Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Anak Takut Jarum Suntik? Kenali Vaksin Flu Nasal Spray Inovasi Medis

Anak Takut Jarum Suntik? Kenali Vaksin Flu Nasal Spray Inovasi Medis
Instagram.com/terrywhitechemmartwarnersbay
Intinya Sih
  • Vaksin flu nasal spray hadir sebagai alternatif tanpa jarum suntik, menggunakan virus hidup yang dilemahkan dan disemprotkan ke hidung sehingga lebih nyaman untuk anak.
  • CDC menjelaskan perbedaan utama antara vaksin nasal spray dan suntik terletak pada batasan usia, keamanan bagi ibu hamil, serta jenis efek samping yang mungkin muncul.
  • NHS menyebut vaksin nasal spray mengandung gelatin babi sebagai penstabil, sehingga orang tua perlu mempertimbangkan aspek kehalalan dan berkonsultasi dengan dokter sebelum memilihnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Adakah Mama yang setiap kali mau ajak anak vaksin flu, harus menyiapkan reward dulu agar terhindar dari drama air mata?

Ketakutan anak pada jarum suntik memang nyata adanya ya, Ma. Apalagi saat menghadapi si Kecil yang menangis histeris bahkan memberontak.

Untungnya, dunia kesehatan terus berinovasi dan menghadirkan vaksin flu bentuk semprotan hidung atau nasal spray yang ramah anak.

Tapi, apakah metode baru ini sama efektifnya dengan vaksin suntik biasa?

Mari kita bedah bersama vaksin flu nasal spray ini yuk Ma. Berikut informasi yang sudah Popmama.com rangkum fakta medisnya khusus untuk para Mama.

Disimak ya Ma!

1. Langsung lewat hidung, bebas dari drama jarum suntik

Berbeda dengan vaksin influenza yang disuntikkan ke otot lengan anak. Vaksin jenis ini berbentuk cairan yang disemprotkan langsung ke dalam lubang hidung Ma.

Selain itu, vaksin suntik menggunakan virus yang dimatikan, sementara vaksin nasal spray menggunakan virus hidup yang sudah dilemahkan atau Live Attenuated Influenza Vaccine (LAIV).

Mama tidak perlu khawatir ya, sebab virus hidup ini sudah dirancang khusus hanya bisa bertahan di suhu dingin area hidung dan tidak akan menyebar ke paru-paru atau organ dalam lainnya.

Karena metodenya yang hanya disemprotkan tanpa rasa sakit, momen vaksinasi si Kecil bisa berjalan dengan jauh lebih tenang, cepat, dan bebas dari drama tangisan histeris Ma.

2. Apa bedanya dengan vaksin flu suntik?

 Tenaga medis sedang berbicara dengan ibu dan anak di ruang konsultasi
Pexels/Los Muertos Crew

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lembaga kesehatan masyarakat Amerika Serikat, meskipun sama-sama bertujuan untuk melindungi si Kecil dari serangan virus influenza, kedua jenis vaksin ini memiliki perbedaan mendasar yang cukup signifikan Ma.

Biar Mama tidak bingung, berikut beberapa poin perbedaan utamanya:

  • Batasan usia penerima, vaksin nasal spray memiliki aturan usia yang sangat ketat, yaitu hanya boleh diberikan untuk usia 2 tahun hingga 49 tahun. Sebaliknya, vaksin suntik jauh lebih fleksibel karena bisa diberikan sejak bayi usia 6 bulan hingga lansia.
  • Keamanan untuk ibu hamil, karena mengandung virus hidup, vaksin nasal spray dilarang keras untuk ibu hamil atau orang dengan sistem imun rendah. Sementara, vaksin suntik sangat aman dan justru sangat direkomendasikan untuk ibu hamil.
  • Efek samping yang mungkin muncul, Pasca-vaksinasi nasal spray, si Kecil biasanya akan mengalami efek samping ringan seperti hidung meler, tersumbat, mengi (wheezing), atau demam ringan. Sedangkan pada vaksin suntik, efek samping yang muncul umumnya berupa nyeri, kemerahan, atau bengkak pada bekas suntikan.

3. Siapa saja yang tidak boleh menerima vaksin nasal spray?

Kekhawatiran perempuan setelah berkonsultasi dengan dokter
Pexels/Thirdman

Mengingat vaksin nasal spray menggunakan komponen virus hidup yang dilemahkan (LAIV), CDC memberikan panduan ketat terkait siapa saja yang tidak boleh menerima vaksin ini, di antaranya:

  • Anak di bawah usia 2 Tahun dan lansia
  • Ibu hamil
  • Anak dengan riwayat asma
  • Kondisi imun lemah
  • Konsumsi obat tertentu

4. Mengenai kandungan vaksin nasal spray

Tenaga medis mengenakan sarung tangan medis sedang menarik cairan vaksin dari botol ke dalam suntikan
Pexels/SHVETS production

Berdasarkan artikel resmi dari NHS atau National Health Service, vaksin nasal spray merek Fluenz Tetra atau FluMist mengandung hydrolysed porcine gelatin atau gelatin babi sebagai bahan penstabil.

Bagi para Mama yang beragama Muslim, detail penting ini perlu diperhatikan secara cermat sebelum memilih jenis vaksin flu nasal spray untuk si Kecil ya.

Inovasi vaksin flu nasal spray memang memberikan kenyamanan luar biasa karena bebas dari rasa sakit jarum suntik.

Namun, batasan usia yang ketat serta kandungan stabilizer tertentu, mengharuskan Mama berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak ya Ma. Semoga bermanfaat Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More