“Saya selalu menyelipkan emosional suatu bahan kain zaman dulu yang mungkin sekarang sudah mulai kurang peminatnya, jadinya produk tas yang saya buat hampir seluruhnya terbuat dari bahan-bahan yang punya memori zaman dulu,” katanya saat dihubungi via pesan di Instagram.
Tas Jarik Wira Laga Bachtiar Hidupkan Memori Gendongan si Kecil

Pengrajin Surabaya Wira Laga Bachtiar mengembangkan tas dari kain jarik gendongan bayi sejak sekitar tiga bulan lalu, memadukan esensi tradisional dengan desain modern untuk penggunaan sehari-hari.
Ia memanfaatkan kain lama yang menyimpan memori masa lalu menjadi produk fungsional, dengan harapan tas jarik bernuansa emosional tersebut dapat digunakan lintas generasi.
Bersama tim enam tetangga, Wira memproduksi 7–10 tas manual per hari; tersedia sling jarik Rp399 ribu dan mini hobo Rp325 ribu melalui pre-order sekitar 30 hari.
Pernah membayangkan kain jarik gendongan si Kecil disulap jadi tas yang fashionable dan bisa dipakai sehari-hari? Ide unik ini diwujudkan oleh pengrajin lokal, Wira Laga Bachtiar (@wiralagabae) lewat koleksi tas jarik, lho, Ma.
Bukan cuma membuat tas bermodel unik, Wira juga ingin menghidupkan kembali kain-kain yang punya banyak kenangan ini. Memang betul, ya, Ma, kain jarik gendongan sudah pasti menyimpan banyak kenangan bersama si Kecil.
Nah, penasaran seperti apa menariknya tas dari kain gendongan jarik ini? Berikut sudah Popmama.com rangkum beberapa hal menarik dari Wira Laga Bachtiar dalam mengubah kain jarik menjadi tas fashionable. Yuk, simak selengkapnya!
Table of Content
Mulai Dikembangkan Sejak Tiga Bulan Lalu

Instagram.com/wiralagabae Lewat akun Instagram-nya @wiralagabae, ternyata tas jarik ini jadi salah satu jenis tas terbaru dari produk yang dibuat oleh Wira Laga Bachtiar, lho. Pengrajin lokal asal Surabaya itu bercerita kalau tas dari kain jarik ini baru mulai dikembangkan sekitar tiga bulan lalu.
Sebelumnya juga ada jenis tas yang sempat viral dengan bahan kain kasur dan kain serbet. Nah, Wira sempat coba banyak model, sampai menemukan desain yang sesuai lewat kain jarik ini.
Ia ingin bentuk tasnya tetap punya esensi gendongan kain jarik khas zaman dahulu, tapi dengan tampilan yang lebih modern untuk digunakan sehari-hari.
Membawa Kenangan Masa Lalu Lewat Tas Kekinian

Instagram.com/wiralagabae Ide membuat tas jarik ini ternyata diawali dari ketertarikan Wira dengan kain-kain lama yang sudah mulai kehilangan peminat, nih. Kain yang identik dengan jarit tradisional untuk menggendong bayi bisa diubahnya jadi sesuatu yang fungsional dan modern.
Wira juga bercerita kalau ingin memberikan sentuhan emosional di bahan-bahan yang punya kenangan dari masa lalu, contohnya kain jarik gendongan bayi ini, yang diharapkannya bisa dipakai untuk semua generasi.
Dibuat Bersama Tim Kecil

Instagram.com/wiralagabae Proses pembuatan tas jarik ini Wira dibantu oleh tim kecil yang ada sekitar enam orang. Menariknya, timnya tergabung dari tetangga di lingkungan tempat tinggalnya, lho.
Sebagian besar pengerjaan tas dilakukan secara manual dan menggunakan mesin jahit. Dari situ, ia bersama timnya bisa menghasilkan sekitar tujuh hingga sepuluh tas, tergantung model dan tingkat kesulitan pembuatannya dalam sehari. Wah, keren ya, Ma?
Tas Jarik Ini Punya Dua Model

Instagram.com/wiralagabae Wira menyebutkan kalau tas jarik karyanya punya dua pilihan model, yaitu sling jarik berukuran besar seharga Rp399 ribu dan mini hobo jarik seharga Rp325 ribu. Khusus model mini hobo jarik, talinya bisa diganti sesuai selera, Ma.
Buat Mama yang tertarik dengan tas berbahan unik ini, pemesanannya menggunakan sistem pre-order (PO) dan estimasi waktu sekitar 30 hari. Proses pembuatannya memang membutuhkan waktu karena sebagian besar dikerjakan secara manual, ya.
Wah, kreatif banget, kan, Ma, kain jarik gendongan yang identik dengan masa lalu bisa diubah menjadi tas dengan model yang kekinian.
Bagaimana pendapat Mama tentang tas jarik karya Wira? Apakah Mama tertarik mencoba aksesori unik dari desainer lokal yang satu ini?












-LmuOy16rMVQPxVYL6wOrSFaYrPBExzjm.jpg)












