Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

8 Ciri-Ciri Eksim Basah yang Sering Disalahartikan

8 Ciri-Ciri Eksim Basah yang Sering Disalahartikan
istockphoto/Pikusisi-Studio
Intinya sih...
  • Kulit kemerahan dan meradang merupakan tanda awal eksim basah, disertai pembengkakan ringan dan sensitivitas kulit yang meningkat.
  • Rasa gatal yang intens menjadi keluhan utama, sulit ditahan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Muncul lepuhan kecil berisi cairan bening, kulit mengeluarkan cairan, rasa perih atau nyeri, bengkak, hangat saat disentuh, bau tidak sedap atau nanah, serta kulit menebal atau menggelap.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Eksim basah merupakan salah satu bentuk peradangan kulit yang ditandai dengan kemerahan, rasa gatal, dan keluarnya cairan dari permukaan kulit. Dalam dunia medis, kondisi ini termasuk dalam kelompok dermatitis, seperti dermatitis atopik atau dermatitis kontak yang memburuk.

Menurut Mayo Clinic, eksim terjadi ketika lapisan pelindung kulit melemah sehingga kulit menjadi lebih rentan terhadap iritasi dan infeksi. Akibatnya, kulit mudah meradang dan menimbulkan keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Eksim basah bisa muncul di berbagai area tubuh, salah satunya kaki. Hal ini berkaitan dengan kondisi kaki yang mudah lembap dan sering tertutup alas kaki.

Sementara itu, National Health Service (NHS) Inggris menjelaskan bahwa eksim basah dapat muncul ketika kulit yang meradang mengalami iritasi berat atau infeksi sekunder.

Cairan yang keluar dari kulit membuat kondisi ini tampak lebih serius dibanding eksim kering. Meski terlihat mengkhawatirkan, eksim basah pada dasarnya bukan penyakit menular.

Berikut Popmama.com akan membahas tentang 8 ciri-ciri eksim basah yang sering disalahartikan. Yuk simak dibawah ini!

Table of Content

1. Kulit kemerahan dan meradang

1. Kulit kemerahan dan meradang

8 Ciri-Ciri Eksim Basah yang Sering Disalahartikan
istockphoto/parinyabinsuk

Kulit kemerahan merupakan tanda awal yang paling sering muncul pada eksim basah. Warna kulit tampak lebih merah dibanding area sekitarnya dan kadang disertai pembengkakan ringan.

Kondisi ini terjadi akibat respons peradangan pada lapisan kulit. Pembuluh darah melebar sebagai reaksi terhadap iritasi yang terjadi. Akibatnya, area kulit menjadi lebih sensitif. Kemerahan dapat muncul secara perlahan atau mendadak.

Pada anak-anak, kemerahan sering disertai rasa tidak nyaman yang membuat mereka rewel. Jika penyebab iritasi tidak segera dihindari, peradangan bisa meluas.

Kemerahan juga dapat semakin parah jika kulit sering digaruk. Dalam jangka waktu tertentu, warna kulit bisa berubah menjadi lebih gelap. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Penanganan sejak awal sangat penting untuk mencegah perburukan.

2. Rasa gatal yang intens

8 Ciri-Ciri Eksim Basah yang Sering Disalahartikan
istockphoto/Muhamad dede ramli

Rasa gatal merupakan keluhan utama pada eksim basah. Gatal yang muncul biasanya cukup kuat dan sulit ditahan. Sensasi ini bisa berlangsung sepanjang hari atau memburuk di malam hari.

Akibatnya, aktivitas dan waktu tidur dapat terganggu. Gatal muncul karena gangguan pada lapisan pelindung kulit. Kulit menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan ringan.

Kebiasaan menggaruk akibat gatal justru dapat memperparah kondisi. Garukan dapat menyebabkan luka terbuka pada kulit. Luka ini memudahkan bakteri masuk dan memicu infeksi.

Pada anak, menggaruk sering dilakukan tanpa disadari. Hal ini membuat proses penyembuhan menjadi lebih lama. Oleh karena itu, gatal perlu dikendalikan dengan perawatan yang tepat.

3. Muncul lepuhan kecil berisi cairan

8 Ciri-Ciri Eksim Basah yang Sering Disalahartikan
istockphoto/Muhamad dede ramli

Eksim basah ditandai dengan munculnya lepuhan kecil yang berisi cairan bening. Lepuhan terbentuk akibat peradangan yang menyebabkan cairan keluar dari lapisan kulit. Ukurannya bisa kecil dan tersebar di area tertentu.

Lepuhan sering terasa gatal dan tidak nyaman. Kondisi ini membuat permukaan kulit tampak tidak rata. Lepuhan dapat muncul dalam jumlah sedikit maupun banyak.

Seiring waktu, lepuhan bisa pecah dengan sendirinya atau akibat gesekan. Saat pecah, cairan keluar dan membuat kulit terlihat basah. Area kulit yang terbuka menjadi lebih sensitif.

Resiko infeksi pun meningkat jika kebersihan tidak dijaga. Pada anak-anak, kondisi ini sering menimbulkan rasa perih. Oleh karena itu, perawatan ekstra sangat dibutuhkan.

4. Kulit mengeluarkan cairan

8 Ciri-Ciri Eksim Basah yang Sering Disalahartikan
istockphoto/undefined undefined

Keluarnya cairan dari kulit merupakan ciri khas eksim basah. Cairan biasanya bening dan muncul setelah lepuhan pecah. Kondisi ini membuat kulit tampak lembap dan berair.

Berbeda dengan eksim kering, eksim basah terlihat lebih mengilap. Kulit yang basah menjadi lebih rapuh. Proses penyembuhan pun membutuhkan waktu lebih lama.

Kulit yang terus-menerus lembap beresiko menjadi tempat berkembangnya bakteri. Jika tidak dijaga kebersihannya, infeksi bisa mudah terjadi. Area kulit juga menjadi lebih mudah iritasi.

Pada anak, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, menjaga kulit tetap kering sangat penting. Perawatan yang tepat membantu mempercepat pemulihan.

5. Rasa perih atau nyeri

8 Ciri-Ciri Eksim Basah yang Sering Disalahartikan
Istockphoto/Mariia Skovpen

Selain gatal, eksim basah juga dapat menimbulkan rasa perih atau nyeri. Sensasi ini biasanya muncul saat kulit tersentuh atau terkena air. Rasa nyeri menandakan adanya kerusakan pada lapisan kulit.

Kulit menjadi sangat sensitif terhadap gesekan. Pada area kaki, nyeri bisa terasa saat berjalan. Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas. Pada anak-anak, rasa perih dapat membuat mereka enggan bergerak atau bermain.

Anak bisa menjadi lebih rewel dan mudah menangis. Nyeri juga dapat meningkat jika terjadi infeksi. Jika dibiarkan, luka pada kulit bisa semakin dalam. Oleh sebab itu, rasa perih tidak boleh diabaikan. Penanganan dini sangat dianjurkan.

6. Kulit bengkak dan terasa hangat

8 Ciri-Ciri Eksim Basah yang Sering Disalahartikan
istockphoto/baworn47

Eksim basah terkadang menyebabkan kulit tampak bengkak. Area yang terkena juga terasa hangat saat disentuh. Kondisi ini menunjukkan adanya peradangan aktif pada kulit. Bengkak bisa ringan atau cukup jelas terlihat.

Biasanya disertai kemerahan dan rasa tidak nyaman. Tanda ini sering muncul saat eksim kambuh. Jika bengkak disertai nyeri hebat, kondisi perlu diwaspadai. Hal ini bisa menjadi tanda infeksi yang lebih serius.

Pada anak, pembengkakan sering membuat mereka sulit beraktivitas. Kulit yang terasa hangat menunjukkan respons tubuh terhadap peradangan. Pada kondisi tertentu, penanganan medis diperlukan. Konsultasi ke dokter menjadi langkah yang tepat.

7. Muncul bau tidak sedap atau nanah

8 Ciri-Ciri Eksim Basah yang Sering Disalahartikan
Freepik/Freepik

Pada eksim basah yang terinfeksi, kulit dapat mengeluarkan bau tidak sedap. Cairan yang keluar juga dapat berubah menjadi nanah. Kondisi ini menandakan adanya infeksi bakteri. Area kulit biasanya terasa lebih nyeri. Warna cairan tampak keruh dan kental.

Gejala ini tidak boleh diabaikan. Infeksi pada eksim basah memerlukan penanganan medis. Penggunaan obat sesuai anjuran dokter sangat penting. Pada anak-anak, infeksi dapat berkembang lebih cepat.

Jika tidak ditangani, infeksi bisa menyebar ke area lain. Oleh karena itu, tanda ini perlu segera ditindaklanjuti. Penanganan cepat membantu mencegah komplikasi.

8. Kulit menebal atau menggelap

8 Ciri-Ciri Eksim Basah yang Sering Disalahartikan
istockphoto/Satjawat Boontanataweepol

Eksim basah yang berlangsung lama dapat menyebabkan perubahan struktur kulit. Kulit menjadi lebih tebal dan terasa kasar. Warna kulit juga cenderung menggelap dibanding area sekitarnya. Kondisi ini terjadi akibat peradangan kronis.

Biasanya muncul pada eksim yang sering kambuh. Perubahan ini tidak terjadi secara instan. Kebiasaan menggaruk berulang turut memperparah kondisi kulit. Meski tidak berbahaya, perubahan ini dapat mengganggu penampilan.

Proses pemulihan kulit biasanya memerlukan waktu lebih lama. Perawatan rutin sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi kulit. Pencegahan kekambuhan menjadi kunci utama. Dengan perawatan yang tepat, kondisi kulit dapat berangsur membaik.

Eksim basah memang bukan penyakit menular, tetapi ciri-cirinya perlu dikenali sejak dini agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Perawatan kulit yang konsisten dan perhatian sejak awal menjadi kunci menjaga kesehatan kulit anak dan seluruh anggota keluarga.

Kulit yang terus meradang, mengeluarkan cairan, atau terasa nyeri dapat mengganggu kenyamanan, terutama pada anak-anak dengan kulit yang masih sensitif. Dengan memahami 8 ciri-ciri eksim basah, Mama bisa lebih sigap dalam melakukan perawatan yang tepat.

Jika keluhan tidak kunjung membaik, semakin luas, atau disertai tanda infeksi seperti nanah dan demam, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Itulah dia penjelasan mengenai ciri-ciri eksim basah yang sering disalahartikan. Penanganan yang tepat akan membantu mempercepat penyembuhan dan mencegah eksim basah kambuh kembali.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

Gaya Fashion Terbaik Selebriti di Red Carpet Grammy Awards 2026

04 Feb 2026, 09:35 WIBLife