Super flu sendiri bukanlah penyakit baru, melainkan sebutan untuk varian flu dengan gejala yang lebih parah dari flu pada umumnya. Jenis flu ini disebabkan oleh virus H3N2 yang dapat menular lebih cepat dibandingkan flu biasa.
5 Golongan yang Rentan Mengalami Gejala Super Flu

- Istilah super flu merujuk pada varian flu akibat virus H3N2 yang menular lebih cepat dan menimbulkan gejala lebih parah dibanding flu biasa.
- Lima golongan paling rentan terhadap super flu adalah lansia, anak-anak usia dini, orang dengan imun lemah, penderita penyakit kronis, serta ibu hamil.
- Langkah pencegahan seperti vaksinasi rutin, menjaga kebersihan tangan, dan memakai masker disarankan untuk mengurangi risiko infeksi super flu.
Belakangan ini, istilah super flu menjadi perbincangan hangat di media sosial hingga menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.
Meskipun gejalanya dapat membuat siapa saja drop berhari-hari, ada beberapa golongan yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala super flu. Siapakah golongan tersebut?
Berikut Popmama.com sajikan 5 golongan yang rentan mengalami gejala super flu agar kamu bisa lebih waspada. Yuk, simak!
Table of Content
1. Lanjut usia

Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia mengalami penurunan fungsi. Hal inilah yang membuat tubuh lansia berusia 65 tahun ke atas sering kali lebih lambat dalam mengenali dan melawan infeksi virus yang menyebar cepat.
Dilansir dari Nuvance Health, sistem imun lansia membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons infeksi. Kondisi ini membuat virus memiliki lebih banyak waktu untuk berkembang dan merusak jaringan paru-paru.
Sistem imun yang lemah juga berpotensi menimbulkan komplikasi lanjutan, seperti infeksi akut pada jaringan paru-paru (pneumonia), terutama jika sebelumnya sudah terkena flu.
2. Anak-anak usia dini

Hampir sama dengan kelompok lansia, anak-anak usia dini, terutama yang berusia di bawah 5 tahun, juga memiliki sistem imun yang rendah.
Menurut penjelasan AFC Urgent Care, berbeda dengan orang dewasa yang sistem imunnya sudah lebih kuat dan stabil, kekebalan tubuh anak-anak masih dalam tahap berkembang. Tubuh mereka belum banyak mengenali berbagai jenis virus yang menyerang.
Akibatnya, anak-anak usia dini lebih mudah terinfeksi dan sering kali mengalami gejala yang lebih berat, seperti demam sangat tinggi, dehidrasi, hingga kesulitan bernapas.
3. Orang dengan sistem imun lemah

Golongan ini mencakup orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya ditekan, baik karena faktor penyakit maupun pengobatan tertentu, seperti penderita HIV/AIDS, pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi, serta pasien yang mengonsumsi obat penekan imun setelah transplantasi organ.
Menurut ulasan ilmiah dari Sanger Institute, golongan ini tidak memiliki ketahanan imun yang cukup kuat untuk melawan virus dan bakteri. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan gejala yang lebih parah, tetapi juga membuat proses penyembuhan berlangsung lebih lama.
4. Orang dengan penyakit kronis

Orang yang memiliki penyakit bawaan atau penderita penyakit kronis juga disarankan untuk lebih berhati-hati terhadap varian flu ini.
Hal ini disebabkan karena sistem imun yang sudah terbebani oleh penyakit sebelumnya akan semakin kesulitan melawan infeksi virus baru. Akibatnya, flu yang awalnya ringan dapat berkembang menjadi lebih serius.
Selain itu, virus flu yang agresif juga berpotensi memperburuk kondisi penyakit dasar yang sudah dimiliki, sehingga gejalanya bisa muncul lebih berat dari biasanya.
5. Ibu hamil

Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh seorang ibu, termasuk pada sistem kekebalan tubuh, paru-paru, dan jantung.
Perubahan ini secara alami terjadi agar tubuh ibu tidak menolak keberadaan janin. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga dapat membuat ibu hamil lebih rentan mengalami infeksi yang lebih berat.
Virus flu yang menyerang tidak hanya dapat memengaruhi kesehatan ibu, tetapi juga berpotensi berdampak pada perkembangan janin. Pada beberapa kasus, infeksi flu yang berat dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, seperti kelahiran prematur.
Itulah 5 golongan yang rentan mengalami gejala super flu. Meski terdengar mengkhawatirkan, risiko infeksi sebenarnya dapat dikurangi dengan beberapa langkah pencegahan.
Salah satunya adalah mendapatkan vaksinasi flu secara rutin. Selain itu, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan setelah beraktivitas, serta memakai masker jika sedang tidak sehat atau berada di lingkungan yang berisiko.



-7rKUBW2n9HaahT92AiEcBDRJXaxRufM5.jpg)










-FJbrHM2iizYwDUKlAnKx7r4gPhvYvZ8z.jpg)



