Rutin Tanyakan Satu Pertanyaan Ini, Ini 7 Efek Pada Perkembangan Anak

- Pertanyaan sederhana 'Apa yang membuatmu bangga hari ini?' terbukti membantu perkembangan otak dan emosi anak hanya dalam tujuh hari menurut penjelasan ahli saraf dari Jepang.
- Melalui refleksi harian, anak belajar mengenali diri, memahami emosi, membangun kepercayaan diri, serta mengubah pola pikir menjadi lebih positif terhadap dirinya sendiri.
- Kebiasaan ini menciptakan rasa tenang sebelum tidur, menstabilkan emosi, dan mendorong anak untuk terus mencari pengalaman yang membuat mereka tumbuh dan percaya pada diri sendiri.
Banyak orangtua mengakhiri hari dengan mengatakan “I love you” atau “Mama Papa sayang kamu” sebelum anak tidur. Hal tersebut tentu penting untuk membangun kedekatan emosional. Namun, ada satu pertanyaan sederhana yang ternyata juga bisa memberikan dampak besar bagi perkembangan anak, yaitu “Apa yang membuatmu bangga hari ini?”
Dilansir dari Instagram @schweta.happyminds, seorang ahli saraf dari Jepang menjelaskan bahwa satu pertanyaan ini dapat membantu membentuk perkembangan otak anak hanya dalam tujuh hari. Dengan menanyakan pertanyaan reflektif sebelum tidur, anak akan belajar mengenali dirinya, memahami emosi, serta membangun kepercayaan diri secara bertahap.
Berikut Popmama.com rangkum 7 tahapannya.
1. Hari pertama: Anak mulai belajar merefleksikan hari mereka

Di hari pertama, anak mungkin terlihat bingung saat Mama menanyakan apa yang membuat mereka bangga. Bahkan, tidak jarang mereka menjawab singkat atau belum benar-benar memahami pertanyaannya.
Namun, proses ini menjadi langkah awal bagi anak untuk mulai merefleksikan pengalaman mereka. Anak mulai mencoba mengingat kembali kejadian yang terjadi sepanjang hari, meskipun masih sederhana.
2. Hari kedua: Anak mulai menjawab dengan lebih terarah

Di hari kedua, anak mulai menjawab pertanyaan tersebut dengan lebih baik dan tidak lagi asal menjawab. Mereka mulai memikirkan bagaimana hari mereka berjalan.
Dari proses ini, self-awareness anak perlahan mulai berkembang. Anak mulai memahami pengalaman yang mereka alami sepanjang hari.
3. Hari ketiga: Anak mulai mengenali hal positif dalam dirinya

Memasuki hari ketiga, anak mulai lebih mudah menemukan hal yang membuat mereka bangga. Mereka tidak lagi terlalu lama berpikir karena sudah terbiasa merefleksikan diri.
Pada tahap ini, anak juga mulai mengenali kemampuan dan usaha yang mereka lakukan. Hal tersebut membantu membangun rasa percaya diri secara perlahan.
4. Hari keempat: Pola pikir anak mulai berubah

Di hari keempat, cara pikir anak mulai bergeser. Jika sebelumnya mereka cenderung fokus pada kesalahan, kini anak mulai berpikir tentang hal yang sudah mereka lakukan dengan baik.
Perubahan ini membantu anak mengembangkan pola pikir yang lebih positif terhadap dirinya sendiri.
5. Hari kelima: Anak mulai memilih perilaku yang membuat mereka bangga

Di hari kelima, sikap anak mulai berubah. Mereka mulai memilih perilaku atau kegiatan yang nantinya bisa membuat mereka merasa bangga.
Menanyakan hal yang membuat anak bangga juga dapat memicu pelepasan dopamin. Perasaan bangga tersebut menciptakan feedback loop yang positif, sehingga anak terdorong untuk mengulangi perilaku baik tersebut.
6. Hari keenam: Anak merasa lebih tenang dan nyaman

Pada hari keenam, anak mulai merasa lebih tenang, aman, dan nyaman saat menjelang tidur. Kebiasaan refleksi positif membantu sistem saraf anak menjadi lebih rileks.
Dorongan positif dan kebiasaan refleksi ini juga terbukti membantu menstabilkan emosi serta mengurangi rasa cemas di malam hari.
7. Hari ketujuh: Otak anak mulai mencari hal yang membantu mereka bertumbuh

Memasuki hari ketujuh, otak anak mulai secara aktif mencari pengalaman yang membuat mereka berkembang. Anak akan lebih sadar terhadap tindakan yang mereka lakukan sepanjang hari.
Dengan satu pertanyaan sederhana tersebut, Mama secara tidak langsung membantu membentuk inner voice anak. Mereka belajar mempercayai diri sendiri dan melihat nilai positif dalam dirinya.
Pada akhirnya, yang terpenting bukanlah membesarkan anak yang sempurna, tetapi anak yang percaya pada dirinya sendiri. Kebiasaan kecil seperti menanyakan hal yang membuat mereka bangga bisa menjadi langkah sederhana dengan dampak yang besar.


















