Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gejala Heat Stroke pada Anak, Kulit Anak Tampak Kemerahan
Pexels/Vika Glitter
  • Heat stroke pada anak adalah darurat medis saat suhu tubuh mencapai sekitar 40°C atau lebih akibat panas berlebih; kondisi ini berisiko merusak organ vital dan mengancam nyawa.
  • Gejalanya meliputi kulit merah dan sangat panas, napas serta detak jantung cepat, pusing, sakit kepala, mual, muntah, tubuh sangat lemas, hingga perubahan perilaku seperti bingung atau linglung.
  • Kejang, pingsan, atau kehilangan kesadaran menandakan kondisi gawat; segera hubungi layanan medis atau bawa ke IGD, sambil memindahkan anak ke tempat sejuk dan mendinginkan tubuhnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di tengah cuaca yang semakin terik, orangtua perlu lebih waspada terhadap risiko heat stroke atau sengatan panas pada si Kecil, Ma.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), heat stroke merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika suhu tubuh meningkat hingga sekitar 40°C atau lebih akibat paparan panas berlebih atau aktivitas fisik di cuaca panas.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat merusak organ vital dan membahayakan nyawa anak.

Anak-anak lebih rentan mengalami heat stroke karena kemampuan tubuh mereka dalam mengatur suhu belum sebaik orang dewasa.

Karena itu, penting bagi Mama mengenali gejalanya sejak dini agar si Kecil bisa segera mendapatkan pertolongan yang tepat.

Biar tak salah langkah, sudah Popmama.com rangkum gejala dan cara penanganannya. Disimak ya Ma!

1. Lonjakan suhu tubuh secara mendadak lebih dari 40°C

Pexels/MART PRODUCTION

Ciri paling membedakan heat stroke dari demam biasa adalah lonjakan suhu tubuh inti yang naik drastis hingga mencapai atau melebihi 40°C dalam waktu singkat Ma. 

Kenaikan ekstrem ini terjadi karena pusat pengatur suhu di otak atau hipotalamus mengalami "lumpuh sistem" akibat paparan panas berlebih, sehingga tubuh tidak lagi mampu mendinginkan dirinya sendiri.

2. Kulit tampak kemerahan, terasa panas menyengat, dan sangat kering

Pexels/Bijou Baby

Saat anak terkena demam atau sehabis berlarian, tubuh biasanya akan memproduksi banyak keringat untuk menurunkan suhu ya Ma. 

Namun pada kasus heat stroke, kulit si Kecil biasanya terasa sangat panas saat disentuh dan tampak memerah.

Pada beberapa kasus kulit terlihat kering, tetapi sebagian anak juga masih dapat berkeringat. Yang paling penting diperhatikan adalah suhu tubuh yang sangat tinggi disertai perubahan kondisi anak.

3. Pola nafas menjadi sangat cepat dan terengah-engah

Pexels/Gustavo Fring

Perhatikan gerakan dada si Kecil saat ia terpapar panas terik, Ma. 

Saat mengalami heat stroke, napas anak tidak lagi teratur melainkan naik-turun dengan sangat cepat seperti sehabis berlari maraton. 

Napas yang terburu-buru dan dangkal ini merupakan upaya darurat tubuh untuk mencoba membuang tumpukan panas dari dalam organ paru-parunya.

4. Detak jantung anak terasa sangat kencang

Pexels/Gustavo Fring

Panas ekstrem membuat pembuluh darah di bawah kulit melebar secara drastis untuk membuang panas. 

Mekanisme ini memicu penurunan tekanan darah secara mendadak, sehingga jantung dipaksa memompa darah berlipat kali lebih cepat. 

Akibatnya, denyut nadi di pergelangan tangan atau leher si Kecil akan terasa teraba sangat kencang, cepat, dan tidak beraturan.

5. Mengeluh pusing hebat dan sakit kepala berdenyut

Pexels/Artem Podrez

Penumpukan panas yang ekstrem serta berkurangnya aliran darah beroksigen ke area kepala dapat memicu tekanan pada sistem saraf otak. 

Kondisi ini menyebabkan si Kecil merasakan pusing berat hingga sakit kepala hebat yang terasa berdenyut-denyut, sehingga anak yang biasanya aktif mendadak terlihat memegangi kepalanya sambil menangis kesakitan.

6. Mual, muntah-muntah, dan tubuh lemas luar biasa

Pexels/Ksenia Chernaya

Selain memicu panas, heat stroke juga akan menyerang perut si Kecil, Ma. Anak biasanya akan menolak makan, mengeluh mual, hingga muntah berulang kali. 

Kondisi ini makin diperparah dengan tubuh anak yang mendadak terkulai lemas dan tidak memiliki tenaga sama sekali untuk sekadar berdiri atau berjalan.

7. Anak mendadak rewel, bingung, dan tampak linglung

Pexels/Phil Nguyen

Tingginya suhu tubuh yang menembus organ otak dapat mengganggu fungsi kognitif dan sistem saraf pusat si Kecil. 

Menurut AAP, perubahan perilaku atau kesadaran merupakan tanda bahwa heat stroke sudah memengaruhi sistem saraf dan memerlukan penanganan darurat.

Bila Mama menemukan gejala ini, segera hubungi layanan medis atau bawa si Kecil ke instalasi gawat darurat tanpa menunda ya.

8. Kejang atau kehilangan kesadaran

Pexels/Aditya Bose

Pada kondisi yang lebih berat, heat stroke dapat menyebabkan anak mengalami kejang atau bahkan kehilangan kesadaran.

Hal ini terjadi karena suhu tubuh yang sangat tinggi mulai memengaruhi fungsi otak dan sistem saraf.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kejang, pingsan, atau tidak sadarkan diri merupakan tanda kegawatdaruratan medis yang memerlukan penanganan segera.

Jika Mama menemukan kondisi ini, segera hubungi layanan darurat atau bawa si Kecil ke instalasi gawat darurat (IGD) terdekat.

Sambil menunggu bantuan, pindahkan anak ke tempat yang lebih sejuk dan lakukan upaya mendinginkan tubuh, seperti mengompres dengan air dingin atau mengipasi tubuhnya.

Itulah gejala heat stroke pada anak. Kini Mama sudah mengetahui berbagai gejala heat stroke pada anak yang perlu diwaspadai ya.

Agar si Kecil tetap aman saat beraktivitas di luar ruangan, jangan lewatkan juga informasi seputar cara mencegah heat stroke dan menjaga anak tetap terhidrasi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article