Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
5 Langkah Jaga Kesehatan Gigi Anak ala Issa, Cegah Karies Sejak Dini
Instagram.com/nikitawillyofficial94
  • Nikita Willy menerapkan rutinitas ketat menjaga kebersihan gigi anaknya, Issa, berdasarkan arahan medis untuk mencegah kerusakan gigi sejak dini.

  • Lima langkah utama meliputi penggunaan pasta gigi fluoride, pendampingan menyikat gigi hingga usia sekolah, serta pembiasaan meludah tanpa berkumur.

  • Perawatan dilengkapi dengan flossing sejak usia dua tahun dan pemberian vitamin D rutin guna memperkuat struktur gigi serta mencegah karies.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjaga kesehatan mulut dan gigi si Kecil sejak dini merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dari orangtua ya, Ma. 

Hal inilah yang mendasari rutinitas ketat yang diterapkan oleh Nikita Willy dalam merawat kebersihan gigi putra pertamanya, Issa. 

Berdasarkan arahan medis yang tepat, pola perawatan yang diterapkan terbukti mampu meminimalkan risiko kerusakan gigi akibat sisa makanan.

Berikut Popmama.com 5 langkah perawatan area mulut si Kecil yang bisa Mama jadikan inspirasi di rumah!

1. Memanfaatkan pasta gigi berfluoride sejak tumbuh gigi pertama

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride sebesar 1000 ppm serta kalsium fosfat sudah mulai diaplikasikan sejak dini. 

Langkah ini sejalan dengan panduan kesehatan global yang menyarankan perlindungan zat aktif tersebut untuk mengeraskan lapisan pelindung terluar gigi. 

Perpaduan formula ini dinilai sangat efektif dalam menghentikan sekaligus memperbaiki gejala awal kerusakan pada struktur gigi si Kecil.

2. Pendampingan penuh saat menyikat gigi hingga usia sekolah

Pexels/Jep Gambardella

Anak-anak tidak dibiarkan begitu saja untuk membersihkan giginya tanpa pengawasan orang dewasa. 

Proses menyikat gigi ini harus tetap dibantu atau diambil alih oleh orangtua setidaknya sampai si Kecil menginjak usia 7 tahun. 

Secara biologis, kemampuan motorik halus si Kecil untuk melakukan gerakan membersihkan secara mendetail baru akan matang sempurna ketika mereka sudah mahir melakukan aktivitas presisi lain, seperti menalikan sepatu sendiri.

3. Membiasakan anak cukup meludah tanpa perlu berkumur

Pexels/RDNE Stock Project

Selesai menggosok seluruh area gigi, si Kecil dibiasakan untuk menumpahkan sisa busa dari dalam mulutnya saja tanpa dibilas menggunakan air kumuran. 

Metode ini bertujuan mempertahankan sisa-sisa kandungan zat baik dari pasta gigi agar tetap menempel lama pada permukaan gigi untuk perlindungan ekstra. 

Setelahnya, perawatan dilanjutkan dengan membersihkan permukaan lidah secara lembut.

4. Mengamankan celah gigi yang rapat menggunakan benang gigi

Pexels/Martha Branco

Pembersihan rongga mulut ditingkatkan dengan mulai mengenalkan penggunaan benang gigi (flossing) sejak si Kecil menginjak usia 2 tahun. 

Langkah preventif ini sangat krusial mengingat bulu sikat gigi biasa umumnya kesulitan menjangkau sela-sela gigi yang sangat rapat. 

Dengan membersihkan sela tersebut, penumpukan kuman yang memicu timbulnya lubang tersembunyi dapat dihindari.

5. Mencukupi kebutuhan vitamin D

Pexels/Supplement On Demand

Asupan suplemen harian berupa Vitamin D dengan dosis 600 IU diberikan secara rutin guna melindungi si Kecil dari kerapuhan struktur gigi yang sering kali diperparah oleh kebiasaan melakukan gerakan tutup mulut (GTM). 

Zat ini bekerja aktif mengembalikan kepadatan mineral gigi sekaligus mengurangi potensi terjadinya karies secara signifikan, sembari didukung vitamin lain untuk menjaga area bibir dari risiko sariawan.

Itulah, Ma, oral care ala Issa. Apakah Mama sudah menerapkan oral care ala Issa di rumah?

Editorial Team