Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You
Age VerificationThis content is intended for users aged 18 and above. Please verify your age to proceed.

Berhubungan saat Hamil 3 Bulan, Bolehkah Sperma Masuk ke Dalam Kandungan?

Freepik
Freepik
Intinya sih...
  • Sperma dikeluarkan di dalam saat hamil 3 bulan tidak membahayakan janin
  • Sperma dapat membantu menurunkan risiko keguguran dan preeklampsia
  • Tips aman berhubungan seksual selama kehamilan, termasuk hindari pada trimester pertama dan batasi frekuensi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tak bisa dipungkiri, calon bayi yang sedang tumbuh di dalam kandungan kerap membuat ibu hamil menjadi lebih berhati-hati, termasuk soal hubungan intim. 

Banyak yang mempertanyakan, berhubungan saat hamil 3 bulan, bolehkah sperma masuk ke dalam kandungan? Kekhawatiran ini wajar, mengingat usia kehamilan trimester pertama sering dianggap sebagai masa paling rentan.

Untuk mencari tahu jawabannya, simak informasinya telah Popmama.com siapkan melansir dari berbagai sumber. 

Berhubungan saat Hamil 3 Bulan, Bolehkah Sperma Masuk?

Freepik
Freepik

Masih banyak pasangan suami istri yang merasa cemas saat berhubungan intim di masa kehamilan, khususnya ketika sperma dikeluarkan di dalam. 

Beragam mitos yang beredar sering kali menyebutkan bahwa hal tersebut dapat membahayakan janin, sehingga membuat ibu hamil dan pasangan menjadi ragu untuk berhubungan seksual.

Berdasarkan penelitian yang dirilis oleh Cleveland Clinic, ejakulasi di dalam saat istri sedang hamil tidak akan membahayakan bayi di dalam kandungan. 

Hal ini karena janin terlindungi dengan sangat baik oleh selaput rahim dan cairan ketuban, sehingga sperma yang masuk tidak akan mencapai janin maupun menimbulkan dampak berbahaya.

Meski begitu, ada beberapa kondisi tertentu yang tetap perlu diperhatikan, terutama jika suami memiliki riwayat infeksi menular seksual atau HIV/AIDS. 

Pada kondisi ini, pasangan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin demi menjaga keselamatan ibu hamil dan janin.

Benarkah Sperma Bisa Menguatkan Kandungan?

China Ciptakan Robot yang Bisa Hamil dan Melahirkan Bayi Manusia 4.png
Freepik/yanalya

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sperma memiliki manfaat bagi kesehatan ibu hamil.

Sperma diketahui dapat membantu menurunkan risiko keguguran serta mencegah terjadinya preeklampsia, yaitu kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan berkurangnya volume urine pada ibu hamil.

Manfaat tersebut berasal dari kandungan protein HLA-G yang terdapat dalam sperma. Protein ini berperan dalam mengatur sistem kekebalan tubuh ibu serta membantu menurunkan tekanan darah selama kehamilan. 

Tak hanya itu, sperma juga mengandung zat yang mirip dengan prostaglandin, yaitu senyawa yang berfungsi untuk membantu pematangan serviks.

Karena kandungan tersebut, sperma juga kerap dianggap sebagai salah satu bentuk induksi alami yang dapat membantu memperlancar proses persalinan, terutama ketika kehamilan sudah memasuki usia cukup bulan.

Tips Aman Berhubungan Seksual selama Kehamilan

pexels/Andrea Piacquadio
pexels/Andrea Piacquadio

Walaupun berhubungan intim dan ejakulasi di dalam saat hamil tergolong aman, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Hubungan seks sebaiknya dihindari pada trimester pertama 

Pada trimester pertama, kondisi janin masih sangat rentan karena sedang berada pada tahap awal perkembangan. Oleh sebab itu, hubungan seksual sebaiknya dihindari atau dilakukan dengan sangat hati-hati dengan persetujuan dokter.

Jika diperbolehkan, pastikan memilih posisi yang aman dan tidak menimbulkan guncangan berlebihan. Janin yang berusia 1-3 bulan sedang dalam tahap perkembangan awal, sehingga berisiko jika terkena guncangan kencang. 

2. Pastikan ibu hamil tidak memiliki riwayat perdarahan 

Penting untuk memastikan ibu hamil tidak memiliki riwayat perdarahan. Jika sebelumnya pernah mengalami perdarahan saat hamil, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis sebelum melakukan hubungan seksual.

Riwayat kesehatan dan kondisi fisik ibu hamil sangat memengaruhi keamanan aktivitas seksual. Jika Mama tidak mengetahui adanya perdarahan atau tidak, kemudian melakukan hubungan seks saat kondisi janin masih rentan, itu terbilang berbahaya. 

3. Sebaiknya berhubungan seks tidak lebih dari 3 kali seminggu

Frekuensi hubungan seksual sebaiknya tidak berlebihan, idealnya tidak lebih dari tiga kali dalam seminggu. Aktivitas seksual yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih pada ibu hamil. 

Dokter menyarankan untuk membersihkan area vagina sebelum dan sesudah berhubungan intim serta mengosongkan kandung kemih setelahnya juga sangat dianjurkan untuk mencegah infeksi saluran kemih (ISK)

4. Ibu hamil dengan kondisi tertentu harus berhati-hati

Ibu hamil dengan kondisi tertentu, seperti plasenta previa atau riwayat melahirkan prematur, sebaiknya lebih berhati-hati. Pada kondisi ini, hubungan seksual tidak dianjurkan tanpa persetujuan dokter karena berisiko memicu perdarahan hebat atau persalinan prematur.

Nah, itu dia informasi mengenai sperma masuk ke dalam saat hamil tiga bulan. Semoga informasinya membantu Mama.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Latest in Pregnancy

See More

Kenapa Ibu Hamil Tidak Boleh Tidur Telentang? Yuk, Cek Faktanya!

03 Feb 2026, 22:00 WIBPregnancy