Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Infeksi Cacing Tambang, Bahaya Anak Barefoot di Rumput yang Mesti Diwaspadai

5 min read
Infeksi Cacing Tambang, Bahaya Anak Barefoot di Rumput yang Mesti Diwaspadai
Instagram.com/fernanda_teodosio
  • Larva cacing tambang di tanah atau rumput yang terkontaminasi kotoran hewan dapat menembus kulit anak tanpa luka terbuka saat bermain tanpa alas kaki.

  • Infeksi dapat memicu Cutaneous Larva Migrans: bintik merah berkembang menjadi ruam berkelok, gatal hebat, lalu berisiko menjadi infeksi bakteri bernanah akibat garukan.

  • Area publik perkotaan tetap berisiko; gunakan alas kaki tertutup, cuci tangan dan kaki setelah bermain, serta periksakan anak bila muncul ruam berkelok dan gatal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tren mengajak si Kecil bermain tanpa alas kaki (barefoot) atau grounding di atas rumput kini makin populer dikalangan para Mama untuk stimulasi sensorik, ya. 

Namun, tahukah Mama bahwa ada bahaya kesehatan yang ternyata mengintai anak? 

Salah satu ancaman tersembunyi yang patut diwaspadai adalah keberadaan cacing tambang di rumput. Tanpa disadari, tanah atau rumput yang tampak bersih sekalipun bisa terkontaminasi larva cacing yang siap menembus kulit halus si Kecil. 

Memahami bahaya anak barefoot bukan berarti melarang mereka bereksplorasi, ya, Ma. Melainkan cara agar orangtua bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat untuk meminimalisir risiko pada tumbuh kembangnya. 

Mari bedah bersama fakta medis seputar risiko cacing tambang di rumput hingga cara aman mendampingi si Kecil bermain di luar rumah yang sudah Popmama.com rangkum. Disimak ya Ma! 

  1. Larva Cacing Menembus Kulit Anak secara Langsung

    Bahaya cacing tambang pada anak saat barefoot di rumput larva tersebut langsung menembus kuliat anak
    Instagram.com/ndsofcolor

    Banyak Mama mengira infeksi cacing baru bisa terjadi jika kaki si Kecil sedang memiliki luka terbuka. Padahal, fakta medis tidak menjelaskan demikian, lho, Ma. 

    Saat anak melakukan aktivitas grounding atau bermain tanpa alasan kaki di taman, larva cacing tambang atau L3 infective stage memiliki kemampuan alami yang sangat cerdik sekaligus berbahaya.

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), larva mikroskopis ini memproduksi enzim protease khusus yang mampu melunakkan jaringan kulit luar manusia. 

    Artinya sungguh mengejutkan, hanya dalam hitungan menit bersentuhan langsung dengan tanah atau rumput yang terkontaminasi kotoran hewan, larva cacing tambang bisa secara aktif menembus kulit halus di telapak kaki atau sela-sela jari anak. 

    Bahkan tanpa perlu adanya luka terlebih dahulu dan tanpa memicu rasa sakit saat pertama kali masuk.

  2. Kenali Gejala Ruam Serpiginous yang Gatal

    Bahaya cacing tambang pada anak saat barefoot di rumput memicu reaksi gatal pada kulit
    Pexels/Ksenia Chernaya

    Mama perlu tahu bahwa gejala awal infeksi ini kerap kali mengecoh para orangtua. 

    Pada tahap awal, bekas masuknya larva cacing hanya tampak seperti bintik atau bentol merah kecil yang sering dikira sekadar gigitan serangga atau insect bite

    Namun, dalam beberapa hari, bintik tersebut akan berkembang menjadi ruam kemerahan yang timbul di kulit dan membentuk garis berkelok-kelok menyerupai ular (serpiginous).

    Secara medis, kondisi ini disebut Cutaneous Larva Migrans (CLM), Ma. 

    Karena cacing tambang hewan seperti Ancylostoma braziliense, yaitu tidak dapat berkembang menjadi cacing dewasa di tubuh manusia. Menjadikan larva tersebut seakan-akan terjebak dan terperangkap di lapisan kulit luar (epidermis) anak. 

    Nah, ngerinya larva ini akan terus merayap berpindah tempat sekitar 1–2 cm setiap harinya, Ma. 

    Dari pergerakan larva inilah yang memicu reaksi peradangan hebat dan rasa gatal yang sangat ekstrim pada kaki anak, terutama di malam hari saat suhu tubuh dan aktivitas anak sedang beristirahat.

  3. Risiko Infeksi Bernanah Akibat Garukan Kencang

    Bahaya cacing tambang pada anak saat barefoot di rumput sebabkan ruam Serpiginious yang gatal
    Pexels/Md jahid Hossen

    Rasa gatal luar biasa yang dipicu oleh pergerakan larva cacing di bawah kulit sering kali membuat anak tidak tahan untuk terus menggaruknya, ya, Ma. 

    Secara psikomotorik, anak-anak belum memiliki kontrol diri untuk menahan rasa gatal yang hebat, Ma. Sayangnya, garukan jari dan kuku yang agak kencang justru memicu bahaya baru yang tak kalah serius.

    Secara dermatologis, garukan berulang akan merusak skin barrier dan menciptakan luka terbuka. Riset dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology mencatat bahwa kondisi ini sangat rentan dimanfaatkan oleh bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus atau Streptococcus untuk masuk ke dalam kulit, Ma.

    Akibatnya, area ruam yang tadinya hanya terinfeksi cacing dapat berkembang menjadi infeksi bakteri sekunder (impetiginization). Infeksi ini ditandai dengan luka yang membengkak, terasa nyeri, bernanah, hingga memicu demam pada anak.

  4. Taman Apartemen dan Perkotaan Tetap Berisiko

    Bahaya larva cacing tambang pada anak saat barefoot di rumput menembus kulit anak
    Pexels/Md Mamun Miah

    Mungkin Mama merasa aman mengajak anak barefoot selama aktivitas dilakukan di area yang terlihat rapi, seperti rumput apartemen atau taman kota yang terawat. 

    Sehingga muncul anggapan bahwa infeksi cacing hanya terjadi di daerah pedesaan, perkebunan, atau tanah becek. Padahal, persepsi ini sangat keliru, lho, Ma. 

    Berdasarkan studi parasitologi kesehatan masyarakat, tanah atau rumput di area publik perkotaan sangat mudah terkontaminasi oleh kotoran hewan peliharaan yang membawa parasit cacing. 

    Kucing atau anjing liar bahkan hewan peliharaan yang jarang mendapatkan obat cacing pun bisa buang air besar di atas rumput tanpa terdeteksi, lho, Ma. 

    Faktanya telur cacing yang menetas menjadi larva mikroskopis dapat bertahan hidup berminggu-minggu di dalam tanah yang lembab dan hangat, dan siap menginfeksi siapa saja yang menginjaknya tanpa alas kaki.

  5. Penanganan Medis Obat Cacing

    Mencegah bahaya infeksi cacing tambang pada anak saat barefoot di rumput dengan salep
    Magnific/magnific

    Mama, ketika anak menunjukkan gejala ruam berkelok disertai gatal hebat, hindari mengobatinya secara mandiri menggunakan salep gatal biasa. 

    Menggosok atau memberi bahan iritan pada kulit anak justru bisa memperparah peradangan dan memicu luka terbuka, lho, Ma.

    Infeksi Cutaneous Larva Migrans (CLM) membutuhkan evaluasi dan penanganan tepat dari Dokter Spesialis Anak (Sp.A) dan Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi (Sp.DVE). 

    Karena larva cacing berada di bawah lapisan kulit, pengobatannya memerlukan obat antiparasit/antihelmintik sistemik, seperti Albendazole atau Ivermectin, dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan usia dan berat badan anak.

  6. Imbangi Eksplorasi Sensori Anak dengan Proteksi

    Mencegah bahaya cacing tambang pada anak saat barefoot di rumput gunakan alas kaki saat bermain
    Pexels/PARINDA SHAAN

    Memahami bahaya cacing tambang bukan berarti Mama dan Papa harus melarang si Kecil bermain di luar rumah sama sekali, ya. 

    Aktivitas eksplorasi sensori dan berinteraksi dengan alam tetap sangat penting untuk mendukung perkembangan motorik serta emosional anak. Kuncinya ada pada pembatasan area bermain dan penerapan protokol kebersihan Ma.

    Jika ingin mengajak anak bermain barefoot atau grounding, pastikan aktivitas dilakukan di area yang terkontrol kebersihannya.

    Misalnya di halaman rumah sendiri yang dipastikan tidak terjangkau oleh kucing atau anjing liar. Namun, saat berada di tempat umum seperti taman kota atau area bermain pasir publik, pakaikanlah alas kaki yang tertutup ya. 

    Selain itu, Mama juga dapat membiasakan si Kecil untuk langsung mencuci tangan dan kaki menggunakan sabun dan air mengalir setelah selesai bermain.

    Itulah bahaya yang harus diwaspadai Mama saat anak barefoot di rumput. Memang eksplorasi alam dan aktivitas sensory play di luar ruangan memang memberikan banyak manfaat hebat bagi tumbuh kembang si Kecil. Namun, menjaga keselamatan dan kesehatannya tetap menjadi prioritas utama ya. 

    Apakah si Kecil di rumah termasuk yang suka banget grounding di rumput saat bermain, Ma? Bagaimana cara Mama memastikan kebersihannya tetap terjaga?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More