Ingin Tumbuh Kembangnya Sempurna? Jangan Larang Anak Melakukan Hal Ini

Sebelum salah menerapkan pola asuh, sebaiknya baca yang satu ini dulu Ma!

9 Januari 2019

Ingin Tumbuh Kembang Sempurna Jangan Larang Anak Melakukan Hal Ini
Unsplash/aaron mello

Menjadi orangtua bukanlah tugas yang mudah, ada beberapa hal yang harus anak lakukan namun ada pula yang tidak boleh ia lakukan.

Meskipun terkesan diatur, namun hal tersebut sebenarnya dimaksudkan untuk kebaikan anak di kemudian hari.

Sebagai orangtua yang baik, Mama harus bisa membesarkan anak secara bijaksana dan benar.

Jika Mama tidak ingin nantinya si Kecil menjadi anti-sosial ataupun mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan, maka ada baiknya Mama tidak melakukan beberapa hal dibawah ini.

Sebelum terlanjur salah menerapkan pola asuh, kali ini Popmama.commenginformasikan mengenai 7 hal penting yang tidak boleh Mama larang dari anak-anak.

Kira-kira pernah nggak nih Mama lakuin sebelumnya?

1. Apakah anak sudah pintar menyimpan rahasia?

1. Apakah anak sudah pintar menyimpan rahasia
Unsplash/shuto araki

Ma, mungkin ada saatnya ketika anak memiliki suatu hal yang ingin ia bagikan pada Mama namun tidak bagi orang lain.

Nah, jika anak mama sudah berkata kalau ia memiliki rahasia, maka jadilah orangtua yang dapat mereka percayai.

Izinkan ia untuk berbicara dan tunjukkan pada anak mama bahwa ia dapat mempercayai rahasia yang Mama ketahui darinya.

Melakukan hal tersebut dapat membuat si Kecil lebih terbuka untuk berbagi masalah dan kekhawatiran mereka dari situasi apa pun.

Hal tersebut juga akan membantu Mama untuk mengetahui lebih jauh mengenai perkembangannya.

Dengan mendengarkannya bercerita, Mama akan belajar apa yang terjadi padanya di sekolah, bagaimana perilakunya dengan orang lain, dan banyak lagi lho Ma.

2. Berikan kepercayaannya mengenal banyak hal yang baru

2. Berikan kepercayaan mengenal banyak hal baru
Unsplash/kevin jarrett

Mengeksplorasi hal baru adalah hal yang menyenangkan dan bermanfaat bagi pengetahuan dan cara berpikir anak. Mama sebagai orangtua, tidak bisa terus-menerus menyuruhnya membaca dari buku-buku perpustakaan.

Sesekali, ajak si Kecil menjelajahi dunia di luar sehingga ia dapat belajar lebih baik dan lebih efektif. Ajarkan padanya bahwa terkadang akan ada dari setiap hal yang ia lakukan di dunia.

Orangtua, baik Mama ataupun Papa tidak boleh terlalu over protective ketika si Kecil sedang mengeksplorasi hal baru.

Justru, jika orangtua hanya menempatkan anak pada satu zona nyaman, maka dampaknya si Anak tidak dapat survive di kemudian hari.

Mengajarkannya mengenai ha-hal baru di dunia merupakan cara terbaik untuk menunjukkan pada si Kecil tentang apa yang aman dan mana yang tidak.

Dengan begitu, nantinya ia dapat menentukan sendiri mana yang terbaik untuk dirinya.

3. Membuat kesalahan itu normal

3. Membuat kesalahan itu normal
Unsplash/jordan whitt

Tidak ada yang sempurna!

Dan itulah sebabnya orangtua harus memaafkan anak-anak ketika ia memiliki kesalahan.

Dilansir dari laman What De What, hindari ungakapan yang menunjukan bahwa ia melakukan kesalahan karena hal tersebut akan menghambatnya untuk menjadi pribadi yang percaya diri.

Jika anak itu membuat kesalahan, maafkan mereka dan jelaskan bahwa mereka dapat belajar dari kesalahan yang sudah mereka lakukan.

Dengan begitu, anak-anak dapat mempelajari lebih banyak hal baru dan juga dapat membuatnya lebih berani.

Ingat ya Ma, semua orang pasti membuat kesalahan, tetapi kuncinya adalah bagaimana ia dapat belajar dari kesalahan sebelumnya.

Editors' Picks

4. Hargailah keputusannya!

4. Hargailah keputusannya
Unsplash/jeshoots

Setiap orang memiliki harapan dan impiannya sendiri, tak terkecuali anak mama.

Orangtua yang baik akan senantiasa mengikuti impian anak-anaknya. Jika anak mama suka menggambar, jangan larang dia untuk melakukan hal tersebut.

Bahkan jika Mama mengganti buku gambar dengan alat dokter, mungkin mereka akan kecewa karena hal tersebut bukanlah impian yang mereka inginkan.

Maka, hargailah bakatnya dan dukung impiannya hingga sukses dapat mereka raih.

5. Percayakan anak menggunakan barangnya sendiri

5. Percayakan anak menggunakan barang sendiri
Unsplash/kelly sikkema

Hal sepert ini mungkin terlihat sepele, namun ternyata hal ini dapat memengaruhi perilaku dan pola pikir anak lho, Ma.

Mungkin seringkali Mama menemukan anak mama dan sahabat kecilnya bertengkar hanya karena mainan. Nah, saat itulah orangtua harus mengajari mereka cara berbagi dengan anak-anak lain.

Jika tidak diterapkan sejak dini, maka anak itu akan menjadi agresif dan menyebalkan bagi anak-anak di sekitar mereka.

Bahkan ketika ia tumbuh dewasa, ia akan memiliki peluang besar untuk menjadi pelit atau berpikiran sempit.

Tidak berarti mereka harus berbagi setiap hal dengan anak-anak lain kok Ma, orangtua cukup mengajari si Kecil untuk bersikap luwes dan mengalah.

6. Si Kecil berani mengungkapkan pendapat

6. Si Kecil berani mengungkapkan pendapat
Unsplash/wayne dery

Orangtua sebaiknya mendengarkan ide-ide yang si Kecil utarakan terhadap sesuatu. Jangan hanya karena Mama lebih tua lalu dapat bertindak semena-mena dan merasa selalau benar.

Dengarkanlah mereka terlebih dahulu, bahkan ketika mereka salah. Setelah itu, Mama dapat menjelaskan alasannya pada mereka.

Biarkan mereka mengekspresikan pikirannya, akan lebih baik lagi jika Mama dapat mendiskusikannya bersama sebagai sebuah keluarga yang demokratis.

7. Mengajukan pertanyaan pada banyak orang

7. Mengajukan pertanyaan banyak orang
Unsplash/david rangel

Sebagai orangtua yang sigap, Mama harus menjadi orang yang dapat mereka andalkan ketika mereka memiliki keraguan.

Seperti yang Mama ketahui, anak-anak cenderung mengajukan banyak pertanyaan dan sebagian besar pertanyaannya terkadang cenderung aneh.

Namun, jika orangtua tidak memenuhi perannya sebagai orang yang dapat diandalkan, maka anak akan merasa terabaikan. Cobalah untuk menjawab, alih-alih menyuruh mereka bertanya pada orang lain.

Jika Mama tidak menemukan jawabannya, maka cari tahu hal tersebut bersama si Kecil misalnya dengan mencarinya di internet. Hal tersersebut juga dapat membuat Mama dan Si Kecil menjadi lebih dekat lho!

Semakin berkembangnya zaman, maka pola asuh yang Mama terapkan juga harus semakin berkembang.

Pola asuh yang cenderung membebaskan anak namun tetap dalam kontrol merupakan salah satu jenis parenting yang tepat bagi anak millennial.

Semoga bermanfaat ya, Ma!