Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Gigi Berlubang Bisa Bikin Anak Pilek? Ketahui Faktanya!

Gigi Berlubang Bisa Bikin Anak Pilek? Ketahui Faktanya!
Pexels/Andrea Piacquadio
Intinya Sih
5W1H
  • Kesehatan gigi anak berpengaruh langsung pada sistem imun dan saluran pernapasan, sehingga gigi berlubang bisa membuat si Kecil lebih rentan terkena batuk atau pilek berkepanjangan.

  • Kebersihan mulut yang buruk memicu lonjakan bakteri jahat di rongga mulut, yang dapat menyebar ke tenggorokan dan paru-paru serta menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas.

  • Pemeriksaan rutin ke dokter gigi dan kolaborasi dengan dokter anak penting untuk mendeteksi karies sejak dini, mencegah infeksi berulang, serta menjaga tumbuh kembang optimal si Kecil.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Masalah gigi berlubang atau karies pada anak usia dini sering kali dianggap remeh dan hanya dinilai sebagai masalah nyeri di dalam mulut saja. 

Mulut merupakan pintu gerbang utama yang terhubung langsung dengan saluran pernapasan dan memegang kendali penting terhadap kesehatan umum serta tumbuh kembang si Kecil. 

Ketika kebersihan area mulut diabaikan, dampaknya bisa meluas hingga memicu gejala yang mirip dengan batuk dan pilek berkepanjangan pada si Kecil. 

Berikut Popmama.com rangkum 7 fakta penting mengenai hubungan antara gigi berlubang dan risiko pilek pada si Kecil!

Table of Content

1. Rongga mulut sebagai bagian dari sistem tubuh

1. Rongga mulut sebagai bagian dari sistem tubuh

Dokter gigi sedang memeriksa gigi anak
Pexels/cottonbro studio

Banyak orangtua yang masih mengira bahwa organ mulut adalah area yang terpisah dari fungsi tubuh lainnya, padahal mulut merupakan bagian dari sistem tubuh yang terhubung erat dengan saluran napas dan kesehatan umum si Kecil. 

Segala sesuatu yang terjadi di dalam rongga mulut akan memberikan dampak domino yang langsung berpengaruh pada kesehatan organ dalam lainnya, termasuk paru-paru dan tenggorokan. 

Ketika kesehatan gigi si Kecil terganggu, sistem kekebalan tubuhnya secara keseluruhan juga akan ikut bekerja lebih keras untuk melawan peradangan. 

Kondisi ini pada akhirnya dapat menurunkan imunitas tubuh si Kecil, sehingga membuat mereka menjadi jauh lebih rentan terserang penyakit luar dan berdampak buruk pada proses tumbuh kembang secara jangka panjang.

2. Lonjakan bakteri rongga mulut akibat kebersihan yang buruk

Memeriksa bakteri di gigi
Pexels/Busenur Demirkan

Mulut bukan hanya tempat di mana gigi geligi berada, melainkan sebuah ekosistem yang menjadi rumah bagi banyak mikroorganisme hidup, baik bakteri yang menguntungkan maupun bakteri yang merugikan. 

Di saat kondisi kebersihan mulut si Kecil memburuk akibat sisa makanan yang jarang dibersihkan, beban bakteri patogen atau bakteri jahat di dalam rongga mulut dapat meningkat secara drastis. 

Bakteri-bakteri merugikan ini akan berkembang biak dengan sangat cepat di dalam lubang-lubang gigi si Kecil yang membusuk. 

Tumpukan bakteri dalam jumlah besar ini sewaktu-waktu dapat terhirup masuk ke dalam saluran pernapasan atau tertelan ke dalam tenggorokan, sehingga memicu peradangan lokal yang mengganggu kenyamanan si Kecil.

3. Karies anak dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan

Anak yang giginya berlubang
Pexels/Ian Taylor

Kondisi gigi berlubang yang parah pada masa kanak-kanak atau dikenal dengan istilah early childhood caries memiliki korelasi medis yang cukup erat dengan tingginya risiko infeksi saluran pernapasan atas pada si Kecil. 

Anak-anak yang memiliki masalah karies gigi yang tidak terawat memiliki riwayat terkena infeksi saluran pernapasan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang giginya sehat. 

Hal ini disebabkan karena area gigi yang berlubang bertindak sebagai tempat penampungan permanen bagi kuman penyakit.

Kuman tersebut dapat dengan mudah menyebar ke jaringan sekitarnya dan memicu munculnya gejala peradangan saluran napas seperti batuk, radang tenggorokan, hingga pilek.

4. Faktor kesehatan yang saling memengaruhi

Anak yang giginya berlubang karena terlalu banyak makan makanan manis
Pexels/Ivan Babydov

Hubungan antara kondisi gigi yang berlubang dengan munculnya gejala pilek pada si Kecil memang tidak bisa dilihat sebagai hubungan sebab-akibat yang langsung, melainkan sebuah proses medis yang jauh lebih kompleks. 

Hal ini melibatkan banyak faktor internal maupun eksternal di dalam tubuh si Kecil yang saling memengaruhi satu sama lain secara simultan. 

Faktor-faktor tersebut meliputi tingkat kebersihan mulut harian, pola makan tinggi gula yang merusak gigi, status kecukupan gizi harian, hingga kondisi kesehatan si Kecil secara keseluruhan. 

Oleh karena itu, saat si Kecil mengalami pilek yang sering kambuh, Mama tidak bisa hanya melihat dari satu faktor saja melainkan harus mengevaluasi seluruh aspek gaya hidup dan kesehatan fisik si Kecil.

5. Bahaya kebiasaan bernapas lewat mulut dan mendengkur pada anak

Anak yang mendengkur saat tidur
Pexels/Atlantic Ambience

Apabila si Kecil di rumah menunjukkan gejala sering mengalami batuk pilek berulang, memiliki kebiasaan bernapas menggunakan mulut (mouth breathing), atau sering mendengkur saat tidur, Mama harus waspada. 

Kebiasaan bernapas lewat mulut biasanya terjadi karena adanya sumbatan pada saluran hidung, yang secara tidak langsung akan membuat rongga mulut menjadi sangat kering dan mempercepat proses pembusukan gigi akibat hilangnya fungsi proteksi air liur. 

Deteksi dini terhadap gejala mendengkur dan kebiasaan napas mulut ini sangat membantu Mama dalam menjaga kualitas tidur malam si Kecil, memastikan pasokan oksigen ke otak optimal, serta melindungi pertumbuhan fisik dan kesehatan si Kecil agar tidak terhambat.

6. Pentingnya konsultasi rutin ke dokter gigi

Anak memeriksa gigi ke dokter gigi
Pexels/Nadezhda Moryak

Di saat yang sama ketika Mama sedang berfokus mengobati gejala batuk atau pilek si Kecil ke dokter, jangan lupa untuk selalu mengecek juga kondisi kesehatan dan kebersihan mulut si Kecil ke dokter gigi anak secara berkala. 

Pemeriksaan ke dokter gigi anak secara rutin setiap enam bulan sekali dapat membantu mendeteksi keberadaan karies sekecil apa pun sebelum berkembang menjadi infeksi fokal yang berbahaya. 

Dokter gigi anak akan memberikan penanganan yang tepat seperti penambalan lubang gigi, pembersihan karang gigi, serta memberikan edukasi mengenai cara menyikat gigi yang benar. 

Langkah preventif ini sangat efektif untuk memutus rantai penumpukan kuman berbahaya di dalam mulut si Kecil.

7. Memeriksa ke dokter anak dan dokter gigi sekaligus

Anak memeriksa gigi ke dokter gigi
Pexels/cottonbro studio

Langkah penanganan terbaik dan ideal untuk mengatasi masalah kesehatan si Kecil yang saling tumpang tindih ini adalah dengan menghubungkan dokter anak dan dokter gigi anak. 

Kolaborasi antara kedua profesi medis ini sangat penting agar kondisi kesehatan si Kecil dapat dinilai secara menyeluruh dari berbagai sisi, mulai dari fungsi jalur napas, kualitas tidur malam, hingga kesehatan mulut keseluruhan sekaligus. 

Dengan adanya komunikasi yang baik antar dokter, akar permasalahan kesehatan si Kecil dapat didiagnosis dengan lebih akurat, sehingga rencana terapi yang diberikan bisa menuntaskan masalah pilek berulang sekaligus menyembuhkan karies gigi anak hingga tuntas.

Mulai sekarang, Mama harus lebih disiplin lagi dalam menemani si Kecil menyikat gigi dua kali sehari dan jangan ragu untuk mengonsultasikan kondisi napas serta giginya ke dokter jika si Kecil sering mengalami batuk pilek berkepanjangan. 

Apakah Mama sudah menjadwalkan pemeriksaan gigi rutin untuk si Kecil bulan ini?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More