Keseruan Tasya Farasya Wawancara Pemain The Devil Wears Prada 2!

- Tasya Farasya mewawancarai Meryl Streep dan Anne Hathaway di Jepang untuk promosi film The Devil Wears Prada 2, menunjukkan antusiasme besar sebagai penggemar sejak remaja.
- Meryl Streep menyoroti perubahan besar dunia fashion yang kini lebih dipengaruhi media sosial seperti TikTok dan Instagram dibandingkan majalah atau editor mode.
- Anne Hathaway menegaskan sekuel ini tetap membawa legacy film pertama sambil mengikuti tren baru, dengan tim makeup artist asli kembali terlibat dalam produksi.
Film The Devil Wears Prada 2 menjadi perbincangan di tahun 2026! Setelah 20 tahun, kisah dan dinamika Andy dan Miranda kembali. Sebenarnya perbincangan film The Devil Wears Prada kembali naik setelah rencana sekuelnya mencuri perhatian 2-3 tahun lalu.
Kini setelah filmnya selesai, mereka melakukan beberapa promosi ke berbagai negara, salah satunya ke Jepang. Di Jepang, ada wakil dari Indonesia saat itu yang bisa mewawancarai para pemain yakni Meryl Streep dan Anne Hathaway. Siapa dia? Tidak lain adalah sebuah beauty influencer Tasya Farasya!
Seperti apa wawancara tersebut? Berikut Popmama.com rangkum beberapa hal menarik dari interview mereka.
Table of Content
1. Tasya Farasya mengaku kagum dan ngefans!

Tasya Farasya membuka wawancara dengan penuh antusias sekaligus rasa gugup. Ia mengaku sudah mengidolakan film The Devil Wears Prada sejak remaja, tepatnya saat berusia 13 tahun. Bahkan, ia menyebut film tersebut hampir ditontonnya setiap hari karena begitu membekas.
“Saya agak gugup, tapi juga sangat bersemangat bisa bertemu kalian, karena sekitar 20 tahun lalu, The Devil Wears Prada adalah film yang saya tonton setiap malam,” ujarnya dalam bahasa Inggris.
Ia pun mengenang bagaimana film tersebut memengaruhi rasa percaya dirinya. Tasya mengungkapkan, setelah menonton film itu, ia merasa lebih percaya diri saat masuk SMP. Ia bahkan membayangkan dirinya seperti karakter utama yang melangkah penuh gaya ke sekolah.
2. Fashion kini dipengaruhi media sosial, bukan hanya majalah

Di film The Devil Wears Prada 20 tahun lalu, dunia fashion sangat dipengaruhi oleh editor majalah dan kurator industri. Namun kini, menurut Meryl Streep, semuanya telah berubah drastis.
Ia menjelaskan bahwa pengaruh fashion saat ini datang dari berbagai arah, terutama lewat platform seperti TikTok dan Instagram serta media sosial lainnya. Meski begitu, ia juga menyoroti bagaimana industri fashion masih mencoba mengelola arus tren tersebut.
“Film ini menunjukkan perbedaan besar antara 20 tahun lalu dan sekarang. Semua sudah berubah, pengaruh datang dari mana saja,” ungkapnya.
3. Tetap membawa legacy, tapi mengikuti tren baru

Anne Hathaway menambahkan bahwa sekuel film ini tetap mempertahankan koneksi dengan film pertama, termasuk dari sisi staf atau pemain yang terlibat. Ia mengungkap bahwa makeup artist dari film pertama, yaitu Nicky Ledermann, kembali terlibat dalam proyek ini.
“Kami punya koneksi legacy dari film pertama karena makeup artist yang sama kembali bekerja di film ini,” ujarnya.
Ikut menjawab pertanyaan pertama, Menurut Anne Hathaway media sosial seperti TikTok justru membuat tren berkembang lebih cepat dan dinamis.
“Hal menarik dari TikTok adalah kita bisa melihat tren baru dengan cepat. Kami berharap film ini juga bisa menjadi bagian dari perkembangan tren tersebut, sambil tetap membawa nilai legacy,” jelasnya.
4. Tasya Farasya ajak Meryl Streep dan Anne Hathaway main game

Di sesi permainan “this or that”, para pemain juga membagikan preferensi gaya pribadi mereka yang relatable banget. Tasya menanyakan soal gaya, keduanya kompak memilih vintage pieces dibandingkan tren yang cepat berubah.
Untuk outfit, gaya simpel jadi pilihan utama, meski tetap menyesuaikan dengan acara. “Kalau ke opera tentu dress up, tapi ke supermarket? Tetap dress up juga!” canda mereka.
Menariknya, soal tas, mereka kompak memilih tas yang fungsional dibanding micro bag.
5. Alasan The Devil Wears Prada 2 wajib ditonton!

The Devil Wears Prada 2 hadir dengan cerita yang lebih relevan dengan perkembangan zaman, terutama di tengah pengaruh besar media sosial terhadap dunia fashion.
Film ini tak hanya menampilkan gaya yang ikonis, tetapi juga mengangkat tema tentang menemukan kebahagiaan di tengah kehidupan yang dinamis. Selain itu, penonton juga diajak melihat bagaimana tren fashion berkembang secara global, termasuk peluang setiap individu untuk mengekspresikan gaya mereka dengan cara yang unik.
Dengan sentuhan nostalgia dan perspektif baru, film ini menjadi tontonan menarik bagi pecinta fashion maupun penggemar filmnya sejak dulu.
Bisa dilihat juga dari wawancara Tasya Farasya dengan Meryl Streep dan Anne Hathaway ini. Keduanya menjelaskan bahwa dunia fashion terus berkembang, tetapi keseimbangan antara tren baru dan sentuhan klasik tetap jadi kunci utama.







-7rKUBW2n9HaahT92AiEcBDRJXaxRufM5.jpg)










