Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Menjahit Mimpi di Usia 5 Tahun: Kisah Asa, Desainer Cilik yang Menginspirasi
Instagram.com/asa.dinanti

Di tengah dunia anak-anak yang identik dengan permainan warna-warni, seorang gadis kecil bernama Asa Dinanti memilih petualangannya sendiri.

Dengan mesin jahit mini di tangan dan tumpukan kain di sekelilingnya, ia bereksplorasi menjadi seorang desainer cilik yang berbakat.

Kegiatan Asa yang masih berusia 5 tahun ini bukan sekadar bermain. Ia serius merancang, memotong pola, hingga menjahit bajunya sendiri. Sebuah pemandangan yang tidak biasa dan tentu saja sangat mengagumkan.

Melansir dari akun Instagram pribadi Asa yang dikelola orangtuanya, berikut Popmama.com rangkumkan ulasan selengkapnya tentang bagaimana dukungan orangtua bisa membentuk kreativitas anak.

1. Bukan sekadar membelikan mainan, tapi menyediakan yang anak butuhkan

Instagram.com/asa.dinanti

Seringkali, kita membelikan anak mainan yang sifatnya imitasi hanya untuk kesenangan anak. Namun, orangtua Asa mengambil langkah berbeda.

Mereka menyediakan alat-alat yang sesungguhnya, seperti mesin jahit mini yang aman namun fungsional untuk anak seusianya. Di mana alat-alat inilah yang Asa butuhkan untuk meraih mimpinya.

Tidak berhenti di situ, orangtua Asa juga menyediakan beragam bahan kain dan perlengkapan menjahit lainnya. Uniknya, sebagian besar bahan yang digunakan Asa adalah kain bekas yang sudah tak terpakai di rumah, Ma.

Apa yang awalnya limbah kain, menjelma menjadi wearable art yang cantik dan layak pakai untuk ia gunakan sehari-hari. Sebuah proyek keberlanjutan yang mengajarkan Asa bahwa kreativitas dan kepedulian lingkungan bisa berjalan beriringan.

2. Peran orangtua dalam menjadi fasilitator anak

Instagram.com/asa.dinanti

Setiap unggahan yang dibagikan di akun milik Asa ini kerap dibanjiri komentar pujian dari netizen, Ma. Tak hanya bakat si Kecil, tapi juga bagaimana peran orangtuanya yang terlihat jelas.

Mereka tidak memerintah atau memaksa, melainkan mendampingi. Mereka ada di sana untuk membantu saat Asa kesulitan menggunting pola atau saat benang mesin jahitnya kusut.

Sikap ini membangun kemandirian Asa. Ia tahu bahwa orangtuanya adalah tempat yang aman untuk bertanya, tapi ia juga diberi ruang untuk mencoba dan menyelesaikan masalahnya sendiri.

Ini adalah pelajaran berharga bagi para orangtua. Terkadang, peran kita adalah duduk di samping mereka, siap membantu, namun membiarkan mereka yang memegang kendali atas karya dan mimpinya sendiri.

3. Mendukung potensi anak lewat pendidikan non-formal

Instagram.com/asa.dinanti

Meski usianya masih kanak-kanak dan belum mengenyam pendidikan formal, bakat alami Asa tentu perlu diasah agar semakin terarah.

Orangtuanya pun tak ragu untuk mengikutsertakan putri kecilnya dalam berbagai kelas menjahit atau mendesain yang sesuai untuk anak seusianya.

Bergabung dengan komunitas atau kelas ini membuka wawasan Asa, Ma. Bukan sekadar belajar teknik baru, tapi juga bertemu dengan teman-teman yang memiliki ketertarikan yang sama.

Nah, keikutsertaan inilah yang nantinya juga jadi bekal untuk Asa agar lebih percaya diri dalam membuat setiap desain baru kelak nanti.

4. Konsistensi dan apresiasi di media sosial

Instagram.com/asa.dinanti

Melalui akun Instagram @asa.dinanti, orangtua Asa secara konsisten mendokumentasikan proses kreatif sang buah hati. Setiap coretan pola dan setiap jahitan yang berhasil diselesaikan, semuanya diabadikan dengan bangga.

Tak hanya orangtua yang merasakan kebanggan tersebut, apresiasi yang datang dari para netizen pun menjadi semangat tersendiri bagi si Kecil.

Dokumentasi ini tentunya juga bisa menjadi portfolio digital yang luar biasa untuknya kelak nanti, Ma.

Suatu hari nanti, Asa bisa melihat kembali perjalanannya dari seorang gadis kecil dengan mesin jahit mini, hingga menjadi seorang desainer sesungguhnya.

Semangat selalu, Asa!

5. Dari desain untuk boneka, hingga bermimpi untuk dunia

Perjalanan Asa dimulai dari hal sederhana. Saat usianya baru menginjak 3 tahun, kala itu dirinya sudah asyik mendesain baju untuk boneka-boneka kesayangannya.

Imajinasinya saat itu sudah terlihat, meski masih dalam skala kecil. Lalu, ia pun meminta boneka yang lebih besar. Orangtuanya pun membelikan sebuah manekin kecil.

Sejak saat itu, kreativitas Asa seolah tidak terbendung. Semakin bertambah usianya, ia terus membuat dress demi dress, yang ia sesuaikan dengan kreativitasnya.

Di usianya yang masih 5 tahun, Asa membuktikan kepada dunia bahwa usia hanyalah angka, tapi mimpi besar bisa dimulai dari hal kecil dan mainan sederhana.

Kisah Asa Dinanti, seorang desainer dan penjahit mini yang menginspirasi ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa di balik setiap anak hebat, pasti ada orangtua hebat yang selalu percaya dan mendukung langkahnya.

Dari limbah kain menjadi karya menawan, dari boneka kecil menjadi mimpi besar, Asa mengajarkan bahwa dengan dukungan yang tepat, anak-anak bisa terbang tinggi.

Editorial Team