Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Manfaat Bermain Bersama Orangtua bagi Tumbuh Kembang Anak
Magnific/Drazen Zigic
  • Bermain bersama orangtua memperkuat ikatan emosional anak, membuat mereka merasa aman, dihargai, dan lebih mudah mengekspresikan perasaan serta membangun komunikasi yang hangat dalam keluarga.

  • Aktivitas bermain membantu anak mengembangkan kemampuan sosial, komunikasi dua arah, serta belajar bekerja sama dan menyelesaikan konflik dengan cara yang positif sejak usia dini.

  • Bermain bersama orangtua, anak belajar mengenali emosi, berpikir kreatif, melatih motorik, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus menciptakan quality time bermakna yang mempererat keharmonisan keluarga.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mama perlu tahu bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya dipengaruhi oleh asupan bergizi, pendidikan yang baik, atau berbagai aktivitas belajar. Ada satu kebiasaan sederhana yang sering kali dianggap sepele, yaitu meluangkan waktu bermain bersama anak.

Bermain bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang lho Ma. Di balik tawa dan permainan sederhana, anak sedang belajar mengenali emosi, melatih kemampuan sosial, mengembangkan kreativitas, hingga membangun rasa percaya dirinya. Penting bagi orangtua berinteraksi saat bermain bersama si Kecil. Karena menurut jurnal Frontiers in Psychology, kualitas interaksi saat bermain berkontribusi terhadap kesejahteraan emosional dan perkembangan anak secara menyeluruh.

Itulah mengapa, menyediakan waktu untuk bermain bersama tidak seharusnya dianggap sebagai selingan di tengah kesibukan. Justru, momen sederhana ini dapat menjadi investasi penting bagi tumbuh kembang si Kecil. Lalu, apa saja manfaat bermain bersama orangtua bagi anak?

Berikut 7 manfaat bermain bersama orangtua bagi anak, yang sudah Popmama.com rangkum. Disimak ya Ma!

1. Mempererat ikatan emosional

Magnific/tirachardz

Di tengah rutinitas yang padat, meluangkan waktu untuk bermain bersama si Kecil mungkin terlihat seperti aktivitas sederhana. Padahal, momen inilah yang dapat membantu membangun ikatan emosional yang lebih kuat antara orangtua dan anak. Karena saat Mama dan Papa ikut terlibat dalam permainan, anak akan merasa diperhatikan, didengarkan, dan dihargai.

Ikatan tersebut menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Melalui interaksi yang positif, anak belajar bahwa orangtuanya merupakan sosok yang dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi tempat berbagi cerita dan perasaan. Rasa aman inilah yang kemudian mendukung perkembangan emosional anak dalam jangka panjang.

Tak hanya itu, waktu bermain juga menjadi kesempatan bagi orangtua untuk lebih mengenal karakter, minat, hingga cara anak merespons di berbagai situasi. Dengan begitu, orangtua dapat membangun komunikasi yang lebih dekat sekaligus memahami kebutuhan si Kecil tanpa harus melalui percakapan yang serius.

2. Mendukung perkembangan sosial dan kemampuan berkomunikasi

Magnific/tirachardz

Bermain bersama orangtua juga menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar berinteraksi dengan orang lain, lho Ma. Melalui permainan sederhana, seperti bermain peran, menyusun balok, atau permainan papan, anak mulai memahami cara bergiliran, mendengarkan, hingga mengungkapkan keinginan dan perasaannya.

Saat Mama dan Papa terlibat dalam permainan, anak jadi belajar berkomunikasi dua arah. Misalnya, saat mengajak si Kecil berdiskusi untuk menentukan aturan permainan, menyelesaikan masalah, atau mencari solusi saat menghadapi tantangan. Interaksi seperti ini membantu memperkaya kosakata anak sekaligus melatih kemampuan mereka dalam menyampaikan pendapat dengan baik, Ma.

Tak hanya itu, American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa bermain menjadi salah satu cara anak mengembangkan keterampilan sosial yang penting, seperti bekerja sama, berbagi, bernegosiasi, hingga menyelesaikan konflik. Kemampuan tersebut akan menjadi bekal berharga, ketika si Kecil mulai menjalin hubungan dengan teman sebaya di sekolah maupun lingkungan sekitar.

Untuk itu, waktu bermain bersama orang tua bukan sekadar menciptakan kenangan indah. Aktivitas ini juga menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak untuk membangun kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi sejak dini.

3. Membantu anak mengenali dan mengelola emosi

Magnific/rawpixel.com

Di balik setiap permainan, ternyata si Kecil turut belajar mengenali berbagai emosi, mulai dari rasa senang, kecewa, marah, hingga bangga ketika berhasil menyelesaikan tantangan. Karena hal itu bermain bersama orangtua dapat menjadi momen yang tepat untuk membantu anak memahami perasaannya.

Misalnya, saat anak kalah dalam sebuah permainan atau balok yang disusunnya roboh, Mama dan Papa dapat mendampingi mereka menghadapi rasa kecewa. Alih-alih langsung membantu atau menyalahkan keadaan, orangtua bisa mengajak anak mencari solusi, memberikan semangat, serta menunjukkan bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses belajar. Pendampingan sederhana seperti ini membantu anak belajar mengelola emosinya dengan cara yang sehat.

American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa bermain memberi ruang bagi anak untuk mengekspresikan emosi, melatih kemampuan mengatasi tantangan, sekaligus membangun resiliensi atau daya lenting. Ketika Mama mendampingi si Kecil melewati berbagai emosi saat bermain, anak akan belajar bahwa setiap perasaan dapat dihadapi dengan cara yang sehat. Bekal ini penting untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain.

Ketika anak merasa didukung oleh orang tua selama bermain, mereka juga akan lebih percaya diri dalam menghadapi situasi baru di kemudian hari.

4. Mengasah kemampuan berpikir dan kreativitas anak

Magnific/freepik

Bermain bersama orangtua juga mengasah kemampuan berpikir anak, Ma. Saat menyusun balok, bermain puzzle, atau bermain peran menjadi dokter dan pasien, si Kecil tidak hanya bersenang-senang. Mereka juga sedang belajar mencari solusi, mengambil keputusan, serta menggunakan imajinasinya untuk menyelesaikan berbagai tantangan sederhana.

Di sisi lain, kehadiran orang tua saat bermain dapat memberikan stimulasi yang berbeda dibandingkan ketika anak bermain sendiri. Mama dan Papa bisa mengajukan pertanyaan sederhana, seperti "Kalau baloknya dipindah ke sini bagaimana, ya?" atau "Menurut Adik, apa yang harus dilakukan supaya menaranya tidak roboh?". Percakapan kecil seperti ini dapat mendorong anak berpikir kritis sekaligus mengeksplorasi berbagai ide baru.

5. Melatih kemampuan motorik dan menjaga kesehatan fisik

Magnific/brgfx

Menariknya, manfaat bermain bersama orangtua tidak hanya terlihat dari cara anak berinteraksi atau mengelola emosinya. Aktivitas sederhana yang dilakukan bersama juga membuat si Kecil lebih aktif bergerak, sehingga turut mendukung perkembangan fisik sesuai tahapan usianya. Mama bisa biarkan anak memilih permainan, menentukan aturan sederhana, atau mencari cara menyelesaikan tantangan yang dihadapinya. Kesempatan ini dapat membantu anak belajar mengambil keputusan sekaligus percaya pada kemampuannya sendiri.

Pengalaman positif tersebut menjadi bekal untuk membangun rasa percaya diri, karena si Kecil menyadari bahwa ia mampu mencoba, belajar, dan menyelesaikan sesuatu dengan kemampuannya sendiri. Peran orangtua pun bukan untuk memberikan jawaban atas setiap kesulitan yang dihadapi anak, melainkan menjadi pendamping yang memberikan dukungan dan semangat.

Ketika Mama memberikan apresiasi terhadap proses, bukan hanya hasil akhirnya, anak akan merasa lebih berani mencoba hal-hal baru tanpa takut melakukan kesalahan.

6. Meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian

Magnific/jcomp

Berbagai tantangan sederhana yang ditemui selama bermain, dapat mendorong anak lebih berani mencoba mengambil keputusan dan percaya pada kemampuannya sendiri, lho Ma.

Tak jarang, anak akan menemui kegagalan saat bermain, seperti balok yang terus roboh atau puzzle yang belum berhasil disusun. Alih-alih langsung membantu, Mama dapat memberikan petunjuk terlebih dulu supaya anak mau mencoba kembali. Pendampingan seperti ini mengajarkan si Kecil bahwa melakukan kesalahan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan bagian dari proses belajar.

Ketika anak berhasil menyelesaikan tantangan melalui usahanya sendiri, mereka akan merasakan puas atas pencapaiannya. Perasaan tersebut membangun kemandirian dan keberanian menghadapi tantangan baru dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, anak tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, tetapi juga lebih tangguh dalam menghadapi berbagai situasi.

7. Menciptakan quality time yang bermakna bagi keluarga

Magnific/Lifestylememory

Setelah mendukung perkembangan emosi, sosial, kognitif, hingga fisik anak, manfaat bermain bersama ternyata tidak berhenti sampai di situ. Aktivitas ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga untuk menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan penuh makna. Quality time tidak selalu harus diisi dengan liburan atau aktivitas yang membutuhkan biaya besar, kok Ma.

Aktivitas seperti bermain bersama di rumah, membaca buku cerita, menyusun balok, hingga bermain peran bisa menjadi momen sederhana yang mempererat hubungan keluarga.

Saat bermain, orangtua memiliki kesempatan untuk benar-benar hadir dan menikmati kebersamaan tanpa distraksi pekerjaan maupun gawai. Yang terpenting, quality time bukan diukur dari seberapa lama waktu yang dihabiskan, melainkan seberapa berkualitas interaksi yang terjalin. Karena itu, tak ada salahnya mulai meluangkan beberapa menit setiap hari untuk bermain bersama si Kecil.

Selain menjadi aktivitas yang menyenangkan, kebiasaan sederhana ini juga dapat memberikan manfaat besar bagi tumbuh kembang anak sekaligus mempererat keharmonisan keluarga. Jadi, sudahkah Mama meluangkan waktu bermain bersama si Kecil hari ini?

Curated For You

Editorial Team

Related Article