- apakah ia tetap aktif seperti biasa?
- apakah berat badannya justru menurun?
- apakah anak lebih sering haus dan buang air kecil?
7 Keluhan Ringan Ini Bisa Jadi Gejala Diabetes pada Anak

- Diabetes juga dapat terjadi pada anak; tanda yang perlu diperhatikan meliputi sering haus, sering buang air kecil atau mengompol kembali, serta cepat lapar.
- Anak yang mudah lelah, kurang aktif, berat badan turun tanpa sebab, atau berulang kali mengeluh penglihatan kabur perlu diperiksa, terutama bila gejalanya muncul bersamaan.
- Diabetes tipe 1 terkait proses autoimun, sedangkan tipe 2 berkaitan dengan resistensi insulin; asupan gula bebas berlebih sebaiknya dibatasi sesuai usia anak.
Diabetes mungkin lebih sering dibayangkan sebagai penyakit yang dialami orang dewasa. Padahal, kondisi ini juga bisa terjadi pada anak dan gejalanya tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Beberapa keluhan bahkan terlihat ringan dan mudah dianggap sebagai hal biasa.
Melalui unggahan Instagram dokter anak, dr. Citra, SpA, IBCLC, MKes (@citra_amelinda) menjelaskan sejumlah gejala yang perlu diperhatikan orangtua. Mulai dari anak yang lebih sering haus hingga berat badan turun tanpa sebab yang jelas, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa keluhan yang perlu Mama kenali. Yuk, simak!
1. Anak lebih sering merasa haus

Pexels/Andrea Piacquadio Anak yang aktif memang membutuhkan asupan cairan lebih banyak. Namun, jika anak tiba-tiba menjadi jauh lebih sering haus dan terus meminta minum, Mama perlu memperhatikan perubahan tersebut.
Rasa haus yang berlebihan dapat menjadi salah satu tanda diabetes pada anak.
Pada kondisi diabetes, kadar gula darah yang tinggi membuat tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan glukosa melalui urine. Akibatnya, tubuh dapat kehilangan lebih banyak cairan sehingga anak merasa lebih haus.
Meski begitu, sering haus tidak selalu berarti anak mengalami diabetes. Cuaca panas, aktivitas fisik, atau kondisi lain juga dapat membuat anak membutuhkan lebih banyak cairan.
Mama sebaiknya memperhatikan apakah rasa haus tersebut muncul bersamaan dengan gejala lain, seperti lebih sering buang air kecil, mudah lelah, atau penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.
2. Lebih sering buang air kecil atau kembali mengompol

Pexels/Werner Pfennig Apakah anak tiba-tiba lebih sering pergi ke toilet atau kembali mengompol setelah sebelumnya sudah mampu tidur tanpa mengompol?
Perubahan ini patut diperhatikan, terutama jika terjadi tanpa penyebab yang jelas.
Salah satu gejala diabetes pada anak adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil. Ketika kadar gula dalam darah terlalu tinggi, tubuh berusaha membuang kelebihan gula tersebut melalui urine.
Kondisi ini dapat membuat anak lebih sering buang air kecil.
Pada anak yang sebelumnya sudah tidak mengompol, kebiasaan mengompol kembali juga dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan.
Namun, Mama tidak perlu langsung panik. Mengompol dapat disebabkan oleh berbagai faktor lain. Jika kondisi berlangsung berulang atau disertai rasa haus berlebihan dan penurunan berat badan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
3. Anak lebih cepat merasa lapar

Pexels/Ron Lach Anak yang sedang dalam masa pertumbuhan tentu membutuhkan makanan yang cukup. Namun, rasa lapar yang muncul terus-menerus atau anak merasa belum kenyang meski sudah makan juga perlu diperhatikan.
Pada diabetes, glukosa yang berada di dalam darah tidak dapat digunakan secara optimal oleh sel sebagai sumber energi.
Kondisi tersebut dapat membuat tubuh seolah-olah kekurangan energi sehingga anak lebih mudah merasa lapar.
Jika Mama melihat perubahan pola makan yang cukup drastis, perhatikan juga kondisi tubuh anak secara keseluruhan:
Kombinasi beberapa gejala tersebut lebih penting untuk diperhatikan dibandingkan hanya melihat satu keluhan saja.
4. Anak mudah lelah dan tidak seaktif biasanya

Pexels/Vadim Malitskii Anak biasanya identik dengan aktivitas yang tidak ada habisnya.
Karena itu, ketika anak tiba-tiba lebih sering terlihat lemas, mudah lelah, atau tidak bersemangat melakukan aktivitas yang biasanya ia sukai, Mama sebaiknya memperhatikan perubahan tersebut.
Mudah lelah dapat menjadi salah satu gejala diabetes. Ketika glukosa tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh tubuh, sel-sel tubuh dapat kekurangan sumber energi sehingga anak merasa lebih mudah lemas.
Tentu, anak yang lelah setelah bermain seharian bukan berarti mengalami diabetes. Kurang tidur, aktivitas fisik berlebihan, atau sedang mengalami infeksi juga dapat membuat anak kelelahan.
Namun, jika rasa lelah muncul terus-menerus dan disertai gejala lain seperti sering haus, sering buang air kecil, atau berat badan turun, sebaiknya Mama tidak mengabaikannya.
5. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas

Popmama.com/Violin Heldina/AI Penurunan berat badan pada anak tanpa perubahan pola makan atau aktivitas fisik yang jelas juga perlu menjadi perhatian orangtua.
Pada kondisi diabetes, tubuh anak tidak dapat menggunakan glukosa secara optimal sebagai sumber energi.
Ketika kebutuhan energi tidak terpenuhi, tubuh dapat menggunakan cadangan lemak dan jaringan tubuh lainnya sebagai sumber energi. Akibatnya, berat badan anak bisa mengalami penurunan.
Mama bisa lebih mudah mengenali perubahan ini dengan memperhatikan pertumbuhan anak secara berkala.
Jangan hanya melihat bentuk tubuh, tetapi pantau juga berat dan tinggi badan sesuai kurva pertumbuhan.
Jika berat badan anak turun tanpa sebab yang jelas, terlebih jika disertai sering haus, sering buang air kecil, cepat lapar, atau mudah lelah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.
6. Anak mengeluh penglihatannya kabur

Popmama.com/Violin Heldina/AI Keluhan penglihatan kabur juga termasuk gejala yang dapat muncul pada diabetes. Anak mungkin mengatakan penglihatannya tidak jelas, sulit melihat tulisan, atau merasa pandangannya berubah.
Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan pada bagian mata sehingga penglihatan bisa menjadi kabur.
Keluhan ini dapat bersifat sementara, tetapi tetap perlu diperhatikan jika muncul berulang kali.
Mama sebaiknya tidak menganggap keluhan penglihatan kabur hanya sebagai akibat terlalu lama menatap layar.
Perhatikan apakah keluhan tersebut muncul bersamaan dengan tanda lain seperti sering haus, buang air kecil, atau penurunan berat badan.
Jika anak berulang kali mengeluhkan penglihatannya kabur, pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
7. Batasi asupan gula bebas sesuai kebutuhan anak

Pexels/Towfiqu barbhuiya Selain mengenali gejalanya, Mama juga perlu memperhatikan kebiasaan makan dan minum anak. dr. Citra menjelaskan bahwa diabetes melitus tipe 1 terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin akibat proses autoimun. Sementara itu, pada diabetes tipe 2, tubuh masih menghasilkan insulin, tetapi insulin tidak bekerja secara efektif karena resistensi insulin.
Asupan gula yang berlebihan diketahui berkaitan dengan kejadian diabetes tipe 2. Karena itu, membiasakan anak mengonsumsi makanan dan minuman dengan gula tambahan secara berlebihan sebaiknya dihindari.
Menurut informasi yang dibagikan dr. Citra, anjuran maksimal gula bebas per hari berdasarkan usia antara lain:
- 1 tahun: 10 gram
- 2–3 tahun: 14 gram
- 4–6 tahun: 19 gram
- 7–10 tahun: 24 gram
- Dewasa: 30 gram
Gula bebas merupakan monosakarida dan disakarida yang ditambahkan ke makanan atau minuman oleh produsen, juru masak, maupun konsumen.
WHO juga menyebutkan bahwa anak tidak memiliki kebutuhan gizi terhadap gula bebas, sehingga tidak ada keharusan untuk menambahkan gula ke dalam makanan atau minuman sehari-hari.
Mama bisa mulai dari kebiasaan kecil di rumah. Jika anak meminta minuman manis, minuman tersebut dapat diencerkan dengan air putih untuk mengurangi kadar gulanya.
Selain itu, utamakan sarapan dengan makanan minim proses, seperti telur, buah, sayuran, serta sumber protein rendah lemak.
Mama juga bisa menyediakan pilihan seperti yogurt dan susu plain agar anak terbiasa menikmati makanan dengan rasa yang tidak terlalu manis.
Semoga membantu ya, Ma!

-TAKE8SEMMAauRrpLKJFz0IrWypL5wUWq.jpg)


-27LNYaQ6tCEfrlaGfeEUiuCg3KJdNhk9.jpg)
-ZgcPATonC2V5p2qME1G5yZ3tUaHfuWZ4.jpg)
















