Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangan Lihat Timbangan, Ini Cara Memantau Pertumbuhan Anak Lewat Kurva
Pinterest.com/Diajeng
  • IDAI menegaskan pertumbuhan anak tidak cukup dinilai dari berat badan tetapi juga tinggi badan, lingkar kepala, serta pola pertumbuhan berdasarkan usia dan jenis kelamin juga perlu dipantau.

  • Pengukuran berat badan, panjang atau tinggi badan, dan lingkar kepala perlu dilakukan rutin lalu dicatat pada kurva pertumbuhan Buku KIA untuk melihat perubahan berkelanjutan.

  • Orangtua perlu memahami arah grafik terhadap median dan garis Z-score: kurva yang mendekati median menunjukkan perubahan baik, sedangkan yang menjauh dapat menandakan risiko gangguan pertumbuhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berat badan anak yang terus bertambah sering kali membuat orangtua merasa tenang.

Padahal, pertumbuhan anak tidak bisa dinilai hanya dari angka di timbangan saja, lho, Ma.

Dalam Media Briefing Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bertajuk "Cara Memantau Tumbuh Kembang Anak Melalui Kurva" yang digelar secara daring pada Selasa (4/8/2026), dr. I Gusti Ayu Trisna Windiani, Sp.A., Subsp. T.K.P.S.(K) menjelaskan bahwa kurva pertumbuhan menjadi salah satu alat penting untuk memantau tumbuh kembang anak.

Melalui kurva ini, orangtua dapat melihat pola pertumbuhan anak dari waktu ke waktu sekaligus membantu mendeteksi risiko gangguan pertumbuhan lebih dini.

Lalu, bagaimana cara memantau pertumbuhan anak melalui kurva? Berikut Popmama.com telah merangkum informasinya.

1. Jangan hanya fokus pada berat badan anak

Pinterest.com/Lucy Andaluciana

Apakah selama ini Mama hanya melihat angka di timbangan untuk memastikan anak tumbuh dengan baik?

Padahal, berat badan hanyalah salah satu indikator tumbuh kembang anak.

Agar kondisi anak dapat dinilai secara lebih menyeluruh, tinggi badan dan pola pertumbuhannya dari waktu ke waktu juga perlu diperhatikan.

Karena itulah, dokter tidak hanya melihat hasil timbangan, tetapi juga menggunakan kurva pertumbuhan sebagai acuan untuk memantau perkembangan fisik anak sesuai usia dan jenis kelaminnya.

2. Mengukur pertumbuhan anak secara berkala

Pexels/Kampus Production

Memantau pertumbuhan anak tidak cukup dilakukan satu kali saat berkunjung ke posyandu atau dokter, Ma.

Pengukuran perlu dilakukan secara rutin agar perubahan yang terjadi dapat dipantau dari waktu ke waktu.

Dalam media briefing tersebut dijelaskan bahwa pemantauan pertumbuhan merupakan proses yang dilakukan secara berkelanjutan melalui pengukuran berat badan, panjang atau tinggi badan, serta lingkar kepala anak.

Dari hasil pengukuran inilah, orangtua dan tenaga kesehatan dapat mengetahui apakah anak tumbuh sesuai usianya.

dr. Trisna menegaskan bahwa kurva pertumbuhan sebaiknya digunakan secara rutin, bukan hanya saat satu kali pemeriksaan.

"Jadi kurva ini sangat baik kita gunakan dan harus dilakukan secara rutin, tidak hanya satu kali, tapi semua indikator pertumbuhan kita harus juga ukur," jelas dr. Trisna.

Setelah pengukuran dilakukan, hasilnya kemudian dicatat pada kurva pertumbuhan agar perkembangannya dapat dipantau secara berkelanjutan.

3. Catat hasil pengukuran

Pexels/DS stories

Setelah berat badan, tinggi badan, atau lingkar kepala anak diukur, jangan lupa mencatat hasilnya pada kurva pertumbuhan di Buku KIA, ya Ma.

Langkah sederhana ini membantu orangtua melihat perkembangan anak secara lebih utuh dari waktu ke waktu lho Ma.

Dalam materi media briefing IDAI juga turut dijelaskan bahwa hasil pengukuran perlu dipetakan (plotting) pada kurva pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin anak.

Semakin rutin hasil pengukuran dicatat, semakin mudah pula melihat adanya perubahan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

4. Kenali dan pahami grafik pada kurva pertumbuhan anak

Popmama.com/Syiva Amalia

Setelah hasil pengukuran dicatat, langkah berikutnya adalah memahami pola grafik pada kurva pertumbuhan, Ma.

Grafik ini tidak hanya menunjukkan angka berat badan atau tinggi badan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana pertumbuhan anak berlangsung dari waktu ke waktu.

Mama juga perlu memperhatikan apakah grafik pertumbuhan anak masih mengikuti jalurnya sesuai usia dan jenis kelamin atau justru mulai menyimpang.

Menurut dr. Trisna, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah arah kurva terhadap garis Z-score dan median.

"Kalau dia menuju median, itu berarti dia mengalami perubahan yang baik karena bergeser menuju median. Tetapi kalau menjauhi median, ini mungkin ada masalah atau berisiko mengalami masalah pertumbuhan. Tapi kalau dekat-dekat, di atas sedikit, di bawah sedikit, sangat dekat dengan median, itu tidak masalah," jelas dr. Trisna.

Bila Mama masih bingung membaca grafik pada Buku KIA, jangan ragu berdiskusi dengan dokter atau tenaga kesehatan saat pemeriksaan agar hasilnya dapat dipahami dengan tepat ya.

Itulah beberapa cara memantau pertumbuhan anak melalui kurva yang bisa mulai Mama terapkan. Semoga bermanfaat ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article