Jennifer Coppen Bagikan Rahasia Kamari Anteng dan Pintar saat Pernikahannya

- Jennifer Coppen menarik perhatian publik lewat perilaku tenang dan cerdas putrinya, Kamari, saat pernikahannya dengan pesepakbola Justin Hubner.
- Ia mengungkap rahasia tumbuh kembang Kamari melalui pola makan sehat sejak hamil, pembatasan gula dan garam pada MPASI, serta disiplin dalam pola asuh.
- Kombinasi nutrisi seimbang, aturan tegas, dan lingkungan penuh komunikasi membuat Kamari tumbuh cepat secara fisik dan kognitif di usia sangat muda.
Momen pernikahan Jennifer Coppen dan pesepakbola Justin Hubner baru-baru ini tidak hanya menyita perhatian karena kemesraan pasangan pengantin, tapi juga karena kelakuan putri semata wayang Jennifer, Kamari Sky Wassink.
Di usianya yang baru menginjak 2 tahun, gadis kelahiran Agustus 2023 ini berhasil mencuri hati publik berkat sikapnya yang sangat anteng, tenang, dan penuh pengertian selama mengikuti prosesi pernikahan yang sakral.
Meski masih sangat kecil, ia terlihat sangat pintar mengikuti segala rangkaian acara. Bahkan, dalam sebuah momen haru, Kamari sempat mengirimkan pesan suara yang membuat Papa sambungnya, Justin Hubner, menangis.
Ia mengucapkan, "I love you so much. I love you, Papa, so much," dan berterima kasih karena Justin telah menyayangi dirinya dan sang Mama. Kepintaran dan ketenangan Kamari di usia yang tergolong sangat belia ini yang kemudian menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Menanggapi banyaknya pujian yang datang, Jennifer Coppen akhirnya buka suara. Melalui sebuah video di akun TikTok pribadinya, perempuan yang akrab disapa Mamari ini membagikan rahasia di balik tumbuh kembang sang putri sejak masa kehamilan, hingga kini.
Lantas, seperti apa rahasia yang dilakukan Jennifer Coppen untuk mendidik Kamari? Berikut Popmama.com rangkumkan ulasan selengkapnya.
1. Pola makan sehat selama kehamilan

Jennifer meyakini bahwa nutrisi yang ia konsumsi selama hamil adalah fondasi utama. Ia mengaku sangat disiplin menjaga asupan makanan selama mengandung Kamari.
"Aku nggak pernah makan junk food, processed food, gorengan atau makanan instan. Aku benar-benar menjaga makanan aku selama hamil," ungkap Jennifer dalam video Get Ready With Me yang diunggahnya.
Selain menghindari makanan instan, Jennifer juga berusaha menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang. Ia mengonsumsi makanan dengan prinsip 4 sehat 5 sempurna dan membatasi konsumsi gula serta minuman manis.
"Aku makannya dijaga, aku makannya 4 sehat 5 sempurna, minum air banyak banget," jelasnya. Ia juga percaya bahwa kondisi emosional ibu selama hamil berpengaruh, sehingga ia berusaha untuk tetap bahagia.
2. Pembatasan gula dan garam saat pemberian MPASI

Setelah Kamari lahir, Jennifer justru melanjutkan komitmennya terhadap pola makan sehat. Ia sangat selektif dalam memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk putrinya.
Dalam penjelasan videonya, ia juga memilih untuk membuat sendiri semua makanan Kamari dari awal, memastikan semuanya alami dan minim bahan pengawet. Yang paling ditekankan adalah pembatasan konsumsi gula dan garam.
"Dari kecil aku sangat menjaga apa yang dia makan dan minum," tegas Jennifer. Ia bahkan membuat sendiri camilan seperti nugget dan memilih sorbet buatan sendiri sebagai alternatif es krim yang lebih sehat.
Menurutnya, kebiasaan ini berperan penting dalam tumbuh kembang Kamari. Dan sejumlah ahli pun banyak yang telah mengungkapkan kaitan gula dan lonjakan energi tinggi pada anak, Ma.
Kalau anak terbiasa dengan konsumsi gula tambahan yang berlebihan, ini memicu lonjakan energi yang drastis, yang sering kali diikuti oleh penurunan drastis sehingga membuat anak rewel, tantrum, atau sulit fokus.
Itulah mengapa Mamari menyebutkan bahwa putrinya sejak sudah masuk masa MPASI, konsumsi gulanya sangat diperhatikan, Ma.
3. Pola asuh tegas dengan konsekuensi

Selain asupan makanan, Jennifer menegaskan bahwa pola asuh atau parenting sangat berperan. Ia mengaku bukan tipe orangtua yang membiarkan kesalahan anak tanpa konsekuensi.
"Aku mengajarkan kalau salah ya salah. Kalau benar diapresiasi, kalau salah harus dikasih tahu," katanya. Sikap tegas ini ia terapkan agar Kamari tumbuh dengan pemahaman yang jelas tentang benar dan salah.
Jennifer mengibaratkan dirinya sebagai "ibu-ibu VOC," yang menunjukkan bahwa ia konsisten dalam memberikan aturan dan disiplin.
Meski demikian, ia juga mengakui bahwa Kamari tetap memiliki momen tantrum seperti anak-anak seusianya, namun intensitasnya terasa berbeda berkat pola asuh yang diberikan.
Menurutnya, kedisiplinan ini adalah investasi jangka panjang untuk membentuk karakter Kamari agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berintegritas.
4. Lingkungan yang matang

Jennifer juga menyadari bahwa lingkungan di sekitar Kamari sangat memengaruhi perkembangannya. Karena sering berada di tengah-tengah orang dewasa, Kamari dinilai lebih cepat dalam menangkap berbagai hal.
Itulah yang kemudian membuatnya lebih cepat beradaptasi dan memahami situasi di sekitarnya. Faktor ini juga dikombinasikan dengan pola makan dan asuhan yang konsisten, ia yakini membuat Kamari tumbuh menjadi anak yang cerdas dan cepat tanggap.
Apa yang dilakukan Mamari pada putrinya ini ternyata erat kaitannya dengan percakapan berkualitas antara anak dan orangtua, Ma.
Semakin banyak waktu yang dihabiskan orangtua untuk melakukan komunikasi terbuka dengan anak, semakin kaya kosakata yang dimiliki anak.
Penelitian juga menunjukkan bahwa lingkungan yang kaya akan percakapan sehari-hari terbukti secara signifikan memperluas kosakata anak, memperbaiki struktur kalimat, dan meningkatkan kepercayaan diri anak dalam berkomunikasi.
Anak yang terbiasa berada di lingkungan orang dewasa terpapar pada kosakata dan perilaku yang lebih matang, sehingga mempercepat kemampuan kognitif dan sosialnya.
5. Perkembangan fisik yang pesat

Jennifer menceritakan bahwa tumbuh kembang Kamari berlangsung cukup pesat. Ia sudah bisa duduk tegak ketika berusia sekitar 5-6 bulan dan mulai berjalan sebelum genap berusia satu tahun. P
Perkembangan motorik yang cepat ini menurutnya selaras dengan asupan nutrisi dan stimulasi yang ia berikan. Baginya, pujian dari netizen yang menyebut Kamari pintar adalah sebuah pencapaian besar baginya sebagai seorang mama.
"Buat aku, nggak ada pujian yang lebih baik selain orang-orang bilang anaknya pintar banget. Aku merasa itu adalah komplementer terbaik karena aku merasa somehow berhasil menjadi seorang ibu," ujarnya.
Dari cerita Jennifer Coppen, terlihat jelas bahwa ketenangan dan kepintaran Kamari adalah hasil dari perpaduan pola makan bergizi, disiplin, dan lingkungan yang mendukung.
Dari tips yang dibagikan Jennifer ini, membuktikan bahwa perhatian penuh dari orangtua dapat memberikan dampak besar pada tumbuh kembang si Kecil, bahkan sejak dini.
Tentunya kisah Mamari dalam memberikan pola asuh pada Kamari ini bisa jadi contoh baik bagi para orangtua lainnya. Mulai dari menjaga asupan makanan sejak hamil, membatasi gula dan garam pada MPASI, menerapkan pola asuh yang tegas namun penuh kasih, hingga menciptakan lingkungan yang kaya akan interaksi berkualitas.
Semua langkah sederhana ini ternyata mampu membentuk anak menjadi pribadi yang anteng, cerdas, dan cepat tanggap di usianya yang masih sangat muda.





















