TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Dongeng Anak: Sang Kancil dan Cecak Badung

Kisah ini mengajarkan anak untuk bersikap bijak dalam menyelesaikan permasalahan yang ada

7 Oktober 2022

Dongeng Anak Sang Kancil Cecak Badung
Popmama.com/Aristika Medina

Jika mendengar dongeng tentang seekor kancil, mungkin hal pertama yang terpikirkan di kepala anak adalah sebuah hewan yang cerdik tapi licik.

Akan tetapi, ternyata ada juga dongeng yang menceritakan kancil sebagai tokoh protagonis yang memiliki kebijaksanaan dalam mengambil suatu keputusan, loh!

Salah satu cerita yang mengisahkan sosok kancil yang bijak ini adalah dongeng berjudul “Sang Kancil dan Cicak Badung”.

Ingin tahu bagaimana jalan cerita keseluruhan dari kisah yang satu ini? Yuk, simak dongeng Sang Kancil dan Cicak Badungyang telah Popmama.com rangkumkan untuk Mama ceritakan pada si Kecil!

1. Hiduplah seekor kancil yang berteman dengan kawanan semut

1. Hiduplah seekor kancil berteman kawanan semut
Youtube.com/Yasmin Maharani

Dikisahkan ada seekor kancil yang berteman dengan sekelompok semut. Pada suatu ketika di hari yang cerah, mereka sedang bermain bersama di sungai yang ada di dalam hutan.

Si Kancil meloncat-loncat dengan gembira di tengah sungai.

Sementara itu, ada sebagian semut yang tengah bersenda gurau di tepi sungai, sebagian yang ikut bermain di sungai bersama kancil, dan sebagian lainnya berjalan menyusuri sungai.

2. Para semut menemukan pohon apel yang buahnya sudah matang

2. Para semut menemukan pohon apel buah sudah matang
Youtube.com/Yasmin Maharani

Saat para semut itu melintasi sungai, mereka melihat ada sebuah pohon apel yang buahnya sudah terlihat matang. Tidak ingin melewatkan kesempatan yang ada, mereka pun memanggil kancil.

“Kanciiil! Lihat, di sana ada pohon apel yang sudah berbuah. Ayo, cepat kamu petikkan, supaya kita bisa makan sama-sama!”

Dengan segera, kancil menghampiri pohon apel yang dimaksud, lalu menyundulnya hingga buah-buah itu berjatuhan. Setelahnya, ia menaruh apel-apel tersebut di tepi sungai, kemudian para semut membawanya ke tempat yang nyaman untuk beristirahat.

3. Kedatangan seekor cicak badung yang mencuri apel mereka

3. Kedatangan seekor cicak badung mencuri apel mereka
Popmama.com/Aristika Medina

Kancil dan kawanan semut itu akhirnya berteduh di bawah pohon yang lebat sambil menyantap apel yang baru saja dipetiknya dengan lahap.

Akan tetapi, saat mereka sedang menikmati makanannya, datanglah seekor cicak yang tiba-tiba mengambil beberapa apel di sana, lalu kabur dengan cepat.

Melihat itu, para semut langsung berteriak, “Pencuri! Pencuri! Lihat, ada pencuri yang mencuri apel kita!”

Kancil terkejut mendengar teriakan dari teman-teman kecilnya itu, lalu mencari tahu siapa pencuri yang dimaksud mereka. Ia tersenyum maklum saat mengetahui bahwa si cicak badung yang telah mengambil apel mereka tanpa izin.

4. Kancil punya solusi agar cicak badung itu tidak mencuri lagi

4. Kancil pu solusi agar cicak badung itu tidak mencuri lagi
Popmama.com/Aristika Medina

Para semut merasa sedih karena apel yang telah dipetik bersama kancil dengan susah payah malah dicuri begitu saja oleh cicak badung itu.

“Kancil, bagaimana ini? Ia pasti akan datang lagi besok untuk mencuri…” rengek salah satu dari kawanan semut itu.

“Sudah, kalian tidak perlu bersedih. Aku punya cara untuk membuat cicak itu jera dengan perbuatannya,” balas kancil, yang sudah memikirkan rencana untuk menghentikan aksi pencurian yang dilakukan hewan tersebut.

Kancil membagikan ide rencananya kepada kawanan semut, yaitu mengganti apel dengan makanan lain yang berwarna merah, yakni cabai. Mereka pun menyutujuinya sambil tertawa kegirangan, menganggap bahwa rencana itu sangat lucu.

Editors' Picks

5. Para semut senang karena yakin rencananya akan berhasil

5. Para semut senang karena yakin rencana akan berhasil
Youtube.com/Yasmin Maharani

Keesokan harinya, semut-semut itu mulai menjalankan rencana yang telah disebutkan oleh kancil. Mereka mencari pohon cabai merah yang ada di sekitar hutan, lalu memetik dan mengumpulkannya.

Setelahnya, para serangga tersebut membawanya menuju tempat istirahat. Selama perjalanan, mereka tertawa terbahak-bahak mengingat rencana yang akan dilakukan. Mereka tidak sabar ingin melihat cicak badung itu kepedasan saat memakan cabai.

Cabai-cabai tersebut sengaja ditaruh di pinggir agar cicak mudah untuk mengambilnya, dan mereka sengaja tidak mengawasinya.

6. Cicak badung menyadari keanehan saat mencuri

6. Cicak badung menyadari keanehan saat mencuri
Youtube.com/Yasmin Maharani

Seperti biasa, cicak badung tersebut datang menghampiri kawanan semut dan mengambil makanan berwarna merah secara diam-diam, kemudian kabur dan bersembunyi.

Namun, cicak menyadari keanehan yang terjadi ketika mendengar suara tawa para semut itu saat ia mencuri makanan mereka.

Sesaat ia bergumam, “Mengapa mereka malah tertawa, ya? Padahal, kemarin saja semut-semut itu sedih karena aku mengambil apel mereka…”

Cicak tidak ingin ambil pusing, jadi ia tetap memakan makanan berwarna merah yang diambilnya tadi dengan puas. Ia pun kekenyangan hingga tertidur pulas.

7. Cicak badung curiga dengan kelakuan para semut

7. Cicak badung curiga kelakuan para semut
Youtube.com/Yasmin Maharani

Ketika cicak badung itu terbangun dari tidurnya, ia tiba-tiba kepikiran dengan para semut yang tertawa girang meskipun makanannya diambil olehnya, mulai curiga dengan kelakuan mereka yang seperti itu.

Karena merasa bingung sekaligus penasaran, akhirnya cicak memutuskan untuk kembali ke tempat kawanan semut itu berada. Di sana, ia menemukan mereka yang sedang berbicara dengan kancil, jadi ia mencari tempat sembunyi untuk menguping percakapan tersebut.

“Kancil, sepertinya rencana kita berhasil! Cicak itu sekarang pasti kepedasan setelah memakan cabai merah yang kita kumpulkan tadi!” ucap salah satu semut, lalu tertawa riang.

“Benar sekali! Siapa suruh ia mencuri makanan kita seenaknya? Sekarang, rasakan akibatnya!” ujar semut lainnya, yang merasa kesal dengan cicak badung itu.

8. Makanan yang diambil cicak ternyata bukan cabai merah

8. Makanan diambil cicak ternyata bukan cabai merah
Freepik/kues1

Setelah para semut asik menertawakan cicak tersebut, kancil pun bersuara, “Emm… teman-teman, sebenarnya cabai yang tadi sudah kuganti dengan buah stroberi.”

Mendengar itu, mereka terkejut dan mulai merasa kecewa. “Jadi cicak itu tidak mengambil cabai? Yah, percuma! Rencana kita gagal, dong… Pasti besok ia kembali mengambil apel kita,” gerutu salah satu semut di sana.

Akhirnya, kancil menjelaskan maksud dari tindakannya tadi, “Aku sengaja menggantinya karena aku tahu kalau cicak pasti akan ke sini dan mencuri lagi jika ia sadar yang diambilnya adalah cabai merah. Maka itu, aku menyiapkan stroberi yang banyak dan menukarnya. Kalau cicak kekenyangan kan, ia tidak akan kembali untuk mencuri makanan kita lagi.”

Kawanan semut itu saling berpandangan, kemudian mulai mengangguk-anggukkan kepala. Kancil pun lanjut berkata, “Besok aku akan menemui cicak itu dan membawakannya satu keranjang stroberi untuknya, sekalian meminta cicak untuk tidak mencuri makanan kita lagi.”

9. Cicak badung memutuskan untuk tidak mencuri lagi

9. Cicak badung memutuskan tidak mencuri lagi
Popmama.com/Aristika Medina

Esoknya, kancil pergi menemui cicak badung itu sambil membawa keranjang berisi stroberi untuk diberikan kepadanya. Ia juga menasihati cicak tersebut untuk tidak mencuri makanan mereka seenaknya.

Cicak, yang kemarin sudah mendengar pembicaraan kancil dan para semut, mulai menangis dan meminta maaf. Ia berjanji jika dirinya tidak akan melakukan hal itu lagi.

Kancil pun tersenyum, lalu mengajak cicak untuk bergabung dengan teman-temannya, yakni para semut, dan mencari makanan bersama. Akhirnya, mereka semua menjadi teman yang akrab.

10. Pesan moral dalam dongeng ‘Sang Kancil dan Cicak Badung’

10. Pesan moral dalam dongeng ‘Sang Kancil Cicak Badung’
Youtube.com/Yasmin Maharani

Bagaimana, kisah ini menarik sekali, bukan? Dari dongeng ini, anak bisa mempelajari bahwa tidak selamanya cara untuk menghentikan perbuatan jahat seseorang adalah dengan cara yang sama jahatnya.

Agar seseorang tidak melakukan kejahatan lagi, kita harus bertindak bijaksana dengan memberi nasihat atau peringatan yang baik agar ia bisa menyadari perbuatannya.

Selain itu, kisah ini juga mengajarkan anak untuk tidak mencuri atau mengambil barang yang bukan miliknya. Jika menginginkan sesuatu, maka bisa meminta kepada pemilik asli barang tersebut dengan cara yang baik.

Itu dia dongeng Sang Kancil dan Cicak Badung yang bisa Mama bacakan kepada anak mama. Semoga pesan moral yang ada dalam kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi Mama dan anak untuk menjadi orang yang bijak, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk