karakteristik kuman atau virus yang pernah masuk ke dalam tubuh. 

Pola tidur yang konsisten memastikan proses ini berjalan sempurna, sehingga jika suatu hari patogen yang sama menyerang kembali, tubuh si Kecil bisa langsung memproduksi antibodi penangkal dengan cepat sebelum memicu gejala sakit yang parah.

4. Menekan produksi hormon kortisol yang merusak kekebalan tubuh

Pexels/www.kaboompics.com

Tidur malam yang terjadwal dengan baik berfungsi sebagai penyeimbang untuk menekan produksi hormon kortisol atau hormon stres pada si Kecil. 

Ketika si Kecil kurang tidur atau sering terbangun di malam hari, tubuh mereka akan mendeteksi kondisi tersebut sebagai ancaman bahaya, sehingga memicu lonjakan kadar kortisol yang tinggi. 

Dampak buruk jangka panjang dari kelebihan hormon kortisol yang kronis ini adalah terjadinya supresi atau penekanan fungsi imun secara menyeluruh. 

Hal ini membuat benteng pertahanan tubuh si Kecil rapuh, sehingga mereka menjadi langganan terkena batuk, pilek, atau demam berulang setiap minggunya.

5. Mempercepat proses pemulihan dan regenerasi jaringan sel

Pexels/Arina Krasnikova

Ketika si Kecil sedang sakit atau terpapar radikal bebas dari lingkungan luar, pola tidur yang cukup menjadi obat alami yang paling ampuh. 

Selama fase tidur, metabolisme tubuh akan melambat dan mengalihkan sebagian besar energinya untuk fokus pada penyembuhan jaringan sel yang rusak akibat peradangan. 

Jika Mama membiarkan si Kecil memiliki jam tidur yang kurang atau tidak teratur saat tubuh mereka sedang tidak fit, proses regenerasi sel imun dan jaringan tubuh ini akan terhambat. 

Dampaknya, penyakit ringan yang harusnya bisa sembuh dalam hitungan hari justru bisa berkembang menjadi infeksi sekunder yang lebih parah.

6. Memengaruhi efektivitas vaksinasi dan imunisasi anak

Pexels/CDC

Pola tidur si Kecil beberapa hari sebelum dan sesudah menerima jadwal imunisasi ternyata memegang peranan yang sangat krusial terhadap pembentukan antibodi. 

Tidur yang cukup dan berkualitas setelah vaksinasi membantu sistem imun merespons antigen yang disuntikkan secara optimal, sehingga tubuh mampu membentuk proteksi kekebalan jangka panjang yang maksimal. 

Sebaliknya, anak-anak yang mengalami gangguan tidur atau kurang istirahat saat periode vaksinasi cenderung menghasilkan respons antibodi yang lebih rendah, yang berarti manfaat perlindungan dari vaksin tersebut tidak bekerja seefektif yang seharusnya.

7. Menjaga keseimbangan mikrobiota usus

Pexels/MART PRODUCTION

Siklus tidur yang teratur atau ritme sirkadian tubuh si Kecil sangat berpengaruh terhadap kesehatan ekosistem bakteri baik di dalam saluran cerna mereka. 

Mengingat hampir sebagian besar sistem kekebalan tubuh si Kecil berpusat di usus, keseimbangan mikrobiota ini harus dijaga dengan tidur yang cukup. 

Pola tidur yang buruk dapat mengacaukan ritme sirkadian bakteri usus, memicu terjadinya disbiosis (ketidakseimbangan bakteri), dan merusak lapisan dinding cerna. 

Kondisi buruk ini akhirnya memicu peradangan sistemik, menurunkan penyerapan nutrisi makanan, dan membuat daya tahan tubuh si Kecil menurun secara keseluruhan.

Jadi, Ma, jam berapa biasanya si Kecil di rumah sudah mulai tidur malam, Ma?

Editorial Team

Related Article