Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Hal yang Perlu Mama Tahu Sebelum Memilih Sekolah Kurikulum Cambridge
Popmama.com/Syiva Amalia/AI
  • Orangtua perlu membedakan sekolah Cambridge International berlisensi penuh dengan Educational Partner yang hanya memakai buku Cambridge, serta memverifikasi status sekolah melalui situs resmi Cambridge.
  • Kesiapan bahasa Inggris anak, dukungan pembiasaan di rumah, dan kecocokan dengan pembelajaran aktif berbasis praktikum, eksperimen, serta proyek perlu dipertimbangkan sebelum memilih sekolah.
  • Target pendidikan menentukan pilihan sekolah: ujian IGCSE dan A-Level tersedia di jenjang lanjut, sementara lulusan kurikulum Cambridge murni perlu memperhatikan penyetaraan ijazah untuk jalur PTN reguler.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berbicara mengenai pendidikan anak memang tidak ada habisnya ya, Ma. Setiap orangtua pasti selalu menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik ya.

Fenomena akhir-akhir ini diramaikan dengan banyak para Mama yang sibuk memilih Sekolah swasta berkurikulum Cambridge.

Tren memilih sekolah berkurikulum Cambridge ini makin diminati para orangtua, sebab menawarkan pembelajaran yang bertaraf internasional. Tidak heran pada berlomba-lomba ya, Ma.

Namun, sebelum tergiur promosi, penting untuk Mama dan Papa memahami dengan lebih dalam mengenai kurikulum Cambridge agar tidak salah memilih sekolah untuk si Kecil nantinya.

Agar memudahkan Mama dan Papa dalam mengumpulkan informasi mengenai kurikulum Cambridge ini. Sudah Popmama.com rangkum informasinya. Disimak ya Ma!

1. Pahami logo dan lisensi sekolah

Popmama.com/Syiva Amalia/ AI

Mama ternyata tidak semua sekolah swasta yang berkurikulum Cambridge itu memiliki lisensinya, lho. Banyak orangtua mengira semua sekolah yang mencantumkan logo Cambridge memiliki status yang sama. Padahal, ada dua tingkatan lisensi yang sangat berbeda.

Ketika Mama melihat logo Cambridge di sekolah, kemudian dalam logo tersebut tertulis “Cambridge Assessment International Education: Cambridge International School". Nah Mama wajib tahu hal ini, agar tidak termakan promosi sekolah.

Saat memilih sekolah Mama menemukan kata-kata tersebut bisa langsung dipastikan bahwa mulai dari kurikulum, buku hingga test IGCSE, ini langsung dari Cambridge Ma.

Apalagi saat Mama mengecek ke dalam website resmi Cambridge dan mengetik nama sekolah tersebut, tentunya akan ada Ma.

Nah, berbeda kalau Mama menemukan logo Cambridge dengan kalimat “Cambridge University Press: Educational Partner". Arti dari logo itu adalah sekolah sebagai Mitra dari Cambridge University. Jadi dapat dikatakan bahwa sekolah hanya menggunakan buku terbitan Cambridge dengan kurikulum campuran, Ma.

Jika siswa ingin mengambil ujian IGCSE, mereka harus bergabung dengan sekolah lain yang berlisensi penuh, Ma.

Hal lainnya terkait lisensi dan logo ini adalah jika Mama ingin si Kecil melanjutkan pendidikan ke luar negeri, usahakan pilih sekolah yang berlisensi resmi Cambridge ya, Ma.

2. Pertimbangkan kesiapan bahasa Inggris anak dan dukungan di rumah

Pexels/Ksenia Chernaya

Ma, sekolah berstatus Cambridge International School menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa utama dalam seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Karena itu, Mama dan Papa perlu mengukur sejauh mana kesiapan dan kenyamanan si Kecil dalam berkomunikasi dengan bahasa asing ya.

Perlunya dukungan lingkungan di rumah, berkomunikasi dengan bahasa Inggris memegang peranan yang sangat penting, lho.

Tanpa pembiasaan harian yang konsisten dari Mama dan Papa, anak rentan merasa kebingungan hingga kehilangan rasa percaya diri saat berinteraksi di kelas.

Mama bisa berikan dukungan dan akses untuk si Kecil agar setiap harinya menggunakan bahasa Inggris, supaya mendapatkan hasil belajar yang optimal.

3. Pastikan pendekatan belajarnya sesuai dengan kebutuhan anak

Pexels/olia danilevich

Mama, fokus utama kurikulum Cambridge terletak pada pengembangan keterampilan dalam berpikir kritis.

Keterampilan seperti pemahaman konsep secara mendalam, serta penguatan fondasi akademis pada bidang sains, matematika, dan bahasa.

Menurut situs resmi Cambridge, terdapat pedoman kurikulum dalam Cambridge Primary untuk setiap mata pelajaran, seperti bahasa Inggris, matematika, dan sains.

Selain itu, berbeda dengan sistem konvensional yang mengandalkan hafalan teori. Metode pembelajaran Cambridge lebih banyak diisi dengan praktikum, eksperimen, dan analisis proyek mandiri, Ma. Di kurikulum Cambridge anak diajarkan lebih banyak prakteknya daripada teori saja.

Jadi, pastikan gaya belajar si Kecil selaras dengan pendekatan aktif ini agar anak dapat menikmati proses belajar tanpa merasa tertekan.

4. Sesuaikan dengan target pendidikan anak

Pexels/Ketut Subiyanto

Mama, seperti sekolah pada umumnya tentu ada ujian sebelum berpindah ke jenjang pendidikan berikutnya. Dalam sekolah yang berkurikulum Cambridge juga punya, Ma.

Namanya ujian sertifikasi internasional atau sering disebut IGCSE atau International General Certificate of Secondary Education.

Ujian ini baru dilaksanakan pada Grade 10 (SMP/SMA) dan A-Level pada Grade 12. Oleh karena itu, jika Mama ingin menyekolahkan si Kecil di sana, untuk jenjang SD (Primary) bersekolah di lembaga berstatus Educational Partner sebenarnya sudah mencukupi.

Namun, jika Mama dan Papa menargetkan anak untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri, berpindah ke sekolah berlisensi penuh (Cambridge International) saat memasuki jenjang SMP atau SMA adalah langkah tepat demi memantapkan persiapan ujian internasional tersebut.

5. Konsekuensi penyetaraan ijazah jika anak ingin masuk PTN

Popmama.com/Syiva Amalia/AI

Sebagai orang tua, menentukan sekolah dengan kurikulum internasional bukan hanya berfokus pada proses belajar harian si Kecil, melainkan juga memikirkan gambaran masa depannya ya, Ma.

Salah satu hal krusial yang sering luput dari perhatian Mama dan Papa adalah mengenai keabsahan ijazah jika di kemudian hari anak berencana melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di dalam negeri.

Ma, lulusan dari sekolah yang menggunakan 100% kurikulum murni Cambridge umumnya memegang sertifikat internasional seperti A-Level.

Nah, sertifikat ini sayangnya tidak otomatis disetarakan dengan ijazah SMA nasional, apalagi untuk bisa mendaftar di PTN melalui jalur reguler seperti SNBP atau SNBT.

Mau tidak mau Mama harus penyetaraan ijazah di lembaga resmi seperti Kemendikbudristek

Namun, Mama tidak perlu panik. Ada beberapa solusi yang bisa Mama pastikan sejak awal saat memilih sekolah:

  • Sistem Kurikulum Paralel (Dual Curriculum): Biasanya sekolah yang menerapkan sistem ini tetap mengikutsertakan siswanya dalam ujian/asesmen nasional, sehingga anak bisa mengantongi dua ijazah sekaligus.

  • Jalur Khusus Kuliah (IUP / Kelas Internasional): Jika sekolah hanya menyediakan kurikulum internasional murni, si Kecil tetap bisa masuk PTN favorit (seperti UI, UGM, atau ITB) melalui jalur International Undergraduate Program (IUP). Di sini Mama tidak perlu lagi melakukan penyetaraan ijazah ya.

Itulah informasi mengenai hal yang Mama perlu ketahui sebelum memilih sekolah dengan kurikulum Cambridge.

Mama, memilih sekolah berkurikulum internasional bukan sekadar mengikuti tren saha, melainkan investasi jangka panjang yang harus disesuaikan dengan kebutuhan anak dan kesiapan keluarga.

Dengan memahami kelima hal di atas, Mama dan Papa tentu bisa lebih bijak menentukan langkah terbaik demi masa depan si Kecil.

Apakah Mama sedang berencana mendaftarkan si Kecil ke sekolah berkurikulum Cambridge? Poin nomor berapa yang paling menjawab keraguan Mama?

Curated For You

Editorial Team

Related Article