“Setelah sebelumnya kami membantu konsumen menemukan shade yang tepat, pada MASTERSHADE ARCHI/TECH™ kali ini, kami membawa personalisasi ke tingkat yang lebih detail. Kami memahami, menemukan shade yang sesuai menjadi langkah awal. Langkah personalisasi selanjutnya adalah seseorang bisa mengenali face ratio nya sendiri —mulai dari eye, lip shape, hingga struktur fitur bagian wajah,” jelas Stephanie Lie, Masstige and Advanced Beauty Marketing Senior Group Head ParagonCorp, saat acara ‘MAKE OVER MASTERSHADE ARCHI/TECHTM’ di Astha Spac8, Senin (9/12/2025).
Personalisasi Makeup lewat Teknologi Face Ratio Pertama di Indonesia

- Face ratio mencakup pengenalan bentuk mata, bibir, hingga struktur fitur wajah
- Terdapat 8 signature looks untuk MASTERSHADE ARCHI/TECH™
- Pengalaman Satine Zaneta mencoba FACE ARCHI/TECH™
Make Over kembali menghadirkan experience bertajuk ‘MAKE OVER MASTERSHADE ARCHI/TECH™’ yang berlangsung pada 8–14 Desember 2025 di Spac8 ASHTA.
Acara menghadirkan sesi FACE ARCHI/TECH™, konsultasi dengan lebih dari 30 MUA profesional, hingga thematic experience yang unik. Inovasi terbaru ini menggabungkan teknologi berbasis AI dengan artistry dari makeup artist (MUA) profesional untuk menghadirkan personalisasi makeup.
Dengan begitu, setiap individu mengenai struktur wajahnya, sehingga dapat mengaplikasikan tampilan makeup yang akurat, relevan, dan bersifat personal sesuai wajahnya.
Penasaran dengan inovasi yang dihadirkan lewat acara satu ini? Simak pembahasannya telah Popmama.com siapkan khusus untuk Mama.
1. Face ratio mencakup pengenalan bentuk mata, bibir, hingga struktur fitur wajah

MASTERSHADE ARCHI/TECH™ mengajak setiap orang untuk memahami face ratio mereka secara lebih menyeluruh. Ini mencakup pengenalan bentuk mata, bentuk bibir, hingga struktur fitur wajah yang lebih detail.
Dengan memahami proporsi dan karakter unik dari wajah masing-masing, Mama dapat mengetahui tampilan makeup yang personal, presisi, dan sesuai dengan karakter mereka sendiri.
2. Terdapat 8 signature looks untuk MASTERSHADE ARCHI/TECH™

Bisa dibilang, inovasi face mastery bertajuk FACE ARCHI/TECH™ merupakan teknologi pertama di industri kecantikan yang menggabungkan Complexion & Color Finder. Ditambah, terdapat teknologi face ratio mapping berbasis AI yang membantu mengetahui makeup placement terbaik.
Terdapat delapan signature looks yang dijadikan contoh utama di acara ini, antara lain Clean Girl, Korean, Igari, Latina, Thai, Douyin, Y2K, dan Editorial. Signature looks tersebut dikembangkan bersama Professional MUA, seperti Dhirman Putra, Sissy Sosro, Elice Tamara, dan Fauzia Hanum.
“Biasanya MUA itu untuk mulai makeup ke client melakukan scanning by feeling untuk menentukan apakah client memiliki wajah low atau high visual yang dilanjutkan dengan pertanyaan preferensi mereka itu suka low atau high weight makeup. Tapi, adanya Face Archi/Tech™ membantu aku membaca struktur wajah secara lebih presisi dan bisa sebagai validasi dari feeling yang kita punya sebagai MUA. Dari situ, aku bisa menentukan face feature mana yang paling ‘ngangkat’ karakter wajah seseorang, dan placement mana yang harus di-lift, di-soften, atau di-define,” ungkap Sissy Sosro, Make Over Professional MUA yang terlibat dalam pengembangan signature looks.
3. Pengalaman Satine Zaneta mencoba FACE ARCHI/TECH™

Satine Zaneta menjadi salah satu artis yang telah mencoba langsung FACE ARCHI/TECH™ di acara ini. Ia mengakui bahwa pengalaman tersebut membuka matanya tentang betapa pentingnya mengenali wajah sendiri secara lebih detail.
Satine sempat mengira bentuk wajahnya adalah square, namun melalui analisis teknologi ini ia mengetahui bahwa face shape-nya sebenarnya adalah heart.
Hasil tersebut membuatnya semakin memahami bahwa penempatan makeup yang tepat sangat berpengaruh agar hasilnya tidak keliru.
“Aku baru sadar kalau penting banget untuk kenal sama wajah kita sendiri. Kaya ternyata face shape aku itu heart, padahal sebelumnya aku kira square. Aku tau karena aku coba langsung FACE ARCHI/TECH™, aku jadi tau face shape aku yang sebenarnya dan paham makeup placement juga segitu pentingnya supaya tidak salah. Dari teknologi itu, kita juga difasilitasi dengan MUA yang akan menanyakan preferensi look yang bisa kita explore. Lalu look tersebut bisa diaplikasikan ke wajah kita oleh MUA sesuai dengan face feature kita. Hasilnya juga kita bisa bawa pulang personal beauty blueprint nya yang pasti akan dipakai untuk next makeup session,” cerita Satine Zaneta.
Demikian pembahasan mengenai teknologi baru yang dihadirkan di acara MAKE OVER MASTERSHADE ARCHI/TECH™. Apakah Mama tertarik mencobanya?



















