Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Nala, Balita Jenius Tanda Tangan MOU Jadi Dokter Masa Depan!

Nala, Balita Jenius Tanda Tangan MOU Jadi Dokter Masa Depan!
Instagram.com/ridwan16
Intinya Sih
  • Nala menandatangani MOU dengan Mandaya Hospital sebagai calon dokter masa depan di usia 5 tahun.

  • Nala belajar simulasi operasi robotik dengan dr. Irsan dan memeriksa CT scan didampingi dr. Ferry Aryo sambil aktif bertanya menggunakan bahasa Inggris.

  • Nala menggambar 31 tulang dalam 2 menit di depan dokter spesialis dan mendapat hadiah spine anatomy.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Nala baru berusia 5 tahun, tetapi kecerdasannya dalam memahami ilmu kedokteran sudah luar biasa. Minatnya yang sangat besar terhadap anatomi tubuh manusia dan dunia medis membuat banyak pihak kagum, termasuk para dokter dan rumah sakit.

Keseriusan Nala dalam belajar tentang kedokteran tidak luput dari perhatian ayahnya, Ridwan, yang aktif membagikan perkembangan putrinya di Instagram @ridwan16.

Berbagai rumah sakit bahkan mengundang Nala untuk belajar langsung dari para dokter spesialis, bahkan memberikan kesempatan istimewa untuk menandatangani MOU sebagai calon dokter masa depan.

Berikut Popmama.com rangkum Nala, balita jenius tanda tangan MOU jadi dokter masa depan!

Table of Content

1. Tanda tangan MOU dengan Mandaya Hospital

1. Tanda tangan MOU dengan Mandaya Hospital

MOU Nala dari Mandaya Royal Hospital
Instagram.com/ridwan16

Pada 21 Februari 2026, ayah Nala membagikan momen yang sangat istimewa di Instagram.

Nala berkesempatan menandatangani MOU (Memorandum of Understanding) dengan President Director & Co-Founder Mandaya Hospital Group, Dr. Ben Widaja, MBChB (UK).

"Semoga jas putihnya nanti bukan hanya simbol ilmu, tapi simbol kebaikan. Dan semoga hari ini menjadi awal dari perjalanan panjangnya," tulis ayahnya.

MOU ini memiliki makna yang sangat spesial. Melalui perjanjian ini, Nala dijamin akan diterima sebagai dokter di Mandaya Hospital jika ia sudah menyelesaikan pendidikan kedokterannya nanti.

Dalam foto yang dibagikan, Nala terlihat serius menandatangani dokumen MOU dengan keterangan "Future Mandaya Doctor".

2. Dapat hadiah spine anatomy dari Gatam Institute Eka Hospital

Nala di Gatam Institute Eka Hospital
Instagram.com/ridwan16

Pada 14 Februari 2026, ayah Nala membagikan postingan di mana Nala mendapat undangan istimewa dari Gatam Institute Eka Hospital. Kali ini, Nala diundang oleh Chairman Gatam Institute untuk menerima hadiah yang sangat istimewa, sebuah model spine anatomy (anatomi tulang belakang) berukuran besar.

Nala datang ke Gatam Institute dengan membawa sesuatu yang sederhana namun penuh makna. Ia membawa selembar kertas berisi gambar skeleton (kerangka) yang sebelumnya sudah ia buat di rumah. Gambar ini adalah hadiah dari Nala untuk dr. Luthfi, seorang konsultan tulang belakang di Gatam Institute.

Namun, Nala tidak hanya memberikan gambar yang sudah jadi. Di depan dr. Luthfi dan tim medis lainnya, Nala memperlihatkan kemampuannya yang luar biasa. Ia menggambar ulang skeleton secara langsung sambil menjelaskan satu per satu bagian yang ia gambar.

Dalam waktu hanya 2 menit, Nala berhasil menggambar 31 tulang dengan detail yang tepat..

Sebagai apresiasi atas kemampuan luar biasa Nala, Gatam Institute memberikan hadiah foto khusus. Foto tersebut berisi gambar dua dokter ortopedi dari rumah sakit tersebut dan foto Nala sendiri. Foto ini menjadi kenang-kenangan yang berharga dan mungkin suatu hari nanti akan menjadi pengingat bagi Nala tentang awal perjalanannya menuju cita-cita menjadi dokter.

"Thank you Gatam Institute, tunggu aku 15 tahun lagi yaa," unggah ayahnya.

3. Belajar simulasi operasi robotik dan patah tulang di Primaya Hospital

Nala di Primaya Hospital
Instagram.com/ridwan16

Pada 22 Februari 2026, ayah Nala membagikan momen Nala mendapat kesempatan belajar yang tidak kalah istimewa. Kali ini, ia diajak masuk ke ruang operasi robotik di Primaya Hospital untuk belajar simulasi patah tulang.

Nala diajarkan langsung oleh dr. Irsan, seorang dokter ortopedi subspesialis hand, upper limb & microsurgery. Dengan bimbingan langsung dari dokter spesialis yang berpengalaman, Nala berkesempatan melihat dan mempelajari berbagai alat canggih yang digunakan dalam operasi modern.

Di ruang operasi robotik tersebut, Nala tidak hanya melihat. Ia juga mencoba simulasi dan mempelajari teknik-teknik yang digunakan dalam penanganan patah tulang.

Sebagai apresiasi atas keseriusan dan antusiasme Nala dalam belajar, ia diberikan hadiah yang sangat istimewa, yaitu sebuah torso atau model anatomi tangan. Hadiah ini sangat berharga bagi Nala yang memang sangat tertarik mempelajari anatomi tubuh manusia.

Selain belajar simulasi operasi, Nala juga berkesempatan mempraktikkan ilmunya dengan cara yang lebih personal. Ia latihan memeriksa hasil CT scan jantung ayah dan ibunya. Kegiatan ini dilakukan dengan didampingi langsung oleh Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, MARS.

Nala sangat aktif bertanya selama sesi pembelajaran. Ia bahkan menggunakan bahasa Inggris untuk bertanya kepada para dokter. Beberapa pertanyaan yang diajukan Nala antara lain, kapan seseorang harus menggunakan MRI dan kapan harus menggunakan CT scan.

Nala terlihat sangat takjub melihat semua yang biasanya hanya ia lihat di buku, kini dapat ia lihat secara nyata. Pengalaman langsung ini tentu sangat berharga untuk memperdalam pemahamannya tentang dunia kedokteran.

"Ini hasil dari keseriusannya belajar. Akhirnya ia bertemu dokter hebat. Tunggu Nala 15-20 tahun lagi ya. Semoga suatu hari ia benar-benar berdiri di ruang operasi itu. Bukan sebagai tamu, tapi sebagai dokter," unggah ayahnya di Instagram.

4. Terbang 1700 KM ke RS Kemenkes Surabaya

Nala di Kemenkes RS Surabaya
Instagram.com/ridwan16

Keseriusan Nala dalam belajar kedokteran tidak hanya menarik perhatian rumah sakit di Jakarta, tetapi juga rumah sakit di kota lain. Pada 28 Februari 2026, ayah Nala membagikan momen ketika Nala mendapat undangan istimewa untuk berkunjung ke RS Kemenkes Surabaya.

Undangan ini berawal dari komentar PLH Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Siahaan. Dr. Martha yang terkesan dengan dedikasi Nala dalam belajar kedokteran, langsung mengundang Nala untuk datang ke rumah sakitnya.

Pihak rumah sakit menanggung semua biaya perjalanan Nala dan keluarganya. Mulai dari tiket pesawat, akomodasi, hingga segala keperluan selama di Surabaya, semuanya ditanggung oleh RS Kemenkes Surabaya.

Perjalanan dari Jakarta ke Surabaya memakan jarak sekitar 1700 kilometer. Namun, jarak yang jauh ini tidak menyurutkan semangat Nala untuk terus belajar. Bahkan selama di pesawat, Nala tidak membuang waktu. Ia terus membaca buku-buku tentang kedokteran.

Saat sampai di Surabaya, Nala disambut langsung oleh dr. Martha Siahaan. Dr. Martha kemudian mengajak Nala berkeliling ke berbagai ruang di rumah sakit, menunjukkan berbagai fasilitas dan peralatan medis yang ada.

"Ternyata cerita di buku ini satu per satu bisa Nala lihat langsung ya?" ucap Nala yang dibagikan ayahnya di Instagram,

Kunjungan ke RS Kemenkes Surabaya ini menjadi bukti bahwa komitmen Nala dalam belajar kedokteran telah diakui secara luas, bahkan sampai ke luar Jakarta.

Pencapaian Nala di usia 5 tahun ini menginspirasi banyak orangtua untuk mendukung minat dan bakat anak sejak dini. Ketika anak menunjukkan bakat yang kuat terhadap suatu bidang, dukungan dan fasilitas yang tepat dapat membantu mereka berkembang secara optimal.

Apakah anak Mama juga memiliki minat khusus yang perlu didukung sejak dini?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Kid

See More