Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Cara Rasulullah Mengarahkan dan Mendidik Anak
Pexels/fahri tokcan
  • Rasulullah SAW menekankan bahwa si Kecil adalah amanah dan ujian bagi Mama dan Papa, sehingga setiap orangtua wajib bertanggung jawab atas bimbingan serta keteladanan dalam keluarga.

  • Beliau mendidik dengan kasih sayang, teladan nyata, serta membiasakan si Kecil terlibat dalam ibadah agar tumbuh cinta pada agama tanpa paksaan sejak usia dini.

  • Pendidikan ala Rasulullah berfokus pada penanaman tauhid, adab, dan karakter mulia sebagai bekal utama si kecil untuk menjadi pribadi berakhlak baik dan mandiri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mendidik anak di zaman sekarang punya tantangan tersendiri, ya Ma. Di tengah gempuran teknologi, kembali meneladani cara Rasulullah SAW dalam mengasuh si Kecil bisa menjadi kompas yang menenangkan. 

Beliau tidak hanya memberikan perintah, tapi juga menanamkan cinta, karakter, dan prinsip hidup yang kuat sejak dini.

Mendidik si Kecil ala Rasulullah SAW adalah tentang menciptakan lingkungan penuh kasih, kesabaran, dan keteladanan. 

Berikut Popmama.com rangkum 7 cara Rasulullah SAW dalam mengarahkan dan mendidik si Kecil agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia!

1. Memahami anak sebagai amanah dan ujian

Pexels/Trian Junianto

Mendidik si Kecil dalam Islam dimulai dengan kesadaran bahwa mereka adalah titipan sekaligus ujian bagi orangtuanya. Allah SWT mengingatkan bahwa harta dan keturunan bisa menjadi cobaan agar kita tetap fokus pada pahala yang besar di sisi-Nya. Hal ini tertuang dalam firman Allah:

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Artinya: "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS. At-Taghabun: 15)

Selain sebagai ujian, setiap orangtua, terutama Papa memikul peran sebagai pemimpin yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya atas cara mereka membimbing keluarga. Rasulullah SAW menegaskan besarnya tanggung jawab ini dalam hadis:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ... وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهو مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban... dan seorang laki-laki (ayah) adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka." (HR. Bukhari & Muslim)

2. Mendidik dengan teladan nyata (uswatun hasanah)

Pexels/Alena Darmel

Si Kecil mereka cenderung lebih memperhatikan apa yang dilakukan Mama dn Papa dibandingkan sekadar kata-kata. Sebagaimana firman Allah:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

Artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu..." (QS. Al-Ahzab: 21)

Jika Mama ingin si Kecil jujur dan rajin ibadah, maka Mama harus menunjukkan sikap tersebut dalam keseharian, karena teladan orangtua adalah kurikulum terbaik bagi mereka.

3. Libatkan anak dalam ibadah dan aktivitas positif

Pexels/Quang Nguyen Vinh

Rasulullah SAW membiasakan anak untuk dekat dengan suasana ibadah sejak dini tanpa paksaan agar tumbuh rasa cinta kepada agama. 

Kelembutan beliau bahkan terlihat saat tetap mengutamakan kedekatan fisik dengan anak kecil meski sedang menjalankan ibadah salat, sebagaimana riwayat dari Abu Qatadah RA:

رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم وأمامة بنت العاص -ابنة زينب بنت الرسol صلى الله عليه وسلم- على عاتقه، فإذا ركع وضعها وإذا رفع من السجود أعادها

Artinya: “Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggendong Umamah bintu al Ash, putrinya Zainab bintu Rasulullah, di pundak beliau. Apabila beliau shalat maka ketika rukuk, Rasulullah meletakkan Umamah di lantai, dan apabila bangun dari sujud maka beliau kembali menggendong Umamah” (HR. Bukhari & Muslim)

4. Menanamkan tauhid sejak dini

Pexels/Tauseef Khaliq

Pelajaran paling mendasar dalam pendidikan si Kecil adalah mengenai keesaan Allah SWT. Pelajaran ini penting untuk membentengi jiwa mereka agar memiliki prinsip yang kuat sejak kecil dan tidak menyekutukan Allah. 

Hal ini selaras dengan nasihat bijak Luqman kepada putranya yang diabadikan dalam Al-Qur'an:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar'." (QS. Luqman: 13)

5. Mengajarkan adab makan dan kemandirian

Pexels/Timur Weber

Pendidikan karakter juga mencakup detail kecil seperti adab saat makan.

Rasulullah SAW mengajarkan anak-anak untuk mandiri dan disiplin dengan cara yang santun dan langsung agar mudah diingat. Beliau bersabda:

يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

Artinya: "Wahai anak (kecil), sebutlah nama Allah (bacalah bismillah), makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang ada di dekatmu." (HR. Bukhari & Muslim)

6. Fokus membentuk karakter dan adab

Pexels/Khalid ajjman

Pendidikan akhlak adalah harta yang paling berharga yang bisa diberikan orangtua kepada anaknya, jauh melampaui materi. 

Karakter yang baik akan menjadi bekal utama si Kecil dalam menjalani kehidupan di masa depan. Hal ini ditekankan dalam hadis Rasulullah SAW:

مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نُحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ

Artinya: "Tidak ada pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain adab (akhlak) yang baik." (HR. Tirmidzi)

7. Membimbing anak mengucap kalimat tauhid

Pexels/Timur Weber

Rasulullah SAW menganjurkan agar kalimat pertama yang didengar dan diucapkan oleh lidah si Kecil saat mulai belajar bicara adalah tentang keesaan Allah. 

Dengan metode ini, kesadaran tentang Allah akan tertanam kuat sejak awal perkembangan bicaranya:

افْتَحُوا عَلَى صِبْيَانِكُمْ أَوَّلَ كَلِمَةٍ بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Artinya: "Mulailah membimbing anak-anakmu (ketika mulai bicara) dengan kalimat pertama: Laa ilaha illallah." (HR. Al-Hakim)

Dengan meneladani cara beliau, Mama bisa membentuk generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan mencintai agamanya.

Dari ketujuh metode pendidikan Rasulullah SAW di atas, mana yang sudah Mama terapkan secara konsisten di tengah kesibukan sehari-hari?

Editorial Team