Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Alasan Kenapa Anak Sering Sakit Kepala

7 Alasan Kenapa Anak Sering Sakit Kepala
Pexels/artempodrez
Intinya Sih
  • Sakit kepala pada anak bisa disebabkan stres, kurang tidur, cedera kepala, infeksi, hingga migrain yang dapat muncul sejak usia dini.
  • Kebiasaan terlambat makan atau kurang minum juga memicu sakit kepala karena tubuh kekurangan energi dan cairan untuk mendukung fungsi otak.
  • Segera periksakan anak ke dokter bila sakit kepala makin sering, disertai demam tinggi, muntah berulang, gangguan penglihatan, atau muncul setelah benturan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sakit kepala tidak hanya dialami orang dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak. Keluhan ini sering kali muncul setelah anak beraktivitas seharian, kurang istirahat, atau sedang tidak fit.

Meski umumnya tidak berbahaya, sakit kepala yang terjadi berulang atau semakin sering perlu mendapat perhatian khusus. Jika keluhan berlangsung terus-menerus, disertai muntah, demam tinggi, gangguan penglihatan, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, Mama sebaiknya segera memeriksakan anak ke dokter.

Lalu, apa saja penyebab anak sering mengeluh sakit kepala? Berikut beberapa kemungkinan yang perlu diketahui.

1. Sedang mengalami tekanan atau stres

Seorang anak sedang sakit kepala
Pexels/Hebertsantos

Anak juga bisa mengalami stres, lho, Ma. Tuntutan akademik, banyaknya tugas sekolah, konflik dengan teman, atau tekanan di rumah dapat memicu sakit kepala.

Saat anak merasa tertekan, tubuh akan merespons dengan menegangkan otot-otot di sekitar kepala dan leher. Kondisi inilah yang sering memicu sakit kepala tipe tegang (tension headache).

2. Jadwal tidur yang tidak teratur

Seorang anak memegangi kepalanya
Pexels/timamorshnichenko

Kurang tidur atau memiliki jam tidur yang berantakan dapat memengaruhi kesehatan anak secara keseluruhan, termasuk memicu sakit kepala.

Anak usia sekolah umumnya membutuhkan sekitar 9-12 jam tidur setiap malam. Jika waktu istirahatnya kurang, tubuh menjadi lebih mudah lelah dan rentan mengalami keluhan sakit kepala.

3. Pernah mengalami cedera pada kepala

Seorang anak kesakitan
Pexels/keiraburton

Jika anak termasuk aktif bermain, Mama perlu memperhatikan apakah ia pernah terjatuh atau terbentur bagian kepala.

Cedera kepala, bahkan yang terlihat ringan sekalipun, terkadang dapat menyebabkan sakit kepala yang muncul beberapa waktu setelah kejadian. Bila sakit kepala muncul setelah benturan dan disertai pusing, muntah, atau mengantuk berlebihan, segera periksakan anak ke fasilitas kesehatan.

4. Sedang mengalami infeksi

Anak laki laki memegang dahinya
Pexels/vikaglitter

Sakit kepala juga bisa menjadi salah satu gejala saat anak sedang sakit.

Dilansir dari alodokter.com⁠, berbagai infeksi seperti pilek, flu, infeksi telinga, hingga kondisi yang lebih serius seperti meningitis dapat memicu sakit kepala pada anak. Karena itu, perhatikan apakah keluhan sakit kepala disertai demam, batuk, pilek, atau gejala infeksi lainnya.

5. Terlambat makan atau tidak sarapan

Seorang anak laki laki memegang kepalanya
Pexels/RDNEstockproject

Anak yang melewatkan sarapan atau terlambat makan siang berisiko mengalami penurunan kadar gula darah.

Ketika tubuh kekurangan energi, otak tidak mendapatkan pasokan bahan bakar yang cukup sehingga dapat memicu rasa pusing dan sakit kepala. Oleh karena itu, pastikan anak tetap makan secara teratur setiap hari.

6. Kurang minum atau dehidrasi

Seorang anak memegangi kepalanya
Pexels/RDNEstockproject

Dehidrasi menjadi salah satu penyebab sakit kepala yang cukup sering terjadi pada anak.

Saat tubuh kekurangan cairan, aliran darah dan oksigen ke otak dapat terganggu. Akibatnya, pembuluh darah di sekitar otak bisa bereaksi dan memunculkan rasa sakit kepala. Pastikan anak cukup minum air putih, terutama setelah bermain atau berolahraga.

7. Mengalami migrain

Seorang anak sedang sakit kepala
Pexels/paveldanilyuk

Migrain tidak hanya terjadi pada orang dewasa. Anak-anak dan remaja juga dapat mengalaminya.

Dilansir dari  Hello Sehat⁠, migrain dapat muncul sejak usia dini dan menjadi salah satu penyebab sakit kepala berulang pada anak. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 20 persen remaja pernah mengalami sakit kepala jenis migrain.

Biasanya migrain ditandai dengan nyeri berdenyut di salah satu sisi kepala, sensitif terhadap cahaya atau suara, serta terkadang disertai mual.

Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter?

Mama sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter jika sakit kepala pada anak:

  • Terjadi semakin sering atau semakin berat
  • Membuat anak sulit beraktivitas
  • Disertai demam tinggi
  • Muncul setelah benturan kepala
  • Disertai muntah berulang
  • Menyebabkan gangguan penglihatan atau keseimbangan
  • Membuat anak terbangun dari tidur karena nyeri

Meski sebagian besar sakit kepala pada anak tidak berbahaya, pemeriksaan dokter tetap diperlukan jika keluhannya terus berulang agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More