Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Misi Jangkau 80 Juta Anak dr. Mesty untuk Memerhatikan Tumbuh Kembang Anak
dr. Mesty sebagai Young Global Leader 2026

Kabar membanggakan datang dari dunia kesehatan anak Indonesia. dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, dokter spesialis anak sekaligus Founder & CEO Tentang Anak, resmi ditunjuk sebagai Young Global Leader (YGL) 2026 oleh World Economic Forum (WEF).

WEF sendiri merupakan komunitas kepemimpinan global paling bergengsi bagi pemimpin muda berpengaruh dari seluruh dunia.

Penunjukan ini menjadikan dr. Mesty sebagai satu-satunya perwakilan dari sektor kesehatan anak dan healthtech di kelas YGL 2026 yang terdiri dari pemimpin lintas sektor dari lebih dari 40 negara.

Lewat amanah ini, ia membawa suara Indonesia yang menjadi fokus para orangtua, dokter anak, dan 80 juta anak bangsa, untuk ikut membentuk percakapan global yang akan menentukan masa depan generasi mendatang.

Berikut Popmama.com rangkumkan hal penting dari penunjukan dr. Mesty sebagai Young Global Leader WEF 2026

1. Mengangkat isu stunting dan kualitas anak Indonesia ke panggung dunia

Freepik

Data menunjukkan, prevalensi stunting Indonesia masih berada di angka 19,8% pada tahun 2024. Angka ini masih cukup jauh dari target nasional 14,2% pada tahun 2029, sehingga diperlukan aksi cepat dan pendekatan berkelanjutan.

dr. Mesty memahami bahwa 90% perkembangan otak terjadi pada lima tahun pertama kehidupan. Periode ini adalah fondasi krusial yang menentukan kualitas generasi masa depan, sekaligus menekankan pentingnya optimalisasi kecerdasan dan kesejahteraan anak sejak dini.

Melalui peran barunya sebagai YGL, dr. Mesty akan mengikuti program kepemimpinan tiga tahun bersama para pemimpin dunia.

Fokus utamanya adalah mendorong penguatan agenda kesehatan anak, pemerataan akses layanan kesehatan (health equity), serta pengembangan inovasi berbasis bukti di tingkat global.

2. Misi menjangkau 80 juta anak Indonesia lewat ekosistem Tentang Anak

Pinterest/Ludmilla Paula

Tantangan kualitas anak Indonesia tidak bisa diremehkan, Ma. Data OECD menunjukkan sekitar 71% siswa Indonesia belum mencapai kompetensi minimum matematika, sementara lebih dari separuh siswa berada pada tingkat kompetensi sains yang rendah.

Bahkan, penelitian yang dilakukan Lant Pritchett memerkirakan Indonesia membutuhkan waktu hingga 128 tahun untuk mengejar kesenjangan keterampilan dengan negara-negara maju.

Inilah yang membuat dr. Mesty bergerak cepat melalui Tentang Anak, satu-satunya ekosistem berbasis FMCG–tech yang mengintegrasikan edukasi parenting, layanan digital, dan produk yang dikembangkan oleh dokter.

Didirikan pada 2020, kini telah menjangkau lebih dari 53 juta keluarga di Indonesia, dengan lebih dari 6 juta pengguna aplikasi dalam lima tahun terakhir. dr. Mesty berkomitmen untuk memperluas dampak ini karena 80 juta anak Indonesia tak bisa menunggu.

3. Inovasi untuk kebutuhan nyata anak

Freepik/rawpixel

Salah satu masalah tersembunyi yang jarang disadari orangtua adalah hidden hunger, di mana 1 dari 2 anak Indonesia masih kekurangan mikronutrien penting.

Nah, kondidi inilah yang bisa menghambat tumbuh kembang otak dan fisik anak meskipun anak tampak cukup makan.

Untuk menjawab tantangan ini, dr. Mesty mengembangkan Expert Boost, suplemen anak berbasis riset yang kini menjadi vitamin anak dengan market share nomor 1 di kanal online.

Selain itu, ada Expert Care, produk perawatan kulit anak berbasis sains yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan kulit anak yang masih sensitif hingga usia lima tahun.

dr. Mesty juga menghadirkan buku yang dikembangkan bersama dokter, psikolog, dan praktisi anak usia dini. Ketiga inovasi ini dirancang untuk mendukung fase krusial perkembangan otak di awal kehidupan anak secara holistik.

4. Kolaborasi lintas sektor untuk masa depan generasi

Freepik/jcomp

Sebagai dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia dan pemegang gelar Master of Public Health dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, dr. Mesty tidak bekerja sendiri. Ia aktif sebagai anggota Satgas Stunting IDAI serta menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai kementerian dan lembaga.

Mitra kolaborasinya meliputi Kementerian Kesehatan RI, BKKBN, BPOM RI, dan KemenPPFA dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak serta pembangunan keluarga. Pengalamannya juga telah diakui melalui penghargaan Forbes Asia 30 Under 30 dan Fortune Indonesia 40 Under 40.

Tak hanya itu, dr. Mesty pernah menjadi satu-satunya perwakilan Global Shapers dari Indonesia yang berpartisipasi dalam World Economic Forum di Davos pada 2014.

Penunjukan dr. Mesty Ariotedjo sebagai Young Global Leader 2026 oleh World Economic Forum adalah kebanggaan sekaligus harapan baru bagi 80 juta anak Indonesia.

Lewat ekosistem inovasi yang dikembangkan, serta kolaborasi lintas sektor yang kuat, ia membuktikan bahwa pemimpin muda Indonesia mampu membawa misi besar ke panggung dunia.

Editorial Team